Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 11 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Harga Kelapa Meroket, Pengelolaan Komoditas Domestik Jadi Pertanyaan
Ekonomi Bisnis

Harga Kelapa Meroket, Pengelolaan Komoditas Domestik Jadi Pertanyaan

iren natania longdongAmin Suciady
Last updated: Desember 18, 2025 2:50 pm
Iren Natania
Amin Suciady
Share
Peneliti KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah
Peneliti KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah (Foto: KedaiKOPI)
SHARE

Lonjakan harga kelapa dan produk turunannya kian menekan rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Survei terbaru Lembaga Survei KedaiKOPI menunjukkan, persoalan ini bukan sekadar fluktuasi musiman, melainkan cerminan rapuhnya pengelolaan pasokan komoditas domestik.

Daftar isi Konten
  • Ekspor Kelapa Utuh Ganggu Pasokan Domestik
  • Pendekatan Komprehensif

Survei yang dirilis pada Selasa, 16 Desember 2025 itu dilakukan secara tatap muka pada 24 November–1 Desember 2025 terhadap 400 responden di enam kota besar. Responden terdiri dari ibu rumah tangga, pelaku UMKM, dan penjual kelapa utuh, tiga kelompok yang paling terdampak langsung oleh gejolak harga.

Hasilnya mengkhawatirkan, sebanyak 83 persen responden mengaku merasakan kenaikan harga kelapa dalam enam bulan terakhir, dan hampir separuh di antaranya menilai lonjakan tersebut tergolong signifikan.

Ekspor Kelapa Utuh Ganggu Pasokan Domestik

Peneliti KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, menyebut ekspor kelapa utuh yang masif sebagai faktor utama penyebab terganggunya pasokan domestik. Indonesia, meski berstatus produsen kelapa terbesar dunia dengan produksi sekitar 2,8 juta ton per tahun, justru menjadi satu-satunya negara yang masih membiarkan ekspor kelapa bulat tanpa pembatasan ketat.

Situasi ini membuat pasokan dalam negeri sangat rentan,”

kata Ashmandalam dalam Launching Survei Waspada Kelapa Terancam Mahal dan Langka Saat 2026, di Jakarta, Rabu, 17 Desember 2025.

Dampak kenaikan harga pun tidak berhenti pada angka statistik. Ibu rumah tangga terpaksa mengurangi penggunaan santan, bahkan menyesuaikan menu harian. Di sisi lain, pelaku UMKM menghadapi tekanan berlapis, seperti biaya bahan baku dan operasional melonjak bersamaan.

Beberapa usaha katering dilaporkan menaikkan harga jual hingga 50 persen demi bertahan. Ironisnya, penjual kelapa utuh pun tidak sepenuhnya diuntungkan, margin keuntungan justru menipis meski harga jual naik.

Kondisi ini pun berpotensi memburuk. Survei KedaiKOPI mencatat, 82,1 persen responden khawatir harga kelapa akan semakin tidak stabil dalam tiga bulan ke depan, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran.

Jika dibiarkan, makanan tradisional berbasis santan bisa semakin ditinggalkan karena tidak terjangkau,”

ujar Ashma.

Mayoritas publik menilai pemerintah tidak bisa lagi bersikap pasif. Sebanyak 80 persen responden mendukung penerapan pungutan ekspor (PE) kelapa bulat untuk menahan laju ekspor dan menjaga pasokan domestik. Bahkan, 77,9 persen optimistis kebijakan tersebut dapat menstabilkan harga.

KedaiKOPI merekomendasikan perbaikan regulasi ekspor, pengawasan distribusi, serta penerapan kebijakan prioritas seperti pungutan ekspor. Desakan publik juga kuat, 89 persen responden menilai pemerintah perlu segera mengambil keputusan. Namun, sejumlah pengamat menilai pungutan ekspor saja tidak cukup.

Pendekatan Komprehensif

Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI), Tulus Abadi, menekankan pentingnya pendekatan komprehensif. Menurutnya, pemerintah perlu menetapkan kewajiban pemenuhan pasar domestik (Domestic Market Obligation/DMO) agar kebutuhan dalam negeri menjadi prioritas.

Kalau tidak segera ditangani, ini bisa memicu inflasi dan menurunkan kualitas pangan rumah tangga, yang dampaknya berbahaya bagi kesehatan anak,”

ujarnya.

Peneliti CORE Indonesia, Eliza Mardian, menyoroti ketimpangan data ekspor kelapa. Ia mencatat adanya perbedaan signifikan antara data produksi dan ekspor yang tercatat di berbagai kementerian.

Produksi sekitar 2,8 juta ton, tapi ada klaim ekspor 2,4 juta ton. Sementara di Kementan tercatat hanya 1,2 juta ton. Selisih ini perlu ditelusuri,”

kata Eliza.

Selain pungutan ekspor dan DMO, Eliza mengusulkan penetapan harga eceran tertinggi (HET) untuk melindungi konsumen dari lonjakan harga yang tidak terkendali.

Lebih jauh, Ekonom Gede Sandra menilai, akar persoalan juga terletak pada kegagalan hilirisasi. Selama ini, Indonesia masih mengekspor kelapa dalam bentuk mentah dengan nilai tambah rendah.

Nilai ekspor kelapa kita hanya sekitar 1,6 miliar dolar AS. Dengan hilirisasi, potensinya bisa mencapai 6,5 miliar dolar. Jangan terus ekspor gelondongan,”

ujarnya.
Tag:eskporkedaikopikelapasurvei
Share This Article
Email Salin Tautan Print
iren natania longdong
ByIren Natania
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Peristiwa Nasional dan Politik.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Mie lendir
Hype

Terungkap! Asal Usul Mie Lendir, Kuliner Nyeleneh dari Riau yang Bikin Nagih

Mie lendir salah satu kuliner Indonesia yang namanya cukup nyeleneh. Meski tak sepopuler mie lainnya, jenis mie ini memiliki tempat tersendiri bagi para penikmat kuliner. Mie lendir tidak hanya terkenal…

By
Syifa Fauziah
Ivan
5 Min Read
Pengendara ojek daring mengantar penumpang di kawasan Kalibata, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Presiden Prabowo Subianto resmi menetapkan menurunkan komisi tarif ojek daring dari 20 persen menjadi delapan persen melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Daring. (ANTARA FOTO/Rakha Raditya Yahya)
Ekonomi Bisnis

Potongan Aplikator 8% Tak Cukup, Pengamat: Bisa Tidak Driver Ojol Jadi Pegawai BUMN?

Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online dianggap belum menjadi solusi jangka panjang bagi kesejahteraan pengemudi. Khususnya perihal potongan aplikator ojol menjadi 8 persen. Pemerintah didorong mengambil langkah…

By
Adi Briantika
Dusep
2 Min Read
Personel kepolisian menggiring sejumlah tersangka kasus perjudian daring di Perkantoran Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta, Minggu (10/5/2026). Polri memindahkan 320 orang tersangka Warga Negara Asing (WNA) dan satu orang Warga Negara Indonesia (WNI) yang diamankan dalam pengungkapan kasus perjudian daring jaringan internasional ke sejumlah kantor imigrasi untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.
Hukum

Polri Ringkus 321 Operator Judol Jaringan Internasional di Hayam Wuruk, Satu Pelaku WNI Lulusan Kamboja

Kepolisan menemukan keterlibatan satu warga negara Indonesia dalam perkara judi online (judol) jaringan internasional yang beroperasi di Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Pol Wira Satya Triputra mengatakan…

By
Rahmat
Adi Briantika
3 Min Read

BERITA LAINNYA

Driver Gojek lagi mengganti baterai Motor. (Sumber: Dok. GoTo)
Ekonomi Bisnis

Diam-diam Masuk GoTo, Danantara Baru Punya Kurang dari 1 Persen Saham 

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merespons, terkait Badan Pengelola Investasi Daya…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
1 jam lalu
Karyawan menunjukkan uang pecahan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (5/5/2026). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.405 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.394 per dolar AS, yang dipengaruhi eskalasi di Timur Tengah yang semakin memanas.
Ekonomi Bisnis

Negosiasi Damai AS-Iran Buntu, Rupiah Kembali Ambruk ke Rp17.404 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah melemah pada perdagangan Senin, 11 Mei 2026. Rupiah dibuka…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
3 jam lalu
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Ekonomi Bisnis

Pernyataan Trump dan Netanyahu Buat Harga Minyak Dunia Terbang ke US$104,49 per Barel

Harga minyak dunia melonjak pada Senin, setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
3 jam lalu
Ilustrasi Emas Antam
Ekonomi Bisnis

Harga Emas Antam Hari Ini 11 Mei 2026 Turun Rp20.000, Cek Rincian Lengkapnya

Harga emas Antam mengalami penurunan pada hari ini, Senin, 11 Mei 2026.…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up