Warga negara Spanyol yang merupakan pelatih Tim B Putri Valencia CF, Fernando Martín Carreras menjadi salah satu korban tenggelamnya kapal wisata KM Putri Sakinah di Labuan Bajo. Kejadian ini menuai sorotan, karena kapal mengalami mati mesin, dan memicu kapal tenggelam.
Plt Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), Dwi Marhen Yono mengatakan kecelakaan kapal yang beberapa kali terjadi di perairan Labuan Bajo menjadi perhatian serius oleh seluruh pemangku kepentingan.
Terkait kecelakaan kapal yang beberapa kali terjadi di Labuan Bajo, sesungguhnya menjadi perhatian seluruh pihak otoritas terkait mulai dari instansi vertikal dan daerah yang ada di Labuan Bajo, yang berkoordinasi dan berkolaborasi untuk memastikan jaminan keamanan dan keselamatan aktivitas berwisata di Labuan Bajo,”
ujar Dwi kepada owrite Senin, 29 Desember 2025.
Dwi menjelaskan, langkah mitigasi sudah dilakukan dengan memberikan edukasi, peringatan dini terkait perkiraan potensi cuaca yang setiap hari dilakukan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Informasi berkala dari BMKG sejauh ini menjadi panduan bagi para Tour Agent/Tour Operator (TA/TO) maupun otoritas izin pelayaran dalam memutuskan keamanan pelayaran,”
terangnya.
Dwi menuturkan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, telah menerbitkan Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang Panduan Berwisata Aman pada 28 November 2025, dan Surat Edaran Nomor SE/5/HK.01.03/MP/2025 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Wisata yang Aman, Nyaman, dan Menyenangkan pada Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Surat Edaran Menteri Pariwisata ini juga sudah disampaikan melalui kanal-kanal media sosial kemenpar dan kanal media sosial Satker di bawahnya termasuk BPOLBF,”
jelasnya.
Dwi menjelaskan dari sisi kapal, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) melakukan pengecekan kelaikan kapal pada saat proses clearance.
Pengecekan kelaikan kapal pada saat proses clearance oleh pihak KSOP, penerapan sistem boarding digital untuk kapal wisata pada saat keberangkatan untuk mengontrol manifes penumpang. Memastikan seluruh penumpang terdata secara real time, mencegah kelebihan kapasitas sebagai upaya meningkatkan keselamatan penumpang, yang kesemuanya dilakukan di Marina Waterfront Labuan Bajo sebelum proses keberangkatan dan pelayaran kapal dilakukan,”
tuturnya.
Di sisi lain, Kemenpar melalui Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores juga sudah menyampaikan imbauan baik kepada wisatawan maupun pelaku industri pariwisata.
Dwi menjelaskan, hal itu diantaranya wisatawan/pelaku industri diminta untuk memantau kondisi cuaca saat hendak berwisata, mengindahkan peringatan dini atau larangan berlayar karena faktor cuaca yang telah diterbitkan otoritas terkait, serta memastikan mesin kapal dalam keadaan baik.
Begitupun kelengkapan fasilitas keselamatan seperti pelampung, sekoci, sistem komunikasi, dan lain-lain pada kapal yang digunakan, dan imbauan lainnya yang diharapkan ditaati oleh para Tour Operator (TO) dan wisatawan,”
imbuhnya.

Menpar Kirim Staf Ahli ke Labuan Bajo
Sementara itu dalam keterangan tertulis, Menteri Pariwisata (Menpar), Widiyanti Putri Wardhana mengungkapkan telah mengirim anak buahnya untuk memantau kondisi kapal tenggelam tersebut.
Kami telah mengirimkan Staf Ahli Menteri serta pejabat Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores untuk secara langsung memantau dan berkoordinasi dengan operasi pencarian dan penyelamatan yang dilaksanakan oleh Basarnas di lapangan,”
terangnya.
Sebagai langkah pencegahan katanya, juga telah menetapkan larangan sementara pelayaran kapal wisata di perairan Labuan Bajo dan Kepulauan Komodo mulai 26 Desember hingga 1 Januari 2026, atau sampai dengan pengumuman lebih lanjut.
Adapun pada Jumat tanggal 26 Desember 2025, Kapal Phinisi Putri Sakina tenggelam di Perairan Selat Padar, diduga terkena gelombang setinggi 2 meter yang mengakibatkan mesin mati.


