Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan melakukan penanganan terhadap kondisi Bendung dan Jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Pante Lhong seluas 6.562 hektare di Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh, yang terdampak banjir bandang.
Total kebutuhan anggaran penanganan jaringan irigasi dan area persawahan D.I. Pante Lhong diperkirakan mencapai kurang lebih Rp79 miliar.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa hal itu sebagai langkah awal penanganan kerusakan infrastruktur irigasi akibat banjir dan limpasan air (overtopping).
Dody pun menegaskan identifikasi perlu dilakukan terlebih dulu.
Untuk D.I ini harus diidentifikasi dan dibuatkan desain penanganannya dulu karena sungainya melebar sangat signifikan supaya bendung ini dapat tetap dimanfaatkan. Dalam proses nanti kita akan melibatkan padat karya untuk normalisasi saluran irigasi agar bisa mengalirkan air ke sawah-sawah,”
kata Dody dalam keterangannya, Jumat, 2 Januari 2026.
Diketahui, Bendung D.I. Pante Lhong merupakan sumber utama penyediaan air irigasi untuk layanan persawahan seluas 6.562 hektare melalui intake kiri. Berdasarkan hasil peninjauan awal, bendung saat ini tidak dapat berfungsi secara optimal akibat endapan sedimen yang terjadi pada bangunan intake dan apron mercu.
Kerusakan juga teridentifikasi pada tanggul kanan di bagian hulu bendung, serta adanya endapan sedimen pada trashrack, kantong lumpur, dan pembilas kantong lumpur. Kondisi tersebut diperparah dari kejadian overtopping yang menyebabkan putusnya tanggul sungai di hulu hingga berdampak pada tubuh bendung.
Agar Bendung D.I. Pante Lhong dapat kembali difungsikan, diperlukan penanganan berupa pembangunan kembali tanggul, normalisasi trashrack, serta normalisasi kantong lumpur.
Selain kerusakan pada bangunan utama bendung, hasil identifikasi juga menunjukkan kerusakan signifikan pada jaringan irigasi dan area persawahan D.I. Pante Lhong. Sejumlah saluran tertutup mengalami keruntuhan akibat genangan, serta hilangnya tanggul pada beberapa ruas saluran akibat limpasan air.
Endapan sedimen juga ditemukan pada saluran sekunder serta area persawahan, dengan luasan sawah terdampak mencapai sekitar ±1.282 hektare. Kondisi ini menyebabkan terganggunya distribusi air irigasi dan menurunnya fungsi layanan irigasi bagi petani.
Untuk memulihkan fungsi jaringan irigasi dan area persawahan, diperlukan pekerjaan rehabilitasi saluran yang rusak, normalisasi saluran, serta rehabilitasi lahan pertanian yang terdampak banjir. Total kebutuhan anggaran penanganan jaringan irigasi dan area persawahan D.I. Pante Lhong diperkirakan sebesar kurang lebih Rp79 miliar.
Nantinya, untuk identifikasi dan desain permasalahan bendung akan diserahkan ke Direktorat Bina Teknik Direktorat Jenderal Sumber Daya air.
Untuk identifikasi dan desain permasalahan bendung dan Jaringan Irigasi, nanti bisa melalui Direktorat Bina Teknik Sumber Daya Air sehingga dapat diketahui seperti apa penangananya yang nantinya secara bertahap bisa dapat mengairi persawahan,“
ujar Dody.
Melalui perencanaan teknis penanganan infrastruktur irigasi D.I. Pante Lhong, diharapkan dapat mempercepat pemulihan layanan irigasi, menjaga keberlanjutan produksi pertanian, serta mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Bireuen dan sekitarnya.


