Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 15 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • iran
  • Spill
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi RI 2026 di Persimpangan, Optimisme Pemerintah vs Realitas Mesin Pertumbuhan
Ekonomi Bisnis

Ekonomi RI 2026 di Persimpangan, Optimisme Pemerintah vs Realitas Mesin Pertumbuhan

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Januari 6, 2026 12:39 pm
Anisa Aulia
Dusep
Share
Ilustrasi Kota Jakarta dan Gedung Pencakar Langitnya. (Sumber: Unsplash/ Iqro Rinaldi)
Ilustrasi Kota Jakarta dan Gedung Pencakar Langitnya. (Sumber: Unsplash/ Iqro Rinaldi)
SHARE

Pertumbuhan ekonomi nasional ditargetkan mencapai angka 5,4 persen pada 2026. Dari sisi inflasi, pemerintah menargetkan ada di kisaran 2,2 persen hingga 2,6 persen.

Daftar isi Konten
  • Target Pertumbuhan Diragukan Ekonom
  • Peran Negara Jadi Penentu
  • Inflasi Diprediksi Meleset dari Target
  • Geopolitik Bayangi Target Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sendiri meyakini perekonomian nasional di tahun 2026 bisa tumbuh 5,4 persen, bahkan mencapai angka 6 persen. Meskipun, data terakhir menunjukkan bahwa ekonomi RI kuartal III-2025 hanya tumbuh 5,04 persen secara tahunan, atau melambat dibandingkan kuartal II-2025 yang mencapai 5,12 persen.

Purbaya mengklaim, keyakinannya ini didasarkan karena mesin ekonomi fiskal sudah mulai berjalan, seiring dengan kebijakan moneter dan fiskal yang semakin sinkron.

Saya kan sedang hidupkan semua mesin ekonomi fiskal, sudah mulai jalan moneter sudah semakin sinkron, iklim investasi akan diperbaiki. Saya tetap melihat 6 persen bukan angka yang mustahil untuk tahun 2026, walaupun asumsi kita di 5,4 persen,”

ujar Purbaya dikutip Selasa, 6 Januari 2026.

Target Pertumbuhan Diragukan Ekonom

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet mengatakan, secara realistis untuk mencapai target pertumbuhan 5,4 persen bahkan 6 persen pada 2026 berat dicapai.

Kalau kita bicara realistis, ruang untuk mencapai pertumbuhan 5,4 persen apalagi 6 persen pada 2026 itu cukup sempit. Bukan berarti mustahil, tapi prasyaratnya berat,”

ujar Yusuf kepada owrite.

Beban berat mencapai target itu jelas Yusuf dipengaruhi beberapa faktor, yakni mesin utama pertumbuhan ekonomi RI masih belum pulih, upah rendah, masyarakat tahan belanja, hingga kredit dan investasi masih terkonsentrasi di korporasi besar.

Mesin pertumbuhan utama kita terutama konsumsi rumah tangga belum sepenuhnya pulih. Upah riil masih tertekan, kelas menengah cenderung menahan belanja, sementara kredit dan investasi masih terkonsentrasi di korporasi besar. Jadi tanpa akselerasi signifikan dari sisi konsumsi dan investasi swasta, target setinggi itu akan sulit dicapai,”

tegasnya.

Peran Negara Jadi Penentu

Yusuf menilai, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 2026 masih sangat bergantung dari peran negara. Pertama, kebijakan fiskal yang ekspansif akan menjadi penopang utama permintaan domestik.

Kedua dari sisi moneter, meskipun ruang pelonggaran terbatas dukungan likuiditas perbankan misalnya melalui penempatan dana pemerintah, tetap membantu menjaga aliran kredit. Ketiga, investasi pemerintah yang diarahkan untuk integrasi sektor pertanian, manufaktur, dan jasa cukup penting untuk menopang transformasi ekonomi jangka menengah.

Masalahnya, dorongan ini belum sepenuhnya diimbangi oleh konsumsi rumah tangga yang kuat dan investasi swasta yang merata,”

ucapnya.

Inflasi Diprediksi Meleset dari Target

Sedangkan dari sisi inflasi, Yusuf menilai bahwa pada 2026 inflasi akan melewati batas target yang ditetapkan sebesar 2,2-2,6 persen. Dia memproyeksikan, inflasi 2026 akan ada di kisaran 2,7-3,7 persen.

Soal inflasi 2026, saya melihat risikonya cenderung ke atas. Target pemerintah di kisaran 2,2–2,6 persen memang ideal, tapi tidak mudah dicapai,”

terangnya.

Yusuf mengungkapkan, tantangan menjaga inflasi agar tetap terjaga dalam sasaran target 2026. Menurutnya, tekanan akan datang dari kenaikan biaya produksi manufaktur, ketidakpastian pasokan pangan akibat faktor cuaca, serta gejolak harga pangan global.

Inflasi pangan bergejolak masih relatif tinggi, dan ini seringkali sulit dikendalikan dalam waktu singkat. Jadi peluang inflasi menembus batas atas target itu cukup terbuka,”

terangnya.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi Indonesia pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen secara month to month (mtm), dan 2,92 persen secara year on year (yoy). Target inflasi Indonesia sendiri pada 2025 berada dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen.

Geopolitik Bayangi Target Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi

Yusuf melanjutkan, kondisi geopolitik yang saat ini tengah bergejolak akan memberikan dampak signifikan ke pertumbuhan ekonomi dan inflasi nasional.

Terkait kondisi geopolitik global, dampaknya signifikan baik ke pertumbuhan maupun inflasi,”

ucap Yusuf.

Dia menyebut, penerapan penuh tarif resiprokal oleh Amerika Serikat (AS), dan meningkatnya ketegangan global sudah menekan ekspor Indonesia, terutama ke pasar AS. Hal itu katanya, berdampak terhadap kinerja industri dan investasi, termasuk turunnya minat investor asing.

Di sisi lain, pelemahan harga komoditas energi memangkas surplus perdagangan, sementara banjir impor murah, terutama dari China, berpotensi menekan industri domestik dan sekaligus membawa risiko inflasi impor,”

kata Yusuf.

Adapun dalam Buku II Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, target ekonomi 5,4 persen dibidik karena berpijak pada stabilitas ekonomi domestik, capaian pembangunan nasional tahun berjalan, serta strategi ekonomi dan fiskal tahun 2026.

Maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 ditargetkan akan mencapai 5,4 persen. Akselerasi pertumbuhan ekonomi terus diarahkan supaya lebih inklusif melalui pencapaian sasaran dan target indikator pembangunan,”

tulis dokumen itu.

Sementara itu, dalam buku tersebut target inflasi sudah 2026 sudah ditargetkan dalam angka 2,2 persen hingga 2,6 persen. Sedangkan Bank Indonesia (BI) menargetkan inflasi akan ada dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen.

Keputusan ini sejalan dengan upaya bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap rendahnya perkiraan inflasi 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen, dan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya,”

ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Tag:HeadlineinflasiInvestasiKonsumsi Rumah TanggaPertumbuhan EkonomiPurbayaSpill
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Trump dan Xi Jinping Bertemu di Beijing, Harga Minyak Dunia Terkoreksi ke US$105 per Barel
By Anisa Aulia
Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
1
Sidang Kasus Air Keras: Serda Edi Sudarko Ngaku Kesal Lihat Video Andrie Yunus di Hotel Fairmont
By Rahmat
Hakim menampilkan foto salah satu terdakwa yang juga terkena air keras Serda Edi Sudarko (kedua kanan) pada sidang lanjutan kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS Andrie Yunus di Pengadilan Militer II-08, Jakarta, Rabu (6/5/2026). Sidang tersebut beragendakan mendengar keterangan delapan orang saksi dengan rincian lima orang anggota TNI dan tiga orang warga sipil yang dihadirkan Oditur Militer.
2
Buntut Polemik LCC Kalbar: MPR RI Nonaktifkan Dua Juri dan MC, Final Bakal Diulang
By Hadi Febriansyah
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal MPR RI Siti Fauziah.
3
Efek Domino Kurs Rp17.500: Manufaktur Terjepit, Daya Beli Masyarakat Turun, dan Potensi PHK
By Anisa Aulia
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Kwitang, Jakarta, Kamis (23/4/2026). Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Kamis (23/4/2026) melemah 106 poin atau 0,62 persen menjadi Rp17.287 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.181 per dolar AS, dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak dunia akibat perang AS dan Iran.
4
Kevin Warsh Disetujui Jadi Ketua The Fed Gantikan Jerome Powell, Ini PR Beratnya
By Anisa Aulia
Kevin Warsh, Ketua Federal Reserve (The Fed) terpilih. (Sumber: Dok. Federal Reserve)
5

BERITA LAINNYA

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (sumber: Kementan)
Ekonomi Bisnis

RI Ekspor 47,2 Ribu Ton Pupuk ke Australia, Mentan Incar India-Brasil

Indonesia melakukan ekspor perdana pupuk urea ke Australia sebanyak 47.250 ton, atau…

Nisa-OWRITEAmin Suciady
By
Anisa Aulia
Amin Suciady
11 jam lalu
Emas Batangan. (Sumber: Unsplash/Jingming Pan)
Ekonomi Bisnis

Pemerintah Turunkan Harga Patokan Ekspor Emas, Ini Alasannya

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menurunkan, Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR)…

Nisa-OWRITEAmin Suciady
By
Anisa Aulia
Amin Suciady
12 jam lalu
Pengunjung melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
Ekonomi Bisnis

Imbas Pengumuman MSCI, IHSG Terperosok 3,53% dan Dana Asing Kabur Rp1,5 Triliun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah selama perdagangan tiga hari terakhir, mulai…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
14 jam lalu
Bahan Bakar Avtur
Ekonomi Bisnis

Kemenhub Naikkan Fuel Surcharge Maksimal 100% dari Tarif Batas Atas Penerbangan

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan penyesuaian, besaran biaya tambahan bahan bakar atau fuel…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
15 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up