Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 1 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Prabowo Subianto
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Ekonomi RI 2026 di Persimpangan, Optimisme Pemerintah vs Realitas Mesin Pertumbuhan
Ekonomi Bisnis

Ekonomi RI 2026 di Persimpangan, Optimisme Pemerintah vs Realitas Mesin Pertumbuhan

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Januari 6, 2026 12:39 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
6 bulan lalu
Share
Ilustrasi Kota Jakarta dan Gedung Pencakar Langitnya. (Sumber: Unsplash/ Iqro Rinaldi)
Ilustrasi Kota Jakarta dan Gedung Pencakar Langitnya. (Sumber: Unsplash/ Iqro Rinaldi)
SHARE

Pertumbuhan ekonomi nasional ditargetkan mencapai angka 5,4 persen pada 2026. Dari sisi inflasi, pemerintah menargetkan ada di kisaran 2,2 persen hingga 2,6 persen.

Daftar isi Konten
  • Target Pertumbuhan Diragukan Ekonom
  • Peran Negara Jadi Penentu
  • Inflasi Diprediksi Meleset dari Target
  • Geopolitik Bayangi Target Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sendiri meyakini perekonomian nasional di tahun 2026 bisa tumbuh 5,4 persen, bahkan mencapai angka 6 persen. Meskipun, data terakhir menunjukkan bahwa ekonomi RI kuartal III-2025 hanya tumbuh 5,04 persen secara tahunan, atau melambat dibandingkan kuartal II-2025 yang mencapai 5,12 persen.

Purbaya mengklaim, keyakinannya ini didasarkan karena mesin ekonomi fiskal sudah mulai berjalan, seiring dengan kebijakan moneter dan fiskal yang semakin sinkron.

Saya kan sedang hidupkan semua mesin ekonomi fiskal, sudah mulai jalan moneter sudah semakin sinkron, iklim investasi akan diperbaiki. Saya tetap melihat 6 persen bukan angka yang mustahil untuk tahun 2026, walaupun asumsi kita di 5,4 persen,”

ujar Purbaya dikutip Selasa, 6 Januari 2026.

Target Pertumbuhan Diragukan Ekonom

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet mengatakan, secara realistis untuk mencapai target pertumbuhan 5,4 persen bahkan 6 persen pada 2026 berat dicapai.

Kalau kita bicara realistis, ruang untuk mencapai pertumbuhan 5,4 persen apalagi 6 persen pada 2026 itu cukup sempit. Bukan berarti mustahil, tapi prasyaratnya berat,”

ujar Yusuf kepada owrite.

Beban berat mencapai target itu jelas Yusuf dipengaruhi beberapa faktor, yakni mesin utama pertumbuhan ekonomi RI masih belum pulih, upah rendah, masyarakat tahan belanja, hingga kredit dan investasi masih terkonsentrasi di korporasi besar.

Mesin pertumbuhan utama kita terutama konsumsi rumah tangga belum sepenuhnya pulih. Upah riil masih tertekan, kelas menengah cenderung menahan belanja, sementara kredit dan investasi masih terkonsentrasi di korporasi besar. Jadi tanpa akselerasi signifikan dari sisi konsumsi dan investasi swasta, target setinggi itu akan sulit dicapai,”

tegasnya.

Peran Negara Jadi Penentu

Yusuf menilai, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 2026 masih sangat bergantung dari peran negara. Pertama, kebijakan fiskal yang ekspansif akan menjadi penopang utama permintaan domestik.

Kedua dari sisi moneter, meskipun ruang pelonggaran terbatas dukungan likuiditas perbankan misalnya melalui penempatan dana pemerintah, tetap membantu menjaga aliran kredit. Ketiga, investasi pemerintah yang diarahkan untuk integrasi sektor pertanian, manufaktur, dan jasa cukup penting untuk menopang transformasi ekonomi jangka menengah.

Masalahnya, dorongan ini belum sepenuhnya diimbangi oleh konsumsi rumah tangga yang kuat dan investasi swasta yang merata,”

ucapnya.

Inflasi Diprediksi Meleset dari Target

Sedangkan dari sisi inflasi, Yusuf menilai bahwa pada 2026 inflasi akan melewati batas target yang ditetapkan sebesar 2,2-2,6 persen. Dia memproyeksikan, inflasi 2026 akan ada di kisaran 2,7-3,7 persen.

Soal inflasi 2026, saya melihat risikonya cenderung ke atas. Target pemerintah di kisaran 2,2–2,6 persen memang ideal, tapi tidak mudah dicapai,”

terangnya.

Yusuf mengungkapkan, tantangan menjaga inflasi agar tetap terjaga dalam sasaran target 2026. Menurutnya, tekanan akan datang dari kenaikan biaya produksi manufaktur, ketidakpastian pasokan pangan akibat faktor cuaca, serta gejolak harga pangan global.

Inflasi pangan bergejolak masih relatif tinggi, dan ini seringkali sulit dikendalikan dalam waktu singkat. Jadi peluang inflasi menembus batas atas target itu cukup terbuka,”

terangnya.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi Indonesia pada Desember 2025 tercatat sebesar 0,64 persen secara month to month (mtm), dan 2,92 persen secara year on year (yoy). Target inflasi Indonesia sendiri pada 2025 berada dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen.

Geopolitik Bayangi Target Pertumbuhan Ekonomi dan Inflasi

Yusuf melanjutkan, kondisi geopolitik yang saat ini tengah bergejolak akan memberikan dampak signifikan ke pertumbuhan ekonomi dan inflasi nasional.

Terkait kondisi geopolitik global, dampaknya signifikan baik ke pertumbuhan maupun inflasi,”

ucap Yusuf.

Dia menyebut, penerapan penuh tarif resiprokal oleh Amerika Serikat (AS), dan meningkatnya ketegangan global sudah menekan ekspor Indonesia, terutama ke pasar AS. Hal itu katanya, berdampak terhadap kinerja industri dan investasi, termasuk turunnya minat investor asing.

Di sisi lain, pelemahan harga komoditas energi memangkas surplus perdagangan, sementara banjir impor murah, terutama dari China, berpotensi menekan industri domestik dan sekaligus membawa risiko inflasi impor,”

kata Yusuf.

Adapun dalam Buku II Nota Keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026, target ekonomi 5,4 persen dibidik karena berpijak pada stabilitas ekonomi domestik, capaian pembangunan nasional tahun berjalan, serta strategi ekonomi dan fiskal tahun 2026.

Maka pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 ditargetkan akan mencapai 5,4 persen. Akselerasi pertumbuhan ekonomi terus diarahkan supaya lebih inklusif melalui pencapaian sasaran dan target indikator pembangunan,”

tulis dokumen itu.

Sementara itu, dalam buku tersebut target inflasi sudah 2026 sudah ditargetkan dalam angka 2,2 persen hingga 2,6 persen. Sedangkan Bank Indonesia (BI) menargetkan inflasi akan ada dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen.

Keputusan ini sejalan dengan upaya bersama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap rendahnya perkiraan inflasi 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen, dan stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan fundamentalnya,”

ujar Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Tag:HeadlineinflasiInvestasiKonsumsi Rumah TanggaPertumbuhan EkonomiPurbayaSpill
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Feri Amsari Soroti Vonis 10 Tahun Nadiem: Perkara Ini dari Awal Unik dan Agak Aneh
By Hardani Triyoga
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek Nadiem Anwar Makarim (tengah) menemui pengemudi gojek seusai mengikuti sidang pembacaan putusan (vonis) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
1
Tambang Bodong Tanpa AMDAL, DPR Sindir Pemerintah Bungkam Saat Warga Adat Ditindas
By Rahmat Tunny
Anggota Komisi XIII DPR RI, Saadiah Uluputty.
2
RUU Keamanan Siber Dinilai Masih Punya 22 ‘Titik Buta’, DPR Diminta Jangan Buru-buru Sahkan
By Rika Pangesti
Fotokopi e-KTP
3
PSI Klaim Jokowi Effect Terbukti, Tokoh Politik Ramai-ramai Merapat Jelang Pemilu 2029
By Rahmat Tunny
Presiden ketujuh Joko Widodo (tengah) menyapa relawan saat menghadiri Rakorda DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di kota Bandar Lampung, Lampung, Sabtu (27/62026).
4
Mbappe dan Barcola Bersinar, Prancis Melenggang Mulus ke Babak 16 Besar
By Hadi Febriansyah
Kylian Mbappe menggila, pepet Messi di daftar top skor Piala Dunia 2026
5

BERITA LAINNYA

Pesawat A320 milik maskapai Citilink. (Sumber: Citilink)
Ekonomi Bisnis

Citilink Buka 5 Rute Baru Mulai Hari Ini, Yogyakarta Jadi Hub Penerbangan Baru

Maskapai penerbangan Citilink resmi membuka lima rute baru domestik yang mulai beroperasi…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
2 jam lalu
Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Ekonomi Bisnis

Kinerja Ekspor Mei 2026 Lesu Tapi Impor Melonjak 22,16%, Ada Apa dengan Ekonomi RI?

Kinerja ekspor Indonesia pada Mei 2026 mencapai US$23,20 miliar atau turun 5,73…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
Warga melihat barang dagangan melalui perangkat elektronik pada aplikasi platform niaga elektronik (e-commerce) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Selasa (30/6/2026). (Sumber: Antara Foto/Harviyan Perdana Putra/nym)
Ekonomi Bisnis

Pajak Marketplace Berlaku 1 Agustus, Tokopedia hingga Shopee Ditunjuk Jadi Pemungut

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menunjuk empat marketplace sebagai pemungut Pajak…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim (tengah) meninggalkan Pengadilan Tipikor bersama istrinya, Franka Franklin (kanan) usai sidang putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Ekonomi Bisnis

Warning MSCI dan Vonis Nadiem Jadi Alarm Baru, Investor Asing Makin Hati-hati ke RI

CNBC International melaporkan bahwa para investor diperkirakan akan semakin berhati-hati terhadap Indonesia…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up