Bank Indonesia (BI) melaporkan, kinerja penjualan eceran pada November 2025 naik secara bulanan dan tahunan. Kondisi ini tercermin dari Indeks Penjualan Riil (IPR) yang tumbuh 6,3 persen year on year (yoy), dan 1,5 persen month to month (mtm).
Kepala Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso mengatakan, secara tahunan seluruh kelompok tumbuh dengan kenaikan tertinggi pada kelompok suku cadang dan aksesori, makanan minuman dan tembakau, barang budaya dan rekreasi, serta bahan bakar kendaraan bermotor.
Pada November 2025, IPR secara tahunan tumbuh sebesar 6,3 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan dengan IPR bulan sebelumnya sebesar 4,3 persen yoy,”
ujar Denny dalam keterangannya Senin, 12 Januari 2026.
Adapun secara bulanan, penjualan eceran yang tumbuh 1,5 persen disumbang utamanya oleh kelompok peralatan informasi dan komunikasi, suku cadang dan aksesori, bahan bakar kendaraan bermotor, serta makanan minuman dan tembakau. Kenaikan ini seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Penjualan Eceran Desember Diproyeksi Tumbuh
Sedangkan untuk Desember 2025, BI memperkirakan penjualan eceran tetap tumbuh secara tahunan dan meningkat secara bulanan. IPR Desember 2025 diperkirakan tumbuh sebesar 4,4 persen yoy, atau lebih rendah dari November 2025.
Kinerja penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan kelompok suku cadang dan aksesori, makanan, minuman, dan tembakau, barang budaya dan rekreasi, serta bahan bakar kendaraan bermotor,”
katanya.
Denny menuturkan, secara bulanan kinerja penjualan eceran juga diperkirakan tumbuh 4 persen. Hal ini didorong oleh peralatan informasi dan komunikasi, barang budaya dan rekreasi, perlengkapan rumah tangga lainnya, hingga makanan minuman dan tembakau.
Di samping itu, dari sisi harga dan tekanan inflasi pada tiga bulan akan datang yakni Februari 2026 diperkirakan akan naik. Sedangkan pada Mei 2026 diramal akan turun.
Hal ini tercermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Februari 2026 yang tercatat sebesar 168,6, lebih tinggi dibandingkan dengan 163,2 pada periode sebelumnya didorong oleh ekspektasi kenaikan harga menjelang periode Ramadan 1447 H,”
imbuhnya.


