Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo membeberkan bahwa bank sentral telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp23,7 triliun dari awal tahun hingga 23 Januari 2026.
Perry mengatakan, pembelian SBN dilakukan dari pasar sekunder, hal ini sejalan dengan kebijakan moneter ekspansif.
(Pembelian SBN) sebesar Rp23,7 triliun sampai dengan 23 Januari 2026,”
ujar Perry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan dikutip Rabu, 28 Januari 2026.
Adapun selama 2025, BI telah membeli SBN sebesar Rp332,1 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder dan program debt switching dengan Pemerintah sebesar Rp246,6 triliun.
Perry menekankan, pembelian SBN ini dilakukan sesuai mekanisme pasar, serta konsisten dengan program moneter yang ditempuh bank sentral.
Pembelian SBN dimaksud sebagai bentuk sinergi erat antara kebijakan moneter BI dan kebijakan fiskal Pemerintah,”
jelasnya.
Perry menjelaskan, dari pembelian SBN oleh BI, sebagian digunakan pemerintah untuk mendanai program pembangunan 3 juta rumah, serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Sebagian SBN dimaksud dipergunakan Pemerintah untuk pendanaan program ekonomi kerakyatan dalam Asta Cita, seperti perumahan rakyat dan KDMP,”
tuturnya.

