Itu kesalahan yang fatal di situ sehingga kita mengalami koreksi yang dalam kemarin, yang kalau nggak cepat di betulin bisa mengganggu yang lain-lain dianggapnya ekonominya nggak stabil,”
tuturnya.
Thomas ke BI dan Dirut BEI Mundur Beri Dampak?
Saat ditanya terkait Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono sudah terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia dan mundurnya Iman, apakah memberikan dampak ke fiskal. Purbaya menegaskan bahwa kedua hal itu tidak akan memberi dampak.
Nggak ada, saya untung kalau dia mundur dia bayar pajak. Bukan saya yang bayar juga gajinya, nggak ada ke fiskal. Kalau saya pikir ini sinyal yang positif,”
tuturnya.
Menurutnya, mundurnya Iman akan memberikan sinyal positif terhadap investor di pasar modal dan riil sektor. Sebab investor menilai bahwa pemerintah bisa mengatasi masalah dengan cepat.
Artinya investor di pasar modal maupun di riil sektor lihat bahwa kita meng-handle masalah dengan cepat dan sungguh-sungguh. Jadi yang tadinya ragu-ragu mestinya akan lebih yakin bahwa arah ke depan adalah lebih baik. Jadi mereka akan investasi di pasar modal maupun di riil sektor, di FDI,”
tuturnya.
Sebelumnya, Iman Rachman mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 30 Januari 2026. Alasan mundurnya dia karena Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ambruk dalam dua hari sebelumnya.
Iman mengatakan, pengunduran dirinya ini sebagai bentuk tanggung jawab atas kondisi di pasar modal. Adapun pada 28 dan 29 Januari 2026 IHSG mengalami penghentian sementara alias trading halt ke 8 persen.
Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,”
ujar Iman di Jakarta, Jumat 30 Januari 2026.
Iman berharap, dengan mundurnya dia sebagai pimpinan BEI akan membuat pasar modal Indonesia lebih baik ke depannya. Ia mengharapkan, IHSG bisa terus menguat seperti pembukaan perdagangan hari ini.