Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 12 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi RI Tumbuh 5,61% Tapi Rupiah Ambruk, Investor Mulai Tak Percaya Pemerintah?
Ekonomi Bisnis

Ekonomi RI Tumbuh 5,61% Tapi Rupiah Ambruk, Investor Mulai Tak Percaya Pemerintah?

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Mei 7, 2026 12:10 pm
Anisa Aulia
Dusep
Share
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Asprilla Dwi Adha/hma)
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Asprilla Dwi Adha/hma)
SHARE

Ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tumbuh sebesar 5,61 persen. Namun, pertumbuhan ini tidak sejalan dengan kondisi nilai tukar rupiah yang tertekan hingga ke level Rp17.400 per dolar AS.

Daftar isi Konten
  • Anomali Data: Pertumbuhan Tinggi Tak Sejalan Indikator Lapangan
  • Sektor Transportasi hingga Investasi Dinilai Tak Sinkron

Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menilai kondisi tersebut mencerminkan bahwa investor tengah khawatir terhadap perekonomian RI.

Terkait rupiah melemah di saat pertumbuhan ekonomi meningkat saya melihat ada kekhawatiran investor terhadap ekonomi kita. Meskipun ekonomi tumbuh, investor (dan masyarakat luas) melihat sangat rapuh,”

ujar Huda kepada Owrite.id Rabu, 6 Mei 2026.

Huda mengatakan, dari sisi anggaran defisit tercatat melebar, utang naik, dan kepercayaan terhadap pemerintah jauh. Kondisi ini pun membuat investor kabur dari dalam negeri. Adapun defisit APBN per Maret 2026 mencapai Rp240,1 triliun, atau setara 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

Dari sisi budget defisit melebar, utang juga naik, namun kepercayaan kepada pemerintah jatuh. Maka investor akan melepas rupiah dan lari ke USD,”

tuturnya.
Dedung-gedung di Jakarta, Indonesia. (Sumber: Unsplash/ Afif Ramdhasuma)
Dedung-gedung di Jakarta, Indonesia. (Sumber: Unsplash/ Afif Ramdhasuma)

Anomali Data: Pertumbuhan Tinggi Tak Sejalan Indikator Lapangan

Huda mengatakan, data pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2026 menjadi yang tertinggi sejak 2012, bahkan dua periode kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) ekonomi RI tidak mampu tumbuh mencapai 5,6 persen.

Pemerintah sudah mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 2026 dengan angka yang sangat tinggi, 5,61 persen. Angka tersebut tertinggi semenjak tahun 2012 dan dua periode Jokowi pun tidak mampu mencapai 5,6 persen,”

tuturnya.

Namun, Huda mengatakan ada anomali kondisi terhadap hasil perhitungan pemerintah tersebut. Pertama, pertumbuhan konsumsi rumah tangga di 5,52 persen pada kuartal I-2026 dibandingkan periode yang sama di 2025 yang hanya tumbuh 4,96 persen. 

Padahal, bila dilihat dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia (BI) per Maret 2026, IKK turun menjadi 122,9 basis poin dibandingkan bulan Januari 2026 yang sebesar 127,0 basis poin. Begitu juga tahun lalu mengalami penurunan serupa meskipun lebih tajam. 

Biasanya, IKK ini mencerminkan pergerakan konsumsi rumah tangga, namun menurut data BPS, ternyata tidak,”

kata Huda.

Lebih menarik lagi katanya, pertumbuhan konsumsi pakaian, alas kaki, dan jasa perawatannya mengalami perlambatan dibandingkan kuartal I-2025. Seharusnya kata Huda, momen Ramadan-Lebaran bisa mendongkrak kinerja tersebut. 

Sedangkan tahun lalu, tumbuh 6,86 persen tapi konsumsi rumah tangga jauh lebih lambat. Jadi ada anomali dalam perhitungan konsumsi rumah tangga yang dilakukan oleh BPS,”

tuturnya.
Konsumen saat sedang berbelanja di Superindo. (Sumber: Owrite/Dusep)
Konsumen saat sedang berbelanja di Superindo. (Sumber: Owrite/Dusep)

Sektor Transportasi hingga Investasi Dinilai Tak Sinkron

Anomali kedua terang Huda, konsumsi transportasi dan komunikasi yang tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan empat kuartal sebelumnya. Pada kuartal I-2026 konsumsi transportasi dan komunikasi tumbuh 6,91 persen, secara beruntun pertumbuhan konsumsi ini adalah 6,15 persen di kuartal I-2025, 6,48 persen di kuartal II, 6,41 persen kuartal III, dan 6,35 persen di kuartal IV. 

Namun demikian, jasa transportasi dan pergudangan hanya tumbuh 8,04 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu yang kuartal IV hanya tumbuh secara berurutan 9,01 persen, 8,52 persen, 8,62 persen, dan 8,98 persen. 

Begitu pula dengan jasa informasi dan komunikasi yang mengalami perlambatan di periode yang sama. Anomali di sektor ini sangat terasa ketika konsumsi kita tidak ditopang oleh jasa terkait,”

tuturnya. 

Anomali ketiga, dalam pembentukan modal tetap bruto (PMTB) pertumbuhan tertinggi berasal dari sub kendaraan. Sama seperti mesin pada tahun lalu yang dianggap sebagai penyumbang signifikan PMTB, kendaraan yang jadi penyumbang PMTB juga dihasilkan dari impor kendaraan. 

PMTB sub kendaraan tercatat tumbuh sebesar 12,39 persen, namun di satu sisi pertumbuhan untuk industri alat angkutan terkontraksi hingga -5,02 persen. 

Saya menduga angka PMTB kendaraan ini disumbang oleh impor kendaraan untuk keperluan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Pada akhirnya, impor KDKMP ini jadi justifikasi PMTB kendaraan mengalami pertumbuhan yang luar biasa tinggi, tapi industrinya letoy,”

tuturnya.
Tag:HeadlineinvestorKonsumsi Rumah TanggaMBGNilai TukarPertumbuhan EkonomiPMTBRupiahTransportasi
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ilustrasi Salat Tahajut
Hype

Doa Setelah Salat Tahajud Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Doa setelah salat tahajud harus dilafalkan agar ibadah lebih sempurna. Seperti diketahui, salat tahajud merupakan ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dilaksanakan sebagai tanda kedekatan kepada Allah SWT. Salat tahajud bisa…

By
Syifa Fauziah
Ivan
7 Min Read
Swiss-Belresidences Kalibata
Hype

Kini Bisa Check-in Fleksibel, Hotel di Jakarta Tawarkan Menginap 24 Jam

Swiss-Belresidences Kalibata resmi menghadirkan program terbaru yaitu “24Hours Stay”, sebuah konsep menginap fleksibel yang memungkinkan tamu menikmati kamar selama 24 jam penuh sejak waktu check-in.  Program ini dihadirkan sebagai jawaban…

By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
2 Min Read
Petugas mengisi avtur ke pesawat Boeing 777-31H(ER) dengan nomor penerbangan SV5103 milik maskapai penerbangan Saudia di Bandara Internasional Sultan Mahmud Baddarudin (SMB) II Palembang
Internasional

Krisis Avtur: Maskapai Eropa Batalkan 13 Ribu Penerbangan di Bulan Mei

Krisis bahan bakar pesawat membuat banyak maskapai penerbangan Eropa mulai membatalkan ribuan penerbangan pada Mei 2026. Kondisi ini terjadi setelah konflik Iran memicu lonjakan harga bahan bakar jet hingga ke…

By
Ani Ratnasari
Ivan
4 Min Read

BERITA LAINNYA

Gambar ilustrasi pertumbuhan ekonomi
Ekonomi Bisnis

Tak Ada Lebaran, Ekonom Mandiri Ramal Ekonomi Kuartal II-2026 Bakal Melambat

Head of Macroeconomics and Financial Market Research Bank Mandiri, Dian Ayu Yustina…

Nisa-OWRITEAmin Suciady
By
Anisa Aulia
Amin Suciady
5 jam lalu
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengungkapkan temuan Gas di Kaltim. (Sumber: Owrite/Iren Natania)
Ekonomi Bisnis

Gegara Komplain Pelaku Usaha, Bahlil ‘Tahan’ Rencana Pengenaan Bea Keluar Nikel

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia akan menunda rencana…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
5 jam lalu
Gedung Federal Reserve. (Sumber: The Fed)
Ekonomi Bisnis

Ruang Penurunan Suku Bunga The Fed Menyempit, BI Rate Tetap 4,75%

Tim Ekonom Bank Mandiri memproyeksikan, Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
5 jam lalu
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia saat membahas soal BBM Nonsubsidi yang naik. (Sumber: Owrite/Iren Natania)
Ekonomi Bisnis

RI Berencana Jadi ‘Tangki Minyak’ ASEAN, Bahlil: Kita yang Supply Asia Tenggara

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa Indonesia…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up