Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, alokasi anggaran APBN untuk proyek gentengisasi yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto kurang dari Rp1 triliun. Anggaran proyek ini kemungkinan akan mengambil dana hasil sisiran Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Purbaya mengatakan, alokasi anggaran proyek gentengisasi itu masih belum diputuskan akan diambil dari pos mana. Namun, ada sejumlah opsi yakni berasal dari dana cadangan pemerintah, dan hasil penyisiran program MBG.
Gentengisasi nggak sampai Rp1 triliun. Kan kita juga ada cadangan, ada kemungkinan dari situ (anggaran MBG dipotong) ada kemungkinan di tempat lain. Tapi cukuplah nggak banyak-banyak amat anggarannya tuh gentengisasi,”
ujar Purbaya di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa, 3 Januari 2026.
Purbaya menuturkan, berdasarkan hitungan kasarnya rumah yang memakai seng hanya sedikit. Sehingga anggaran tersebut akan cukup untuk mendukung proyek gentengisasi.
Berapa rumah yang pakai seng, itu kan itungan yang ada kan itungan kasar sekali, di mana semua rumah dihitung terus semuanya diganti. Padahal kan yang diganti paling berapa persen yang pakai seng, jadi harusnya nanti angkanya lebih kecil,”
imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026, memperkenalkan gagasan baru yang disebutnya gentengisasi.
Program ini menjadi bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah), sebuah inisiatif yang digagas Prabowo untuk memperbaiki kualitas lingkungan permukiman sekaligus mempercantik wajah Indonesia dari desa hingga kota.
Prabowo menyoroti penggunaan atap seng yang menurutnya terlalu mendominasi permukiman di Indonesia. Ia menilai, seng tidak ramah bagi penghuni rumah dan merusak estetika lingkungan.
Saya ingin semua atap Indonesia pakai genteng. Jadi ini nanti gerakannya adalah gerakan, proyeknya adalah proyek gentengisasi seluruh Indonesia. Alat-alat genteng itu, alat pabrik genteng itu tidak mahal. Jadi nanti koperasi-koperasi Merah Putih akan kita lengkapi dengan pabrik genteng. Genteng itu bahan bakunya dari tanah dan dengan dicampur dengan beberapa zat limbah lainnya bisa ringan dan kuat,”
kata Prabowo.

