Ekonom menyoroti pertumbuhan ekonomi 2025 yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) tumbuh sebesar 5,11 persen.
Sebab, kondisi itu berkebalikan dengan penerimaan pajak yang tak mencapai target hanya sebesar Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target APBN 2025.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, kondisi tersebut tidak bisa dilihat secara hanya dari sisi penerimaan pajak.
Menurutnya, perlambatan penerimaan pajak terjadi karena tekanan ekonomi pada awal tahun.
Kita ngebutnya kan di terakhir-terakhir kan, kan pajak nggak bisa recover secepat itu udah cukup bagus tuh di kuartal ke III kuartal ke-IV ada tumbuh ini cepat. Cuman kalau Anda lihat apakah data PDB sinkron dengan data di masyarakat,”
ujar Purbaya di Wisma Danantara, Jumat, 13 Februari 2026.
Purbaya mengatakan, penilaian terhadap pertumbuhan ekonomi tidak hanya bertumpu pada satu indikator.
Menurutnya, berbagai data sektoral menunjukkan adanya perbaikan yang cukup sinkron dengan data Produk Domestik Bruto (PDB).
Anda lihat data penjualan-penjualan itu, penjualan mobil, penjualan motor dan data indeks kepercayaan konsumen, kepercayaan masyarakat pemerintah kelihatan sekali kan dari turun sejak September udah naik lagi. Jadi itu agak menyelamatkan kita,”
tuturnya.
Purbaya menuturkan, bila ada pihak yang tidak mempercapai data BPS terkait pertumbuhan ekonomi tersebut.
Ia meminta agar dilihat data survei lainnya mulai dari penjuaan motor, semen, hingga konsumsi listrik.
Jadi kalau orang menyorot itu lihat aja data-data yang lain. Kalau Anda nggak percaya BPS misalnya ya lihat sinkron dan kebijakan dengan data-data survei yang lain. Kan ada banyak data dari penjualan mobil-motor, penjualan semen, konsumsi listrik, PMI, segala macam. Itu sepertinya sinkron kita membaik di kuartal ke-IV tahun lalu,”
katanya.
Purbaya pun menyatakan, akan mati-matian menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, ekonomi pun tengah menuju pertumbuhan yang lebih cepat.
Kita menuju ke pertumbuhan yang lebih cepat. Kalau momentumnya bisa kita jaga. Saya akan mati-matian di situ jaga momentum pertumbuhan ekonomi,”
tuturnya.
Adapun berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil nasional dari dealer langsung ke konsumen akhir (retail) sepanjang 2025 sebanyak 833.692 unit atau turun 6,3 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 889.680 unit.
Sementara itu, industri manufaktur Indonesia pada akhir tahun 2025 masih mencatat ekspansi meski melambat dari bulan sebelumnya.
Data Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang dirilis S&P Global ada di level 51,2 pada Desember 2025, turun dari posisi 53,3 pada November.
Sebelumnya, Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda menilai ada beberapa kejanggalan dari angka statistik yang diumumkan oleh BPS.
Huda menyoroti, angka kumulatif pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada 2025, yang tidak melebihi angka 5,11 persen.
Sedangkan kontribusi keduanya mencapai 82,65 persen, yang mana konsumsi rumah tangga sebesar 53,88 persen dan PMTB sebesar 28,77 persen.
Huda juga menyoroti terkait PMTB yang naik tajam karena impor mesin dan perlengkapan. Tercatat pertumbuhan PMTB sub komponen mesin dan perlengkapan di angka 17,99 persen.
Di sisi lain, net ekspor diklaim menjadi pendongkrak pertumbuhan ekonomi dengan menjadi sumber pertumbuhan sebesar 0,74 persen. Jadi kita tempatkan dimana IMPOR mesin tersebut?”
ujarnya.
Huda menilai, kondisi ekonomi tersebut berbanding terbalik dengan realisasi penerimaan pajak yang mengalami penurunan.
Sepanjang 2025 realisasi penerimaan pajak hanya mencapai Rp1.917,6 triliun atau 87,6 persen dari target APBN 2025 Rp2.189,3 triliun. Angka ini turun secara neto sebesar -0,7 persen secara yoy.
Kondisi ekonomi tersebut berkebalikan dengan kondisi penerimaan perpajakan dimana penerimaan perpajakan mengalami kontraksi cukup dalam terutama yang berhubungan dengan konsumsi (PPN dan PPnBM). Sewajarnya, ketika ekonomi baik, penerimaan pajak juga membaik. Alhasil, angka yang kontradiktif ini menjadi pertanyaan,”
tuturnya.


