Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menandatangani tarif perdagangan timbal balik atau resiprokal untuk kedua negara. Sejumlah produk ekspor Indonesia ke AS pun mendapatkan tarif 0 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan ada sebanyak 1.819 pos tarif produk Indonesia bebas tarif bea masuk ke AS. Hal ini tertuang dalam Agreement on Reciprocal Trade (ART),
Baik itu pertanian maupun industri, antara lain minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, komponen pesawat terbang yang tarifnya adalah 0 persen,”
ujar Airlangga dalam konferensi pers Jumat, 20 Februari 2026.
Airlangga menuturkan, khusus untuk produk tekstil dan apparel Indonesia, Amerika juga akan memberikan tarif 0 persen namun melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ).
Tentunya ini memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini, dan kalau kita hitung dengan keluarga, ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia,”
jelasnya.
Di samping itu, dalam perjanjian tersebut Indonesia juga akan memberikan fasilitas untuk produk AS masuk ke RI. Hal ini diantaranya produk gandum hingga kacang kedelai AS bebas masuk ke Indonesia.
Sehingga masyarakat Indonesia membayar 0 persen untuk barang yang diproduksi dari soy bean ataupun wheat, dalam hal ini noodle ataupun dalam bentuk tahu dan tempe. Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat,”
katanya.
Airlangga menuturkan, kesepakatan dagang Indonesia-AS akan berlaku paling lambat 90 hari setelah proses legalitas kedua negara diselesaikan. Artinya, perjanjian ini belum akan berlaku saat ini.
Perjanjian ini akan berlaku 90 hari setelah proses hukum diselesaikan kedua belah pihak, baik itu di Indonesia dengan konsultasi dengan DPR, maupun di Amerika dengan proses internalnya,”
imbuhnya.

