Skema penyelesaian utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh hingga saat ini masih belum jelas kepastiannya. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) bahkan direncanakan bakal ikut berperan menyelesaikan utang ini.
Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengungkapkan, sebenarnya ada dua skema pembayaran utang yang bisa dinegosiasikan oleh pemerintah kepada China.
Ada dua skema yang bisa di negosiasikan. Pertama, debt swap facility,”
ujar Bhima kepada owrite.
Bhima menjelaskan, dengan debt swap facility, pemerintah bisa membuka ruang pertukaran pokok dan bunga utang dengan pihak kreditur Whoosh.
Misalnya ditukar konsesi pengembangan properti di stasiun transit, ini solusi yang paling ringan bagi Indonesia. Ada potensi 50 persen dari total utang Whoosh masuk skema debt swap. Tergantung pada kemampuan negosiasi pemerintah,”
terangnya.
Lalu skema kedua kata Bhima, debt cancellation atau penghapusan sebagian utang mempertimbangkan keberlanjutan usaha. Opsi ini bisa diambil lantaran keuangan PT KAI kini tengah tertekan.
Opsi ini diambil karena keuangan PT KAI tertekan, sementara proyeknya bersifat B2B sehingga keberlanjutan operasional Whoosh terkait kesehatan keuangan BUMN pengelola. Debt cancellation umumnya diberlakukan di negara Afrika,”
katanya.
Penggunaan APBN Masih Abu-abu
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan saat ini masih menunggu petunjuk dari Presiden Prabowo Subianto terkait penggunaan APBN untuk membayar utang pembangunan Whoosh.
Saya masih nunggu petunjuk lebih lanjutnya,”
ujar Purbaya.
Purbaya mengaku, belum mengetahui apakah utang Whoosh sepenuhnya akan dibayar menggunakan APBN. Ia mengatakan, bila Prabowo sudah memberi petunjuk, maka dia sudah bisa memutuskan seberapa besar peran APBN dalam pembayaran utang ini.
Belum tau, belum ada petunjuk khusus dari presiden. Adanya dari Rosan, dari itu kan belum clear. Saya kalau ada petunjuk dari presiden saya kerjain, sekarang belum, paling nggak ada tapi belum firm,”
jelasnya.
Danantara Menanti Purbaya
Sementara itu, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria mengatakan untuk skema pembayaran utang Whoosh menggunakan APBN pihaknya masih menunggu keputusan Menteri Keuangan. Ia tak mempermasalahkan, bila nantinya APBN hanya ikut membayar utang Whoosh separuhnya.
Nggak papa, kita nunggu dari Pak Purbaya,”
ujar Dony.
Dony menegaskan, peran APBN dalam pembayaran utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah diputuskan oleh Prabowo. Sehingga, pihaknya hanya menunggu hal tersebut.
Kita tunggu saja, kan sudah diputuskan Pak Presiden,”
ucapnya.
