Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan hari ini, Jumat, 6 Maret 2026.
Harga emas turun Rp25.000 dari sebelumnya Rp3.049.000 menjadi Rp3.024.000 per gram.
Penurunan tersebut juga berpengaruh pada harga beli kembali (buyback) emas Antam, yang kini turun menjadi Rp2.787.000 per gram.
Emas Antam sendiri dijual dengan berbagai ukuran gramasi, mulai dari 1 gram hingga 1.000 gram (1 kilogram). Transaksi harga jual dikenakan potongan pajak, sesuai dengan PMK No. 34/PMK.10/2017.
Penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nominal lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen untuk pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP.
PPh 22 atas transaksi buyback dipotong langsung dari total nilai buyback.
Berikut daftar harga pecahan emas batangan Antam, seperti dilansir dari Logam Mulia, Jumat, 6 Maret 2026.
- 0,5 gram: Rp1.562.000
- 1 gram: Rp3.024.000
- 2 gram: Rp5.988.000
- 3 gram: Rp8.957.000
- 5 gram: Rp14.895.000
- 10 gram: Rp29.735.000
- 25 gram: Rp74.212.000
- 50 gram: Rp148.345.000
- 100 gram: Rp296.612.000
- 250 gram: Rp741.265.000
- 500 gram: Rp1.482.320.000
- 1.000 gram: Rp2.964.600.000.
Potongan pajak harga beli emas sesuai dengan PMK Nomor 34/PMK.10/2017, pembelian emas batangan dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen untuk pemegang NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap pembelian emas batangan disertai dengan bukti potong PPh 22.
Emas Global
Berbeda dengan emas global yang mengalami kenaikan seiring dengan meningkatnya konflik di Timur Tengah. Konflik tersebut menarik minat pembeli terhadap aset safe-haven, sementara jeda dalam penguatan dolar AS juga memberikan dukungan.
Harga emas spot naik 1,6 persen menjadi US$5.166,75 per ons pada pukul 14.12 GMT, setelah turun lebih dari 4 persen pada hari Selasa.
Kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman April naik 1,1 persen menjadi US$5.177,60.
Dolar AS mengalami penurunan, yang memberikan dukungan. Secara keseluruhan, faktor-faktor makro-fundamental tetap mendukung harga emas. Tentu saja, selama perang dengan Iran masih berlangsung, hal itu juga akan tetap mendukung,”
kata Peter Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.
Ada risiko bahwa volatilitas akan berlanjut. Tetapi saya tetap optimis dan berpikir kita akan melihat rekor tertinggi baru sepanjang masa.”
ujarnya.
Dolar melemah setelah mengalami kenaikan tajam pada hari Selasa. Dolar yang lebih lemah membuat harga emas dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.
AS dan Israel terus melanjutkan serangan nonstop mereka terhadap Iran. Menurut tiga sumber, milisi Kurdi Iran telah berkonsultasi dengan AS dalam beberapa hari terakhir tentang apakah, dan bagaimana, menyerang pasukan keamanan Iran di bagian barat negara itu.
Emas, aset yang tidak memberikan imbal hasil dan dianggap sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian dan inflasi, cenderung lebih disukai selama periode suku bunga rendah.


