Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak anjlok pada hari ini. Rupiah melemah ke level Rp17.009, dan IHSG anjlok sebesar 4,69 persen di level 7.229.
Merespons hal ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan melemahnya rupiah dan IHSG ini karena sebagian ekonom mengatakan bahwa ekonomi RI menuju resesi.
Rupiah 17.000, IHSG anjlok karena sebagian teman-teman ekonom bilang katanya kita sudah resesi menuju 1998 lagi, daya beli sudah hancur,”
ujar Purbaya di Pasar Tanah Abang, Jakarta, Senin, 9 Maret 2026.
Padahal kata Purbaya, kondisi yang sebenarnya tidak demikian. Ia menuturkan, ekonomi saat ini sedang ekspansi.
Ekonomi sedang ekspansi, daya beli kita jaga mati-matian dan boro-boro krisis, resesi aja belum. Melambatnya aja belum kita masih ekspansi, masih akselerasi. Itu yang kita jaga terus dalam beberapa minggu ke depan,”
imbuhnya.
Untuk itu, Purbaya meminta agar para investor di pasar saham tidak usah khawatir. Ia menyatakan, pondasi ekonomi terus di jaga.
Investor di pasar saham nggak usah takut, pondasi kita jaga betul. Kita sudah tahu krisis 98 apa penyebabnya, kita terapkan di 2008-2009 ketika global jatuh kita tumbuh bagus kan, 2020 kita jaga juga ekonominya dengan kebijakan yang pas,”
katanya.
Menurut Purbaya, pemerintah sudah memiliki pengalaman untuk memitigasi gejolak yang tengah terjadi.
Jadi teman-teman nggak usah takut, kita sudah punya pengalaman dan pengetahuan yang cukup untuk memitigasi segala gejolak yang terjadi. Tentunya dengan langkah-langkah yang diperlukan, selalu diperlukan,”
imbuhnya.


