Pemerintah mengungkapkan, stok beras Indonesia masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 324 hari ke depan. Masyarakat diminta agar tidak khawatir akan persediaan konsumsi beras.
Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) memastikan, stok pangan nasional khususnya beras dalam kondisi terjaga. Per Maret katanya, total ketersediaan beras mencapai 27,99 juta ton.
Per Maret 2026, total ketersediaan beras mencapai 27,99 juta ton, yang diperkirakan cukup untuk 324 hari ke depan, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Produksi beras nasional juga terus berada di atas kebutuhan konsumsi,”
tulis Instagram @bakom.ri dikutip Senin, 9 Maret 2026.
Bila dirinci, dari total stok beras Maret 2026 yang sebesar 27,99 juta ton, dari Bulog sebanyak 3,76 juta ton, stok masyarakat 12,50 juta ton, serta padi siap panen 11,73 juta ton.
Adapun pada Januari-Mei 2026 produksi mencapai 16,92 juta ton. Kemudian rata-rata produksi bulanan di atas konsumsi nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan.
Selain beras, komoditas pangan lainnya seperti ayam dan telur tercatat berada dalam kondisi surplus. Begitu juga stok pupuk dipastikan pemerintah dalam kondisi aman.
Komoditas pangan lain seperti ayam dan telur dalam kondisi surplus, sementara stok pupuk aman dan harganya turun sekitar 20 persen, yang turut mendukung keberlanjutan produksi pertanian nasional,”
imbuhnya.


