Lebaran menjadi momen yang ditunggu-tunggu setelah menjalankan puasa. Pada momen ini, masyarakat biasanya menjalankan mudik ke kampung halaman dan mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR).
Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman mengatakan perputaran uang pada momen Lebaran 2026 akan tetap besar, sejalan dengan pencairan THR Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pekerja swasta.
Perputaran uang pada Lebaran 2026 diperkirakan tetap besar seiring pencairan THR aparatur negara sekitar Rp55 triliun dan THR sektor swasta sekitar Rp120 triliun lebih,”
ujar Rizal kepada owrite Selasa, 10 Maret 2026.
Rizal mengatakan, dengan besaran pencairan THR ASN dan pekerja swasta pada tahun ini, maka total injeksi likuiditas akan ada di kisaran Rp170 triliun hingga Rp180 triliun.
Rizal menuturkan, tambahan likuiditas ini akan meningkatkan transaksi konsumsi, baik tunai maupun digital, selama periode Ramadan–Lebaran. Akan tetapi, dampaknya hanya bersifat jangka pendek.
Dampaknya tetap bersifat jangka pendek, sehingga setelah periode Lebaran berlalu, dinamika konsumsi akan kembali ditentukan oleh inflasi, pendapatan riil, dan kondisi pasar kerja,”
imbuhnya.
Sementara itu, Ekonom Center of Reform on Economics (CORE), Yusuf Rendy Manilet memproyeksikan jumlah uang beredar pada periode Lebaran Idul Fitri di kisaran Rp175-Rp190 triliun.
Untuk jumlah uang beredar kemungkinan di kisaran Rp175 triliun hingga Rp190 triliun,”
ujar Yusuf kepada owrite.
Yusuf mengatakan, pencairan THR ASN dan pekerja swasta akan meningkatkan jumlah uang yang beredar di masyarakat dan mendorong aktivitas transaksi dalam jangka pendek.
Namun peningkatan ini kemungkinan lebih bersifat temporer karena sebagian besar didorong oleh pendapatan tambahan yang sifatnya musiman,”
imbuhnya.


