Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite tidak akan naik meski harga minyak dunia meroket. Diketahui, harga minyak mentah global tercatat telah menembus US$118 per barel, per Senin, 9 Maret 2026.
Sekali lagi saya pastikan, sampai dengan hari raya ini insya allah enggak ada kenaikan harga BBM subsidi. Untuk subsidi,”
kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, dikutip Selasa, 10 Maret 2026.
Bahlil juga memastikan pasokan BBM tetap aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode puasa hingga hari raya Idul Fitri.
Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan pembelian secara berlebihan, karena pasokan BBM di dalam negeri tidak ada masalah.
Pasokan enggak ada masalah. Untuk puasa dan Hari Raya Idul Fitri semuanya terjamin, nggak ada masalah,”
tegas Bahlil.
Kenaikan harga minyak global terjadi di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Harga minyak mentah jenis Brent dilaporkan sudah mencapai US$118 per barel untuk pertama kali sejak 17 Juni 2022.
Lonjakan harga ini dipicu oleh meningkatnya konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Ketegangan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar pada 28 Februari 2026.


