Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Minggu, 22 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ketika Swasta Khawatir Tersingkir dan Masuk Bangku Cadangan Akibat Ambisi Ekonomi 6 Persen
Ekonomi Bisnis

Ketika Swasta Khawatir Tersingkir dan Masuk Bangku Cadangan Akibat Ambisi Ekonomi 6 Persen

Nisa-OWRITEAmin Suciady
Last updated: Maret 11, 2026 2:59 pm
Anisa Aulia
Amin Suciady
Share
Gambar ilustrasi pertumbuhan ekonomi
Gambar ilustrasi pertumbuhan ekonomi (foto: Freepik)
SHARE

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan menggerakan dua mesin pertumbuhan ekonomi, yakni sektor pemerintah dan swasta secara bersamaan. Hal ini dilakukan untuk mendorong ekonomi tumbuh di atas 6 persen. 

Daftar isi Konten
  • Peran Swasta Dinomorduakan
  • Sikap Hati-hati Pengusaha
  • Respons Purbaya 
  • Pemerintah Impor Beras hingga Mobil

Belum tercapainya pertumbuhan ekonomi tinggi, menurutnya lantaran dua mesin pendorong belum bisa berjalan secara beriringan sejak era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi).

Sekarang kita berusaha menggerakkan kedua mesin pertumbuhan, sektor pemerintah dan sektor swasta. Dengan itu saja, pertumbuhan di atas 6 persen menjadi mudah. Selain itu, saya sedang memperbaiki iklim bisnis,”

ujar Purbaya dikutip Selasa, 10 Maret 2026.

Peran Swasta Dinomorduakan

Sementara itu, Direktur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda mengatakan peran swasta dalam perekonomian masih besar. Namun, akhir-akhir ini peran tersebut justru menurun.

Peran swasta dalam perekonomian memang masih besar, namun jika melihat akhir-akhir ini menurun. Peran pembangunan justru lebih banyak diambil oleh BUMN sejak jamannya Jokowi,”

ujar Huda saat dihubungi owrite.

Huda mencontohkan, pada era Jokowi pembangunan jalan tol mulai dari konstruksi hingga pembiayaan lebih banyak menggunakan BUMN. Bahkan setelah jalan tol jadi, juga dikelola oleh BUMN.

Artinya, peran BUMN cukup besar. Peran swasta justru dinomorduakan oleh pemerintah,”

jelasnya.

Dia menilai, kejadian yang sama juga terjadi pada pemerintahan Presiden Prabowo dengan menekankan state capitalism. Saat ini, negara bertindak sebagi utama perekonomian, dengan adanya Danantara dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Negara bertindak sebagai pemain utama perekonomian. Terbaru bukan hanya soal KDMP, tapi mau masuknya BUMN di sektor yang sudah ada pemain swastanya seperti tekstil hingga peternakan ayam,”

katanya.

Teranyar, pemerintah akan membatasi ekspansi Alfamart dan Indomaret di desa demi Koperasi Desa Merah Putih. Huda mengatakan, pembatasan ini akan membuat gejolak di pasar karena potensi monopoli oleh pemerintah. 

Gejolak ini berupa potensi monopoli barang oleh KDMP atas perintah ‘pemerintah’. Jadi ide atau wacana gagasan tersebut nampaknya tidak tepat, biarkan mereka bersaing, dan diberikan batasan terkait dengan jarak ke pasar saja,”

katanya.

Menurut Huda, bila pemerintah membatasi ekspansi bisnis swasta terlalu dalam demi KDMP, maka berpotensi menyingkirkan warung madura yang kalah saing.

Jika dibatasi terlalu dalam, KDMP juga bisa ‘menyingkirkan’ warung madura jika kalah bersaing. Minimarket dan warung madura bisa bertahan dan bersaing karena mempunyai rantai pasok yang kuat, bukan dari adanya program pemerintah,”

ujarnya.

Sikap Hati-hati Pengusaha

Sementara itu, pelaku usaha ritel modern memilih bersikap lebih hati-hati dalam merespons rencana pemerintah yang akan membatasi ekspansi ritel modern.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin mengatakan, sudah memberikan arahan kepada anggotanya untuk mematuhi regulasi yang ditetapkan pemerintah. 

Anggota Aprindo sudah saya minta untuk selalu taat mengikuti aturan yang berlaku di satu daerah,”

kata Solihin kepada owrite.

Terkait apakah pembatasan ekspansi bisnis ini diartikan bahwa peran swasta, khususnya ritel modern dikerdilkan. Solihin tidak mengiyakan hal tersebut. 

Enggalah, kita nggak ada, kita nggak merasa seperti itu. Pokoknya dalam berusaha ikuti aturan yang berlaku di satu daerah Itu prinsipnya itu ya,”

katanya.

Jadi kita tidak berpolemik mengenai ada yang mau usaha lain atau sama enggak. Kita fokusnya terhadap setiap daerah punya aturan masing-masing dan kita ikuti aturan itu seperti itu,”

tambahnya.

Sedangkan, Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, mengatakan otonomi daerah kini semakin berada di persimpangan. Pasalnya, banyak kewenangan yang selama ini ada di daerah, justru kini diambil pemerintah provinsi dan pusat.

Termasuk perizinan-perizinan mengenai minimarket dalam hal ini. Tentu kami ya sangat berharap sebenarnya agar hal-hal seperti ini perlu dilakukan evaluasi dan kaji,”

ujar Sarman kepada owrite.

Sarman menilai, kehadiran minimarket di daerah memberikan kontribusi ke ekonomi daerah dan nasional. Sebab, kehadiran minimarket turut membuka lapangan kerja bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Nah tentu kalau misalnya itu sampai ditutup pasti juga akan mengganggu atau mungkin akan mengurangi PAD daripada pemerintah daerah. Sedangkan kalau Koperasi Merah Putih ini kan dipastikan juga akan tidak dibebani oleh pajak, sedangkan retail ini kan pasti ada pajaknya dalam hal ini,”

tuturnya.

Respons Purbaya 

Adapun Menteri Keuangan Purbaya mengatakan, swasta tetap menjadi motor utama perekonomian nasional. Menurutnya, kontribusi aktivitas ekonomi yang digerakkan pemerintah relatif kecil dibandingkan sektor swasta.

Pemerintah ini cuma 10 persen dari ekonomi. Swasta itu 90 persen, itu yang kita hidupin,”

ujar Purbaya di Jakarta.

Purbaya menuturkan, pemerintah tidak bisa menjadi satu-satunya penggerak pertumbuhan ekonomi. Sehingga, pemerintah berupaya menciptakan ruang agar swasta dapat berkembang, terutama melalui perbaikan iklim investasi dan memastikan likuiditas tersedia di sistem ekonomi.

Kita betulin iklim investasi yang katanya masih banyak bocor-bocor di sana-sini itu utamanya,”

katanya.

Lalu, terkait kepastian sektor swasta tidak akan dinomorduakan karena hadirnya KDMP dan Danantara, Purbaya tidak bisa menjaminnya. Sebab, swasta juga harus ikut bersaing.

Saya enggak tahu. Nanti pasti ada kompetisi juga dengan swasta. Tapi begini yang berhasil nanti yang paling efisien, kita untung juga,”

katanya.

Purbaya pun tidak mengambil pusing dengan kehadiran KDMP, karena program ini dibiayai menggunakan dana desa. Kebijakan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2026.

Dalam aturan itu sudah dijelaskan, bahwa untuk mendukung Koperasi Desa Merah Putih sebesar 58,03 persen pagu dana desa dialokasikan untuk program tersebut.

Kalau untuk saya, pusing nggak dengan Koperasi Merah Putih? Enggak, karena sebelumnya uangnya dipakai dari dana desa, ada return-nya enggak? Kita enggak tahu,”

tuturnya.

Pemerintah Impor Beras hingga Mobil

Belakangan ini, keputusan pemerintah untuk melakukan impor barang dan pangan dari negara lain juga menuai sorotan. Demi mendapatkan tarif perdagangan rendah dari Presiden Donald Trump, Indonesia sudah meneken kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Kesepakatan ini salah satunya, Indonesia akan melakukan impor beras sebesar 1.000 ton per tahun dan jagung dari AS. Padahal pemerintah sendiri sudah menyatakan bahwa Indonesia sudah swasembada beras.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto menjelaskan, persetujuan impor ini hanya untuk beras khusus, yang realisasinya tergantung pada permintaan dalam negeri.

Pemerintah setuju memberikan alokasi impor untuk beras klasifikasi khusus asal AS, namun tetap realisasinya tergantung permintaan dalam negeri,”

ujar Haryo.

Untuk impor jagung, pemerintah mengungkapkan bahwa impor tidak ditujukan untuk pasar umum. Akses impor diberikan untuk industri makanan dan minuman (mamin) dengan volume tertentu per tahunnya.

Di samping itu, BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) akan melakukan impor 105.000 unit pickup dari India untuk operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. 

Direktur Utama (Dirut) Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan sudah memberikan uang muka alias down payment (DP) sebesar 30 persen untuk pengadaan kendaraan dari India. 

Kami harus memberikan down payment 30 persen, dan itu sudah kami lakukan untuk semua produk yang kami beli,”

ujar Joao.
Tag:Menteri KeuanganPertumbuhan Ekonomipurbaya yudhi sadewaSpillswasta
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Penumpang berjalan untuk menaiki pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur
Nasional

Kemenhub Sebut 10 Juta Pemudik Padati Angkutan Lebaran 2026

Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat pergerakan penumpang angkutan umum secara kumulatif, sejak H-8 (13 Maret 2026) hingga H-1 Lebaran (20 Maret 2026) tercatat mencapai 10.003.583…

By
Iren Natania
Ivan
3 Min Read
Juru Bicara (Jubir) Satgas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala.
Nasional

292 Kecelakaan Lalu Lintas Selama Arus Mudik, 8 Orang Meninggal Dunia

Polri mencatat 292 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia hingga luka ringan selama musim mudik Lebaran 2026. Data tersebut berdasarkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 per Minggu, 22 Maret…

By
Rahmat
Amin Suciady
2 Min Read
Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK
Hukum

Tahanan Rumah Yaqut Cuma Bebani Uang Negara dan Lukai Semangat Antikorupsi

Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, menilai pengalihan status penahanan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), sekaligus tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan, yang sebelumnya mejadi…

By
Amin Suciady
Rahmat
2 Min Read

BERITA LAINNYA

KCIC mencatat terjadi lonjakan pembelian tiket kereta Whoosh pada H+2 Lebaran 2026
Ekonomi Bisnis

Whoosh Diserbu Penumpang, 13 Ribu Tiket Terjual

PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat sebanyak 13 ribu tiket kereta…

rahmat-baihaqi-jurnalis-owriteIvan OWRITE
By
Rahmat
Ivan
11 jam lalu
Pengeboran minyak di tengah gurun. (Sumber: Unsplash/Yuan Chen)
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Tembus US$112 Per Barel Usai Irak Stop Ekspor dan Kilang Kuwait Diserang

Harga minyak dunia kembali melonjak tajam di tengah eskalasi konflik AS-Israel vs…

dusep-malik
By
Dusep
13 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Tak Hanya Efisiensi Anggaran, Purbaya Akan Batasi Pengajuan Baru

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membatasi pengajuan anggaran baru Kementerian Lembaga…

Nisa-OWRITEIvan OWRITE
By
Anisa Aulia
Ivan
1 hari lalu
Sejumlah pemudik kereta api jarak jauh berjalan setibanya di Stasiun Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat
Ekonomi Bisnis

Tiket Kereta Api Lebaran 2026 Laris Manis, 3,7 Juta Lebih Terjual

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan tiket Angkutan Lebaran 2026 terus…

iren natania longdongIvan OWRITE
By
Iren Natania
Ivan
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up