Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mengakui pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) belum teralisasi 100 persen. Penyebabnya, Kementerian Lembaga (K/L) belum memenuhi seluruh persyaratan.
Purbaya mengatakan, bila kementerian dan lembaga sudah mengajukan kepada Kemenkeu, maka THR dipastikan dibayar olehnya.
Kalau dari kita, begitu masuk (pengajuan) langsung bayar. Berarti di kementerian/lembaga pengajuannya belum clear persyaratannya,”
ujar Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat, 27 Maret 2026.
Purbaya menuturkan, pihaknya sudah menyiapkan anggaran untuk pembayaran THR bagi ASN. Sehingga K/L hanya perlu melalukan pengajuan.
Saya nggak tau ininya pasti kan case by case. Tapi itu kan uangnya udah disediakan, kan tinggal diajukan aja,”
tuturnya.
Adapun pada tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran THR sebesar Rp55 triliun. Anggaran ini naik bila dibandingkan THR 2025 yang sebesar Rp49,9 triliun.
Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Deni Surjantoro mengatakan realisasi pembayaran THR untuk ASN pemerintah pusat baik TNI/Polri sebesar Rp17,10 triliun per 12 Maret 2026. THR itu sudah dibayarkan kepada 2.402.113 pegawai/personil.
Aparatur Negara pada Pemerintah Pusat, jumlah realisasi THR yang telah dibayarkan pada tanggal 12 Maret 2026 (SP2d per tanggal 12 Maret 2026) adalah sebesar Rp17.095,36 miliar untuk 2.402.113 pegawai/personil,”
ujar Deni.
Bila dirinci, pembayaran THR itu untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebesar Rp9,25 triliun kepada 922.577 pegawai, PPPK realisasinya Rp945,75 miliar untuk 371.185 pegawai.
Kemudian realisasi pembayaran THR anggota Polri sebesar Rp3,4 triliun atau Rp 3.409,95 miliar kepada 486.429 personil/pegawai, prajurit TNI Rp3,2 triliun atau Rp3.252,25 miliar untuk 565.348 personil/pegawai, dan THR Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN) sebesar Rp235,96 miliar kepada 56.574 pegawai.
Sedangkan untuk realisasi THR ASN daerah per 11 Maret 2026 sudah sebesar Rp322,3 miliar kepada 60.681 pegawai. Pembayaran THR ini sudah dilakukan oleh 8 Pemda dari 546 Pemda atau 1,49 persen.
Deni mengatakan, realisasi pembayaran THR pensiun hingga 11 Maret 2026 sebesar Rp11,94 triliun atau Rp11.942,8 miliar kepada 3.654.668 pensiunan, realisasi ini sudah 97,92 persen.
PT Taspen sebesar Rp10.497,9 miliar untuk 3.149.868 pensiunan atau 97,73 persen. PT Asabri sebesar Rp1.444,9 miliar untuk 504.800 pensiunan atau 99,35 persen,”
imbuhnya.


