Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 3 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • BMKG
  • Banjir
  • sumatera
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / (Part I) Diam-diam Bank Himbara Disuntik Lagi Rp100 Triliun, Stabilkan Pasar atau Sekadar Tambal Sulam Krisis?
Ekonomi Bisnis

(Part I) Diam-diam Bank Himbara Disuntik Lagi Rp100 Triliun, Stabilkan Pasar atau Sekadar Tambal Sulam Krisis?

Nisa-OWRITEAmin Suciady
Last updated: April 3, 2026 1:37 pm
Anisa Aulia
Amin Suciady
Share
Uang seratus ribu rupiah
Uang seratus ribu rupiah (Dokumen istimewa)
SHARE

Sepekan sebelum Lebaran Idul Fitri 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, diam-diam menambah penempatan dana pemerintah ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) senilai Rp100 triliun. Artinya, saat ini dana pemerintah di perbankan mencapai Rp300 triliun.

Daftar isi Konten
  • Dana Tambah, Tapi Efektifitas Terbatas
  • Belum Mampu Dorong Ekonomi
  • Dana Tak Mengalir ke Usaha Kecil

Purbaya mengaku, ditambahnya dana pemerintah di perbankan untuk meredam kenaikan imbal hasil (yield) surat utang, akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Ia menilai, likuditas perbankan mengalami kekeringan.

Seminggu sebelum Lebaran, saya tambah lagi Rp100 triliun masukin ke sistem perekonomian. Kita maintain likuiditas di sistem keuangan kita dengan serius,”

ujar Purbaya, Jumat, 3 April 2026.

Berbeda dari penempatan dana pemerintah sebelumnya yang senilai Rp200 triliun, dana ini kata Purbaya bersifat fleksibel, penarikan uang pemerintah bisa dilakukan kapan saja.

Dana Tambah, Tapi Efektifitas Terbatas

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman mengatakan, langkah yang diambil oleh Purbaya dengan menambah dana Rp100 trilun cukup tepat.

Penambahan dana Rp100 triliun ke perbankan menjelang Lebaran cukup tepat sebagai langkah jangka pendek untuk menjaga likuiditas dan meredam tekanan pasar keuangan, terutama di tengah kenaikan yield SBN dan ketidakpastian global,”

ujar Rizal saat dihubungi owrite.

Akan tetapi, Rizal menilai bahwa efektivitas tambahan dana pemerintah di perbankan bersifat terbatas. Menurutnya, langkah ini juga memberikan risiko dana tidak mengalir ke sektor riil.

Efektivitasnya terbatas jika tidak diikuti perbaikan sisi permintaan kredit. Tanpa kepastian usaha, likuiditas tambahan berisiko tidak mengalir ke sektor riil,”

terangnya.

Belum Mampu Dorong Ekonomi

Purbaya sendiri menaruh dana pemerintah Rp200 triliun di perbankan salah satunya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, Rizal mengatakan bahwa efek dari penempatan dana itu belum efektif sepenuhnya. 

Penempatan sebelumnya Rp200 triliun belum sepenuhnya efektif mendorong ekonomi. Likuiditas meningkat, tetapi transmisi ke kredit produktif masih lemah, tercermin dari tingginya undisbursed loan dan sikap wait and see pelaku usaha. Artinya, masalah utama bukan pada ketersediaan dana, melainkan pada lemahnya permintaan dan tingginya risiko,”

jelasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira juga menilai, bahwa dana penempatan pemerintah sebelumnya juga belum memberikan efek sepenuhnya ke pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kemarin Rp200 triliun belum ada pengaruhnya ke kredit UMKM,”

jelasnya.

Dana Tak Mengalir ke Usaha Kecil

Bhima menjelaskan, pertumbuhan kredit UMKM per Januari 2026 terkontraksi 0,5 persen. Secara spesifik, kredit modal kerja UMKM turun 4,8 persen secara tahunan. 

Adapun kredit modal kerja ini biasanya digunakan UMKM untuk membeli bahan baku. Namun justru segmen usaha kecil, kreditnya minus 1,1 persen.

Jadi ragu sebenarnya, uang dari suntikan dana SAL larinya ke sektor apa? Memang sepertinya bukan ke kredit usaha rakyat. Ternyata di data yang sama, yang naik tajam itu pertumbuhan kredit ke korporasi 15,2 persen, indikasinya buat refinancing alias ganti kredit lama ke kredit baru,”

jelasnya.

Maka dari itu, Bhima memandang bahwa penempatan dana pemerintah sebelumnya tidak berputar ke ekonomi masyarakat bawah seperti yang diharapkan Purbaya. 

Uangnya sebenarnya nggak berputar ke ekonomi masyarakat bawah. Bank di sisi yang lain juga pusing, karena kredit yang tidak tersalurkan alias undispersed loan itu masih banyak, terakhir ada Rp2.506 triliun atau seperempat total kredit,”

jelasnya.

Fenomena bank malas menyalurkan kredit ke sektor rill dinilai bukan karena kekurangan utilitas. Namun, bank justru khawatir debitur tidak bisa mengembalikan uang.

Jadi Pak Purbaya, jangan sampai salah baca data ya. Karena SAL masih dibutuhkan buat jaga defisit APBN,”

katanya.

Tag:HeadlineHimbaraHimpunan Bank Milik NegaraMenteri Keuanganpurbaya yudhi sadewaSpillsurat utangUMKM
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media yang meliput pemberitaan Ekonomi dan Bisnis.
Amin Suciady
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Redaktur Pelaksana di OWRITE Media, memiliki keahlian dalam komunikasi strategis, media relations, serta penyampaian informasi yang efektif.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Uang seratus ribu rupiah
Ekonomi Bisnis

(Part II) Diam-diam Bank Himbara Disuntik Lagi Rp100 Triliun, Stabilkan Pasar atau Sekadar Tambal Sulam Krisis?

Dampak Positif dan Negatif Tambahan Dana Kendati demikian, Rizal mengatakan bahwa tambahan penempatan dana pemerintah sebesar Rp100 triliun memiliki dampak positif dan negatif. Efek positifnya kebijakan ini bisa menjaga stabilitas…

By
Anisa Aulia
Amin Suciady
3 Min Read
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Nasional

‘Mikromanajer’ Prabowo: Kegenitan atau Efektivitas Kepemimpinan Presiden?

Efriza, peneliti dari Citra Institute, berpendapat klaim Presiden Prabowo soal mikromanajer dalam memimpin, tidak efektif.  Sebab presiden memberikan wewenang delegasi tinggi kepada menteri-menteri, namun tidak dibarengi dengan pengawasan ketat.  Secara…

By
Adi Briantika
Dusep
3 Min Read
Presiden Prabowo Subianto (tengah) berjalan di ruangan untuk memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara
Nasional

Klaim ‘Mikromanajer’ Prabowo, Tapi Menteri Offside dan Kebijakan Amburadul

Peneliti dari Citra Institute, Efriza, menganalisis pernyataan Presiden Prabowo yang mengklaim sebagai mikromanajer. Kepala Negara menyampaikan itu dalam forum bisnis Indonesia-Jepang di Tokyo, 30 Maret 2026.  Gaya mikromanajer idealnya selaras…

By
Adi Briantika
Dusep
4 Min Read

BERITA LAINNYA

Pramuniaga menunjukkan emas batangan
Ekonomi Bisnis

Emas Antam Anjlok Rp65.000, Harga Kini Rp2,857 Juta per Gram

Emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan sebesar Rp65.000 pada…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
6 jam lalu
Pj. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun.
Ekonomi Bisnis

BBM Tak Naik dan Selisih Harga Tak Dibayar APBN, Pertamina: Itu Sementara!

PT Pertamina Patra Niaga menjelaskan beban kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
21 jam lalu
Menteri Pertanian Amran Sulaiman
Ekonomi Bisnis

Was-was Masuk Periode El Nino, Mentan Amran Siapkan Lima Jurus Jaga Pangan

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman melakukan sejumlah jurus dalam memitigasi potensi…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep
22 jam lalu
PT Pertamina Patra Niaga salurkan 7,8 juta tabung LPG 3 kilogram jelang Ramadan.
Ekonomi Bisnis

Pertamina Pastikan Distribusi LPG Aman Usai Kebakaran di SPBE Bekasi

PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa pasokan LPG kepada masyarakat tetap aman,…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
23 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up