Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 6 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / (Part I) Diam-diam Bank Himbara Disuntik Lagi Rp100 Triliun, Stabilkan Pasar atau Sekadar Tambal Sulam Krisis?
Ekonomi Bisnis

(Part I) Diam-diam Bank Himbara Disuntik Lagi Rp100 Triliun, Stabilkan Pasar atau Sekadar Tambal Sulam Krisis?

Nisa-OWRITEAmin-Suciady-Owrite
Last updated: April 3, 2026 1:37 pm
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
4 bulan lalu
Share
Uang seratus ribu rupiah
Uang seratus ribu rupiah (Dokumen istimewa)
SHARE

Sepekan sebelum Lebaran Idul Fitri 2026, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, diam-diam menambah penempatan dana pemerintah ke Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) senilai Rp100 triliun. Artinya, saat ini dana pemerintah di perbankan mencapai Rp300 triliun.

Daftar isi Konten
  • Dana Tambah, Tapi Efektifitas Terbatas
  • Belum Mampu Dorong Ekonomi
  • Dana Tak Mengalir ke Usaha Kecil

Purbaya mengaku, ditambahnya dana pemerintah di perbankan untuk meredam kenaikan imbal hasil (yield) surat utang, akibat memanasnya konflik di Timur Tengah. Ia menilai, likuditas perbankan mengalami kekeringan.

Seminggu sebelum Lebaran, saya tambah lagi Rp100 triliun masukin ke sistem perekonomian. Kita maintain likuiditas di sistem keuangan kita dengan serius,”

ujar Purbaya, Jumat, 3 April 2026.

Berbeda dari penempatan dana pemerintah sebelumnya yang senilai Rp200 triliun, dana ini kata Purbaya bersifat fleksibel, penarikan uang pemerintah bisa dilakukan kapan saja.

Dana Tambah, Tapi Efektifitas Terbatas

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Rizal Taufikurahman mengatakan, langkah yang diambil oleh Purbaya dengan menambah dana Rp100 trilun cukup tepat.

Penambahan dana Rp100 triliun ke perbankan menjelang Lebaran cukup tepat sebagai langkah jangka pendek untuk menjaga likuiditas dan meredam tekanan pasar keuangan, terutama di tengah kenaikan yield SBN dan ketidakpastian global,”

ujar Rizal saat dihubungi owrite.

Akan tetapi, Rizal menilai bahwa efektivitas tambahan dana pemerintah di perbankan bersifat terbatas. Menurutnya, langkah ini juga memberikan risiko dana tidak mengalir ke sektor riil.

Efektivitasnya terbatas jika tidak diikuti perbaikan sisi permintaan kredit. Tanpa kepastian usaha, likuiditas tambahan berisiko tidak mengalir ke sektor riil,”

terangnya.

Belum Mampu Dorong Ekonomi

Purbaya sendiri menaruh dana pemerintah Rp200 triliun di perbankan salah satunya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun, Rizal mengatakan bahwa efek dari penempatan dana itu belum efektif sepenuhnya. 

Penempatan sebelumnya Rp200 triliun belum sepenuhnya efektif mendorong ekonomi. Likuiditas meningkat, tetapi transmisi ke kredit produktif masih lemah, tercermin dari tingginya undisbursed loan dan sikap wait and see pelaku usaha. Artinya, masalah utama bukan pada ketersediaan dana, melainkan pada lemahnya permintaan dan tingginya risiko,”

jelasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira juga menilai, bahwa dana penempatan pemerintah sebelumnya juga belum memberikan efek sepenuhnya ke pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Kemarin Rp200 triliun belum ada pengaruhnya ke kredit UMKM,”

jelasnya.

Dana Tak Mengalir ke Usaha Kecil

Bhima menjelaskan, pertumbuhan kredit UMKM per Januari 2026 terkontraksi 0,5 persen. Secara spesifik, kredit modal kerja UMKM turun 4,8 persen secara tahunan. 

Adapun kredit modal kerja ini biasanya digunakan UMKM untuk membeli bahan baku. Namun justru segmen usaha kecil, kreditnya minus 1,1 persen.

Jadi ragu sebenarnya, uang dari suntikan dana SAL larinya ke sektor apa? Memang sepertinya bukan ke kredit usaha rakyat. Ternyata di data yang sama, yang naik tajam itu pertumbuhan kredit ke korporasi 15,2 persen, indikasinya buat refinancing alias ganti kredit lama ke kredit baru,”

jelasnya.

Maka dari itu, Bhima memandang bahwa penempatan dana pemerintah sebelumnya tidak berputar ke ekonomi masyarakat bawah seperti yang diharapkan Purbaya. 

Uangnya sebenarnya nggak berputar ke ekonomi masyarakat bawah. Bank di sisi yang lain juga pusing, karena kredit yang tidak tersalurkan alias undispersed loan itu masih banyak, terakhir ada Rp2.506 triliun atau seperempat total kredit,”

jelasnya.

Fenomena bank malas menyalurkan kredit ke sektor rill dinilai bukan karena kekurangan utilitas. Namun, bank justru khawatir debitur tidak bisa mengembalikan uang.

Jadi Pak Purbaya, jangan sampai salah baca data ya. Karena SAL masih dibutuhkan buat jaga defisit APBN,”

katanya.

Tag:HeadlineHimbaraHimpunan Bank Milik NegaraMenteri Keuanganpurbaya yudhi sadewaSpillsurat utangUMKM
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Dipecat karena Tilap Uang, Eks Bos Sekolah Swasta di Jaksel Tinggalkan ‘Gudang’ Bedil
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruangan eks ketua yayasan sekolah.
1
Dari Court ke Street, Sepatu Basket Berubah Jadi Statement Fashion
By Syifa Fauziah
Sepatu Basket
2
Ada AK-47 Hingga Narkoba: ‘Gudang Rahasia’ Mantan Ketua Yayasan Sekolah di Jaksel Terbongkar
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi ruang sekolah berisi senpi dan narkotika.
3
Heboh Warga Israel Diduga Tinggal dan Punya Bisnis di Bali, Kemlu RI: Kami Cek Dulu
By Natania Longdong
Ilustrasi warga asing liburan di Bali.
4
Babak Baru Polemik Tudingan Wartawan ‘Gerombolan Sirkus’, Deddy Sitorus Siapkan Langkah Hukum
By Rika Pangesti
Anggota Komisi II DPR RI Deddy Yevri Sitorus.
5

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan saat konferensi pers di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Ekonomi Bisnis

Dapat Saingan Jakarta Jual Surat Utang Rp3,5 T, Purbaya: Kami Lebih Kredibel dari Pemda

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak khawatir surat utang yang diterbitkan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
Anggota DPR sekaligus Ketua Badan Anggaran DPR Said Abdullah.
Ekonomi Bisnis

Ekonomi RI 5,29 Persen Bikin Pemerintah Tak Boleh Cepat Puas, Industri dan Pertanian Mulai Melambat

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah mengingatkan pemerintah agar tak…

Rika PangestiHardani Triyoga
By
Rika Pangesti
Hardani Triyoga
6 jam lalu
Karyawan menunjukkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Senin (27/7/2026). (Sumber: Antara Foto/Rivan Awal Lingga/nz)
Ekonomi Bisnis

Rupiah Ditutup Menguat Rp17.923 per Dolar AS, Tapi IHSG Merosot 0,12 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup tak sejalan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
7 jam lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan situasi keuangan negara pada konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Ekonomi Bisnis

Purbaya Bantah Kabar Pemerintah Bakal Hapus Aturan Defisit APBN 3 Persen dari PDB

Pemerintah dikabarkan akan menghapus batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
7 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up