Nilai tukar rupiah dibuka ambruk perdagangan Senin pagi, 6 April 2026. Rupiah tercatat melemah 0,16 persen atau 27 poin ke level Rp17.007 per dolar AS.
Adapun pada penutupan pasar di Kamis, 2 April 2026, berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI rupiah melemah ke level Rp17.015 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong memproyeksikan, untuk hari ini nilai tukar rupiah akan melemah melawan dolar AS. Pelemahan ini masih dipicu oleh sentimen perang di Timur Tengah karena perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS di tengah kekhawatiran eskalasi perang di Timur Tengah dan harga minyak mentah yang masih terus naik,”
ujar Lukman saat dihubungi owrite Senin, 6 April 2026.
Selain itu kata Lukman, pelemahan rupiah juga didorong oleh data pekerjaan AS NFP (Non Farm Payroll) yang dirilis lebih kuat. Sehingga, membuat indeks dolar AS mengalami penguatan.
Indeks dolar AS sendiri naik didukung oleh data pekerjaan AS NFP yang lebih kuat dari perkiraan,”
katanya.
Lukman menjelaskan, penyebab melemahnya nilai tukar rupiah ke level Rp17.000 per dolar AS pada Kamis pekan lalu, disebabkan oleh pernyataan Presiden Donald Trump.
Pada Kamis Trump mengatakan bahwa AS akan menghantam Iran secara keras untuk mengakhiri perang secepatnya,”
tuturnya.
Adapun untuk hari ini Lukman memproyeksikan, nilai tukar rupiah akan bergerak melemah di kisaran Rp16.950-Rp17.050 per dolar AS.



