Pengadaan motor listrik untuk penunjang operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menuai sorotan masyarakat. Sebanyak 21.800 unit motor listrik sudah dibeli seharga Rp42 juta per unitnya.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengatakan pengadaan motor listrik ini dilakukan untuk menunjang operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam menjangkau daerah-daerah sulit.
Ya program ini kan menjangkau daerah daerah yang nanti akan sangat sulit, menjangkau desa-desa, daerah daerah yang hanya bisa dengan motor. Itu untuk menunjang operasional,”
ujar Dadan di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Kamis, 9 April 2026.
Dadan menuturkan, untuk harga pembelian motor listrik yakni sebesar Rp42 juta, atau di bawah harga pasaran yang sebesar Rp52 juta. Saat ini realisasi pengadaan motor listrik sebanyak 21.800 dari target 24.400.
Harga pasaran Rp52 juta, tapi kita beli kalau nggak salah Rp42 juta di bawah harga pasaran,”
tuturnya.
Dadan menjelaskan, pengadaan motor listrik ini masuk ke dalam perencanaan anggaran 2025. Sedangkan untuk tahun ini Dadan memastikan, tidak akan dilakukan pembelian motor listrik.
Untuk sementara kita cukupkan dulu sekian karena ini kan anggaran 2025 ya, 2026 tidak ada perencanaan lagi untuk pembelian,”
jelasnya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku sudah bertemu Dadan untuk meminta penjelasan terkait pengadaan motor listrik tersebut. Purbaya mengatakan, realisasi pengadaan ini terjadi karena pihaknya sudah menyetujui sebagian pengajuan anggaran di 2025.
Saya tadi tanya ke Kepala BGN, tapi nanti anda cek lagi ke dia, ya. Dia bilang itu memang anggaran tahun lalu, yang sudah sempat terlanjur keluar itu,”
tuturnya.
Purbaya menyebut, untuk tahun ini dipastikan tidak ada pembelian motor listrik yang akan dilakukan oleh Badan Gizi Nasional untuk mendukung program MBG.
Tapi yang tahun ini, dia konfirmasi nggak ada pembelian motor listrik baru untuk program,”
imbuhnya.


