Industri makanan dan minuman di Tanah Air tengah menghadapi tekanan berat akibat lonjakan harga plastik dan kelangkaan pasokan. Kondisi ini membuat margin keuntungan industri tergerus, dan berpotensi menekan kinerja usaha.
Merespons kondisi ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, hingga saat ini pemerintah belum akan memberikan insentif kepada industri yang terdampak kenaikan harga plastik.
Belum, belum ada (insentif). Biasanya yang namanya industri sesuai dengan siklus, mengikuti aja,”
ujar Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, dikutip Selasa, 14 April 2026.
Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI), Adhi Lukman mengatakan kenaikan harga plastik saat ini sudah mencapai 100 persen.






