Amerika Serikat (AS) dan Iran kini berada di ambang perang baru, setelah Iran kembali menutup Selat Hormuz dan adanya serangan terhadap kapal-kapal komersial. Akibatnya, harga minyak mentah yang sebelumnya turun, kini kembali melonjak.
Dilansir dari CNBC, Senin, 20 April 2026, harga minyak mentah Amerika Serikat atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Mei naik sekitar 7 persen menjadi US$$89,74 per barel. Sedangkan harga minyak acuan global Brent untuk pengiriman bulan Juni naik hampir 5,8 persen menjadi US$95,59 per barel.
Presiden AS Donald Trump telah mengkonfirmasi, Angkatan Laut AS pada Minggu telah menembaki sebuah kapal kontainer Iran di Teluk Oman, dan kapal tersebut kemudian diambil alih oleh Korps Marinir.
Trump dalam postingannya di Truth Social mengatakan, penambakan dilakukan karena kapal tersebut mencoba melewati blokade laut AS di pelabuhan-pelabuhan Iran.
Adapun penyitaan kapal oleh AS terjadi setelah Iran menyerang sebuah kapal tanker di Selat Hormuz pada Sabtu. Menurut Pusat Operasi Maritim Inggris, kapal perang Garda Revolusi menembaki kapal tanker, dan sebuah kapal kontainer terkena proyektil yang tidak diketahui.
Setelahnya, Trump pada Minggu kembali mengancam akan meledakkan setiap pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika para pemimpinnya tidak menerima kesepakatan dengan AS. Perjanjian gencatan senjata antara AS dan Iran sendiri akan berakhir pekan ini.
Trump menyebut serangan Iran terhadap kapal-kapal pada akhir pekan lalu sebagai ‘pelanggaran total’ terhadap gencatan senjata tersebut. Namun, belum jelas apakah AS dan Iran akan bertemu untuk putaran kedua negosiasi perdamaian di Pakistan.
Trump mengatakan AS dan Iran akan mengadakan pembicaraan di Islamabad pada Senin. Tetapi, Iran menyatakan tidak akan hadir karena blokade laut AS yang sedang berlangsung.




