PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatat kinerja operasional yang positif pada kuartal I 2026. Di tengah dinamika industri energi global yang penuh ketidakpastian, perusahaan justru mampu melampaui target produksi minyak dan gas.
Senior Manager Relation PHI, Handri Ramadhani mengungkapkan, sepanjang Januari hingga Maret 2026, produksi minyak PHI tercatat mencapai lebih dari 120 persen dari target yang ditetapkan. Sementara itu, produksi gas juga melampaui target dengan realisasi sekitar 104 persen.
Produksi minyak di atas target, sementara gas juga melampaui ekspektasi yang ditetapkan,”
ujar Handri dalam forum media gathering BASO IGA PHI di Jakarta, Kamis 26 April 2026 lalu, yang dihadiri lebih dari 40 jurnalis dari berbagai media nasional.
Capaian ini menunjukkan tren kinerja yang solid di awal tahun, sekaligus menegaskan peran strategis PHI dalam menjaga pasokan energi nasional.
Operasi PHI dijalankan melalui sejumlah anak usaha, di antaranya PT Pertamina Hulu Mahakam, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, dan PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur, yang mengelola wilayah kerja hulu migas di Kalimantan. Selain itu, PHI juga mengelola sejumlah aset milik PT Pertamina EP dan Pertamina Hulu Energi (PHE) di kawasan tersebut.
Produksi Naik di Tengah Tekanan Global
Di tengah tekanan geopolitik global, sektor hulu migas dinilai tetap memegang peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional. PHI menilai keberlanjutan produksi tidak hanya bergantung pada kinerja operasional, tetapi juga dukungan publik.
Dalam konteks tersebut, perusahaan menekankan pentingnya sinergi dengan media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang.

Dorong Kolaborasi dengan Media
Melalui forum Bincang Asik Soal Migas Ala PHI (BASO IGA), perusahaan berupaya memperkuat komunikasi dengan insan pers. Lebih dari 40 jurnalis, termasuk pimpinan redaksi dan redaktur dari berbagai media nasional hadir dalam kegiatan ini.
PHI juga kembali menggelar program Apresiasi Pewarta Energi Kalimantan (APEKA) 2026, sebagai ruang partisipasi bagi jurnalis untuk menghasilkan karya terkait sektor hulu migas dan ketahanan energi.
Kompetisi ini mencakup berbagai kategori, mulai dari media cetak, online, televisi, radio, hingga foto esai, dengan periode pengumpulan karya dari 30 April hingga 16 Agustus 2026.
Adaptasi di Tengah Ketidakpastian
PHI menilai dinamika global yang penuh ketidakpastian menuntut semua pihak, termasuk jurnalis, untuk lebih adaptif. Dalam forum tersebut, perusahaan juga membagikan perspektif terkait pengelolaan perubahan di tengah situasi yang kompleks.
Adapun Manager Communication, Relation & CID (CRC) PHI, Dony Indrawan, membagikan tips empat tahapan dalam melewati transisi perubahan yang kian komplek saat ini, yakni:
- Memahami Ketakutan
- Menguji harapan dan keyakinan
- Mengeksplorasi kendali dan pilihan
- Meminta Informasi dan peluang dari pihak terkait serta tetap memelihara diri.
Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat narasi industri hulu migas sebagai sektor strategis yang berkontribusi pada pembangunan nasional.
Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI menjalankan operasi di Regional Kalimantan dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), sekaligus mendorong kontribusi terhadap target pembangunan berkelanjutan (SDGs).


