PT Elnusa Tbk (ELSA) membuka 2026 dengan kinerja yang solid di tengah tekanan industri energi global. Pada kuartal I 2026, perusahaan mencatatkan laba bersih sebesar Rp190 miliar atau tumbuh 2 persen secara tahunan (year-on-year).
Kemudian, pendapatan usaha tercatat Rp3,6 triliun, dengan margin laba bersih meningkat menjadi 5,2 persen. Sementara itu, EBITDA mencapai Rp423 miliar atau naik 7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Namun, sorotan utama kinerja Elnusa justru datang dari sisi arus kas. Arus kas operasi (cash flow from operations/CFO) melonjak signifikan menjadi Rp1,04 triliun atau tumbuh 267 persen secara tahunan.
Kenaikan ini turut memperkuat posisi kas perusahaan menjadi Rp3,39 triliun hingga akhir Maret 2026 atau naik 15 persen dibanding tahun sebelumnya.
Bisnis Terdiversifikasi Jadi Penopang
Dari sisi portofolio, segmen distribusi dan logistik energi masih menjadi kontributor terbesar ELSA dengan porsi 64 persen terhadap total pendapatan. Disusul jasa hulu migas terintegrasi sebesar 28 persen dan jasa penunjang migas sebesar 8 persen.
Komposisi ini dinilai menjadi bantalan bagi Elnusa dalam menghadapi fluktuasi siklus industri energi.
Fondasi Keuangan Terjaga
Dari sisi neraca, total aset Elnusa tercatat Rp11 triliun hingga akhir Maret 2026, naik tipis 1 persen secara year-to-date. Sementara ekuitas tumbuh 4 persen menjadi Rp5,5 triliun.
Direktur Keuangan Elnusa, Nelwin Aldriansyah, mengatakan fokus perusahaan saat ini adalah menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas kinerja.
Kami melihat kuartal I 2026 sebagai fondasi yang baik, terutama dari sisi arus kas dan efisiensi operasional,”
ujar Nelwin dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa, 28 April 2026.
Siapkan Ekspansi dan Teknologi Baru

Ke depan, Elnusa mulai mengarahkan strategi pada penguatan teknologi dan investasi selektif. Salah satunya melalui penggunaan 25.000 unit nodes Stryde untuk survei seismik di Sulawesi Tengah.
Perusahaan juga menyiapkan investasi peralatan baru, termasuk Ultra Sonic CBL Tools dan peningkatan armada layanan eksplorasi.
Selain itu, Elnusa tengah menjajaki pengembangan bisnis baru di sektor hydraulic fracturing, termasuk kemitraan dengan penyedia teknologi global.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung target produksi migas nasional sebesar 1 juta barel per hari (BOPD).
Dengan likuiditas yang kuat dan strategi investasi yang terukur, Elnusa menilai berada pada posisi yang cukup siap untuk menghadapi dinamika industri energi sepanjang 2026, sekaligus menjaga kontribusi terhadap ketahanan energi nasional.


