Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, memberikan ‘lampu hijau’ bagi badan usaha SPBU swasta untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) di saat lonjakan harga minyak terus merangkak naik akibat perang di Timur Tengah antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Bahlil menegaskan bahwa pihaknya terus melakukan komunikasi dengan pihak swasta, dan memberikan apresiasi karena hingga saat ini belum memberikan kenaikan pada BBM jenis RON 92.
Saya berkomunikasi terus dengan teman-teman swasta ya, dan saya pikir mereka juga mempunyai hati yang baik ya untuk melihat kondisi yang ada,”
kata Bahlil saat ditemui di Hotel Borobudur Jakarta, dikutip Senin, 4 Mei 2026.
Namun, kata Bahlil, jika SPBU swasta berkeinginan untuk menaikkan BBM jenis RON 92, pemerintah pun tidak masalah. Dalam artian, Bahlil memberikan ‘lampu hijau’ jika ada penyesuaian kebijakan tersebut dari pihak SPBU swasta.
Tapi kalau pada akhirnya kemudian penyesuaiannya sudah bisa dilakukan, saya pikir gak ada masalah. Karena sesuai dengan Peraturan Menteri Tahun 2022, memang untuk konsumsi industri itu selalu mengikuti harga pasar yang ada,”
ujar Bahlil.

Diketahui, sejak Sabtu, 2 Mei 2026, harga BBM jenis diesel di sejumlah SPBU swasta mengalami kenaikan harga, khususnya di BP-AKR dan Vivo.
Berdasarkan unggahan akun resmi Instagram @spbuvivo harga Diesel Primus naik menjadi Rp30.890 per liter, sedangkan Revvo 92 tetap bertahan di Rp12.390 per liter.
Update Harga BBM Terbaru! Saatnya isi bahan bakar dengan pilihan yang lebih cerdas & berkualitas di SPBU VIVO. Revvo 92 – Rp 12.390, Diesel Primus – Rp 30.890,”
tulis @spbuvivo dalam unggahan tersebut.
Harga Diesel Primus tercatat naik dibandingkan pengumuman terakhir melalui akun Instagram resmi Vivo pada 1 Maret. Saat itu, harganya dibanderol sebesar Rp14.610 per liter.
Kemudian, harga BBM di BP-AKR per 1 Mei 2026 tercatat BP Ultimate Rp12.930 per liter, BP 92 Rp12.390 per liter, dan BP Ultimate Diesel Rp25.560 per liter.
Seluruh harga relatif stabil, kecuali BP Ultimate Diesel yang harganya naik signifikan dari Rp14.620 per liter menjadi Rp30.890 per liter.


