Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Pemerintah Mau Setop Impor Solar, SPBU Swasta Mulai Bergantung pada Pertamina

SPBU swasta sudah membeli BBM jenis solar dari PT Pertamina (Persero), usai wacana mewajibkan SPBU swasta beli solar domestik.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman. (Sumber: Owrite/Iren Natania)

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa badan usaha SPBU swasta sudah membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dari PT Pertamina (Persero), setelah mencuatnya wacana yang mewajibkan SPBU swasta membeli solar dari produksi dalam negeri mulai April 2026.

Sudah, sudah. Kalau ditanya ke swasta pasti sudah ada,”

kata Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman, ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Kamis, 7 Mei 2026.

Laode menjelaskan sejak pemerintah mengumumkan kebijakan wajib membeli solar dari produksi dalam negeri, pertemuan sudah dilakukan antara SPBU swasta dengan Pertamina.

Sebenernya kan sejak diumumkan, itu sudah dilakukan pertemuan pertemuan. Jadi sudah jalan,”

ujarnya.

Pemerintah Kejar Target Setop Impor Solar

Sebelumnya, kebijakan pembelian solar dari produksi dalam negeri merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menyetop impor solar.

Iklan

Rencana itu diungkapkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta pada Desember 2025.

Menurut Bahlil, dengan mulai beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, Kalimantan Timur, yang akan diresmikan Desember 2025 ini, maka kapasitas produksi solar nasional bakal bertambah sekitar 100.000 barel per hari.

RDMP Balikpapan Jadi Andalan Pasokan Solar Nasional

Proyek modernisasi dan pengembangan kilang minyak terbesar yang dikerjakan oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) itu bakal memiliki kapasitas pengolahan minyak mentah dari sekitar 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari. 

Dengan tambahan tersebut, kebutuhan konsumsi solar nasional dinilai dapat terpenuhi dari produksi dalam negeri. Sehingga pemerintah menetapkan mulai tahun ini sudah tidak perlu impor solar.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.