Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkap kabar pembelian minyak mentah dari Rusia akan tiba di Indonesia satu hingga dua pekan mendatang.
Proses kesepakatan impor minyak telah rampung, termasuk kontrak kerja sama antara kedua pihak. Saat ini, pemerintah harus menyelesaikan aspek teknis pengiriman.
“Secara kesepakatan, sudah (selesai). Kontrak, sudah (selesai). Sekarang bicara tentang teknik pengiriman dan mungkin satu dua minggu ini sudah bisa (tiba),”
kata Bahlil ditemui di Kementerian ESDM, dikutip Selasa, 12 Mei 2026.
Angkut Eropa
24 April 2026, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung sempat mengatakan pemerintah Indonesia bakal mengimpor minyak dari Rusia sekitar 150 juta barel hingga akhir 2026.
Rencana ini menyusul kesepakatan dalam pembahasan bilateral saat kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil ke Rusia. Kala itu pemerintah menyiapkan instrumen pelaksanaan impor, termasuk skema kelembagaan dan regulasi.
“Untuk komitmen impor minyak dari Rusia ini baru negosiasi, kemarin sudah disepakati total yang akan kami impor sekitar 150 juta barel untuk mencukupi kebutuhan sampai akhir tahun,”
kata Yuliot.
Terdapat dua opsi mekanisme impor yang sedang dikaji, yakni melalui Badan Usaha Milik Negara atau melalui Badan Layanan Umum. Kedua opsi tersebut memiliki konsekuensi berbeda, terutama dari sisi pembiayaan dan fleksibilitas pengadaan.
Selain itu, skema impor juga tidak akan dilakukan sekaligus, melainkan secara bertahap. Hal ini mempertimbangkan keterbatasan kapasitas penyimpanan dalam negeri.



