Nilai tukar rupiah diperdagangkan melemah pada Selasa pagi, 12 Mei 2026. Rupiah terperosok sebesar 0,52 persen atau 91 poin ke level Rp17.505 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Sukman Leong mengungkapkan pelemahan rupiah ini disebabkan oleh kondisi eksternal di Timur Tengah dan sentimen dari domestik.
Rupiah diperkirakan akan masih berpotensi melemah terhadap dolar AS di tengah meredupnya harapan damai AS-Iran, serta harga minyak mentah dunia yang masih tinggi,”
ujar Lukman saat dihubungi Owrite.id Selasa, 12 Mei 2026.

Investor Menunggu Data Penjualan Ritel
Lukman menjelaskan, pelemahan rupiah ini juga karena investor tengah menunggu data penjualan ritel yang akan dirilis oleh Bank Indonesia (BI).






