Saham milik konglomerat Indonesia, Prajogo Pangestu kompak melemah pada penutupan perdagangan Rabu, 13 Mei 2026. Kondisi ini sejalan dengan pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengeluarkan tiga saham milik Prajogo.
Ketiga emiten yang didepak itu adalah PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).
Dikutip dari IDX Mobile Kamis, 14 Mei 2026, TPIA menjadi saham yang terkoreksi dalam sebesar 14,85 persen ke harga Rp4.300 per saham. Kemudian BREN melemah 11,36 persen ke harga Rp3.200, dan CUAN melemah 10,05 persen ke harga Rp850 per saham.
Selain tiga saham yang dikeluarkan oleh MSCI, saham Prajogo lainnya juga mencatatkan situasi serupa. Untuk PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melemah 4,72 persen ke harga Rp1.010 per saham.
Lalu PT Petrosea Tbk (PTRO) melemah 6,51 persen ke harga Rp5.025 per saham. Kemudian ada PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah sebesar 8,77 persen ke harga Rp2.080 per saham.
Kekayaan Turun
Dilansir dari The Real-Time Billionaires yang dirilis oleh Forbes per 14 Mei 2026, harta kekayaan Prajogo Pangestu sebesar US$18,6 miliar atau Rp326,11 triliun (asumsi kurs Rp17.533 per dolar AS).
Kekayaan konglomerat ini turun Rp42,08 triliun jika dibandingkan dengan data terakhir per 10 Mei 2026. Pada periode ini, harta kekayaan Prajogo Pangestu tercatat mencapai US$21 miliar atau Rp368,19 triliun.
Kendati demikian, Prajogo Pangestu masih menjadi orang terkaya di Tanah Air. Kekayaannya ini berasal dari bisnis yang digelutinya berfokus pada sektor petrokimia dan energi.

