Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 26 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / POPSI: Kebijakan BUMN Ekspor Nggak Jelas, Bisa Hancurkan Pabrik dan Petani
Ekonomi Bisnis

POPSI: Kebijakan BUMN Ekspor Nggak Jelas, Bisa Hancurkan Pabrik dan Petani

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Mei 22, 2026 5:47 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
3 bulan lalu
Share
Karyawan mengawasi proses pemasukan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ke dalam mesin pengolahan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di PT Karya Tanah Subur Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh
Karyawan mengawasi proses pemasukan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ke dalam mesin pengolahan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di PT Karya Tanah Subur Desa Padang Sikabu, Kaway XVI, Aceh Barat, Aceh, Rabu (1/4/2026). Kementerian Perdagangan menetapkan harga referensi CPO untuk bea keluar dan pungutan ekspor periode 1-30 April 2026 sebesar 989,63 dolar AS per metric ton (MT) atau meningkat 50,76 dolar AS dari periode Maret sebesar 938,87 dolar AS per MT yang disebabkan peningkatan permintaan dan dampak situasi geopolitik di Timur Tengah. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)
SHARE

Perhimpunan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) menilai bahwa kebijakan baru pemerintah terkait tata kelola ekspor sawit melalui skema badan usaha milik negara (BUMN) menimbulkan sejumlah persoalan karena dianggap regulasi dan implementasi kebijakan tersebut masih ‘abu-abu’. 

Daftar isi Konten
  • Sawit Lebih Kompleks dari Dugaan Under Invoicing
  • Jangan Rusak Mekanisme Pasar

Menurut Ketua Umom POPSI Mansuetus Darto, pelaku usaha tidak mengetahui secara pasti bagaimana mekanisme perdagangan, pembayaran, pembentukan harga, hingga pembagian risiko bisnis yang akan dijalankan dengan kebijakan ala Presiden Prabowo Subianto tersebut.

Dalam situasi seperti ini, banyak perusahaan berpotensi memilih membeli bahan baku hanya dari grup internal mereka sendiri demi mengurangi risiko. Ini hal yang lumrah dan wajar. Namun, Kondisi ini akan memukul pabrik kelapa sawit independen yang tidak memiliki refinery maupun jaringan ekspor sendiri, dan pada akhirnya kembali menekan harga Tandan Buah Segar (TBS) bahkan petani tidak bisa panen kalau pabrik-pabrik itu tutup untuk mencegah kerugian mereka,”

kata Mansuetus dalam keterangan resmi, Jumat, 22 Mei 2026.
Baca juga:
Prabowo Sebut Bos Danantara Layak Dapat Bintang Kehormatan, BUMN Diklaim… Presiden Prabowo Subianto menilai pimpinan Badan Pengelola Investasi Danantara layak menerima bintang…
Prabowo Tantang PLTS 100 GW Bisa Rampung 2 Tahun, Ada… Presiden RI Prabowo Subianto mempercepat target penyelesaian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya…
Prabowo Sentil Menteri: Hari Libur Tetap Kerja, yang Tidak Sanggup… Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan jajaran Kabinet Merah Putih harus siap bekerja…
  • Prabowo Sebut Bos Danantara Layak Dapat Bintang Kehormatan, BUMN Diklaim Makin Moncer
  • Prabowo Tantang PLTS 100 GW Bisa Rampung 2 Tahun, Ada Iming-Iming Bintang…
  • Prabowo Sentil Menteri: Hari Libur Tetap Kerja, yang Tidak Sanggup Silakan Minggir!

Sawit Lebih Kompleks dari Dugaan Under Invoicing

POPSI juga mengingatkan bahwa perdagangan sawit internasional sangat kompleks dan tidak bisa disederhanakan hanya sebagai persoalan administrasi atau dugaan under-invoicing.

Sebelumnya, Prabowo mengklaim bahwa langkah itu dilakukan sebagai pengawasan dan monitoring, serta memberantas praktik kurang bayar, under-invoicing, praktek pemindahan harga, transfer pricing, dan pelarian devisa hasil ekspor.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/app/kye)

Namun, dalam perdagangan global terdapat mekanisme FOB dan CIF, klaim kualitas, risiko pengiriman, perubahan kadar air, FFA, hingga komplain buyer internasional yang memengaruhi harga akhir transaksi. 

Karena itu, perbedaan harga ekspor tidak selalu dapat dianggap sebagai praktik transfer pricing atau under invoicing. Selain itu, ekosistem ekspor sawit nasional selama ini dibangun melalui jaringan logistik, storage tank, bulking station, kapal tanker, trading hub, pembiayaan perdagangan, serta reputasi global yang dibangun puluhan tahun oleh pelaku usaha nasional,”

ujarnya.

Jangan Rusak Mekanisme Pasar

Buyer internasional pun, menurut POPSI, membeli bukan hanya karena barang tersedia, tetapi karena adanya kepastian pengiriman, kualitas, pembiayaan, manajemen risiko, dan kepercayaan terhadap mitra dagang.

POPSI berpandangan bahwa pemerintah sebaiknya fokus memperkuat transparansi dan tata kelola tanpa merusak mekanisme pasar,”

bebernya.

POPSI juga menilai peran Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) yang sebaiknya difokuskan pada:

  • Pencatatan,
  • Dokumentasi,
  • Monitoring,
  • Transparansi data ekspor,
  • Pengawasan administratif, atau
  • Dibatalkan akan lebih baik demi menyelamatkan jutaan petani sawit di Daerah.
Pekerja memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ke atas truk di perkebunan kelapa sawit Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (26/3/2026). Badan Pusat Statistik mencatat ekspor crude palm oil (CPO) pada Januari 2026 mengalami peningkatan 59,63 persen menjadi 2.514 ribu ton atau senilai 2,29 miliar dollar AS dibandingkan pada januari 2025 sebesar 1,485 ribu ton senilai 1,75 miliar dollar AS.
Pekerja memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit ke atas truk di perkebunan kelapa sawit Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, Kamis (26/3/2026). (ANTARA FOTO/Angga Palguna)

Sementara itu, POPSI menilai bahwa mekanisme perdagangan dan pembentukan harga tetap dilakukan melalui pasar yang kompetitif dan terbuka. Namun, jika negara masuk terlalu jauh dalam mekanisme perdagangan dan penentuan harga, maka risiko distorsi pasar, kepanikan usaha, dan tekanan harga sawit domestik akan semakin besar, dan petani kembali menjadi pihak yang paling dirugikan. 

POPSI melihat, akan ada rente-rente baru yang akan diuntungkan. Siapa yang dekat dengan kekuasaan akan memperoleh akses pasar, mendapatkan kuota penjualan, negara tujuan dengan harga premium dan sebaliknya yang tidak patuh pada rente politik maka aksesnya akan tersingkir. Ujungnya, lagi-lagi petani dan buruh kebun sawit (yang terkena dampaknya),”

jelasnya.

POPSI juga meminta pemerintah mengevaluasi tingginya BK (Bea Keluar) dan PE (Pungutan Ekspor) yang selama ini sudah sangat membebani industri sawit dan petani.

Oleh sebab itu, POPSI mendesak pemerintah untuk:

  1. Membatalkan implementasi kebijakan
  2. Melibatkan seluruh pemangku kepentingan sawit dalam penyusunan kebijakan.
  3. Menjaga mekanisme pasar tetap kompetitif dan terbuka.
  4. Memastikan DSI fokus pada fungsi administratif dan transparansi, bukan menjadi pengendali perdagangan yang memonopoli.
  5. Menempatkan perlindungan harga TBS petani sebagai prioritas utama. 
  6. Ekosistem sawit akan menambah pemain baru dengan hadirnya rente politik. 

Sawit adalah tulang punggung ekonomi jutaan keluarga Indonesia. Kebijakan tata kelola ekspor harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menciptakan kepanikan pasar dan menghancurkan stabilitas industri sawit nasional,”

tutupnya.
Baca juga:
Prabowo Klaim Karhutla Mulai Teratasi, Target Semua Api Padam dalam… Presiden RI Prabowo Subianto mengapresiasi kinerja petugas dalam menangani kebakaran hutan dan…
Prabowo Bongkar Sumber Uang Ratusan Helikopter Tangani Bencana, Ini Jawabannya Presiden Prabowo Subianto mengaitkan pengerahan puluhan hingga ratusan helikopter dan berbagai peralatan…
Bahlil Tancap Gas Bangun PLTS 100 GW: Dimulai Hari Ini,… Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah mulai…
  • Prabowo Klaim Karhutla Mulai Teratasi, Target Semua Api Padam dalam Satu-Dua Pekan…
  • Prabowo Bongkar Sumber Uang Ratusan Helikopter Tangani Bencana, Ini Jawabannya
  • Bahlil Tancap Gas Bangun PLTS 100 GW: Dimulai Hari Ini, Dikebut 3…
Tag:BUMN EksporDanantaraharga sawitPOPSIprabowosawitunder invoicing
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah, Malaysia dan Brunei Dorong ASEAN Turun Tangan
By Natania Longdong
Foto udara saat terjadi kebakaran lahan di kawasan Gunung Bahagia, Balikpapan, Kalimantan Timur.
1
BMKG Ramal Cuaca Selasa 25 Agustus: Cerah Mendominasi, Jaksel Diprediksi Tembus 34 Derajat
By Syifa Fauziah
Ilustrasi cuaca Jakarta cerah.
2
Trenggiling Jadi Korban Karhutla, Satwa Langka Ini Ternyata Populasinya Terancam Punah
By Ossid Duha Jussas Salma
Tim Manggala Agni menemukan trenggiling yang terbakat akibat karhutla (Foto: TikTok radarkhatulistiwa).
3
ST Burhanuddin Buka Target Besar Gojukai: Dari Podium Nasional hingga Kancah Dunia
By Syifa Fauziah
Jaksa Agung, ST Burhanuddin di Kejurnas Karate-do Gojukai. (Sumber: YouTube/Karate-Do Gojukai Indonesia)
4
Ribuan Peserta Serbu GOR Ciracas, Kejurnas Karate Gojukai Piala Jaksa Agung jadi Ajang Cari Bibit Juara
By Syifa Fauziah
Kejuaraan Nasional Karate-Do Gojukai Piala Jaksa Agung RI Ketiga Tahun 2026 resmi digelar di GOR Ciracas, Jakarta Timur,
5

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo Subianto saat peluncuran Program PLTS 100 GWp di Bali, Selasa, 25 Agustus 2026.
Ekonomi Bisnis

Prabowo Sebut Bos Danantara Layak Dapat Bintang Kehormatan, BUMN Diklaim Makin Moncer

Presiden Prabowo Subianto menilai pimpinan Badan Pengelola Investasi Danantara layak menerima bintang…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
9 jam lalu
Presiden RI Prabowo Suboanto meluncurkan program PLTS 100 GWp, Kab. Jembrana, Bali.
Ekonomi Bisnis

Prabowo Tantang PLTS 100 GW Bisa Rampung 2 Tahun, Ada Iming-Iming Bintang Kehormatan

Presiden RI Prabowo Subianto mempercepat target penyelesaian pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
9 jam lalu
Ilustrsi beras fortifikasi.
Ekonomi Bisnis

Beras Fortifikasi Diduga Banyak Palsu, Bapanas Ungkap Kerugian Rakyat Capai Rp91 Triliun

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan akan menindak tegas pelaku di balik peredaran…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
13 jam lalu
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memberikan keterangan pers usai rapat koordinasi (rakor) terkait kebijakan baru tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
Ekonomi Bisnis

Program Pembangunan PLTS 100 GW Bakal Jadi Senjata Bahlil Tekan Impor Solar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia membidik penurunan impor…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
13 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up