Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 25 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Dari Transisi hingga Kendali Penuh, Ini 3 Fase Ekspor SDA ala Prabowo
Ekonomi Bisnis

Dari Transisi hingga Kendali Penuh, Ini 3 Fase Ekspor SDA ala Prabowo

iren natania longdongAmin-Suciady-Owrite
Last updated: Mei 22, 2026 4:19 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 bulan lalu
Share
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Rapat Paripurna ke-19 DPR RI Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/5/2026). DPR menggelar rapat paripurna dengan agenda antara lain penyampaian Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal oleh Presiden Prabowo. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/app/kye)
SHARE

Pemerintah akan menerapkan tata kelola ekspor komoditas strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) ekspor. Hal ini diklaim untuk memperkuat kontrol negara terhadap devisa hasil ekspor dan stabilitas harga global.

Skema tersebut nantinya dapat dimulai lewat pembentukan BUMN ekspor yang bertugas menghimpun volume penjualan komoditas strategis nasional sebelum dikirim ke pasar internasional. 

Langkah itu diklaim sebagai pengawasan dan monitoring, serta memberantas praktik kurang bayar, under-invoicing, praktek pemindahan harga, transfer pricing, dan pelarian devisa hasil ekspor.

Menurut Presiden Prabowo Subianto, ada beberapa komoditas yang diatur oleh badan ekspor tersebut, termasuk kelapa sawit, batu bara dan paduan besi (besi yang dicampur unsur lain).

Diprotes Swasta, Ini Alasan Negara Pegang Langsung Transaksi Ekspor SDA RI

Penerbitan peraturan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola ekspor komuditas sumber daya alam kita,”

kata Prabowo saat memberikan pidato di Rapat Paripurna DPR RI, 20 Mei lalu.

Tujuan utama kebijakan ini adalah memperkuat pengawasan dan monitoring, serta memberantas praktik kurang bayar, under-invoicing, praktek pemindahan harga, transfer pricing, dan pelarian devisa hasil ekspor,”

tambahnya.

Pada fase pertama, pemerintah dapat menunjuk satu atau beberapa BUMN untuk bertindak sebagai pengekspor tunggal.

Dalam artian, hasil dari setiap penjualan ekspor akan diteruskan oleh BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah kepada pelaku usaha pengelola kegiatan tersebut,”

beber Prabowo.
Baca juga:
Garda Revolusi Iran Siapkan Skenario Hadapi ‘Perang Ekonomi’ Baru Trump Garda Revolusi Iran menegaskan sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk menghadapi tekanan ekonomi…
Prabowo Mau Jual KRI Ki Hajar Dewantara Karena Sudah Tua,… Presiden Prabowo Subianto disebut mengusulkan penjualan KRI Ki Hajar Dewantara karena kapal…
Prabowo Didesak Tindak Aparat yang Hadang Aksi Mahasiswa di Bundaran… Presiden Prabowo Subianto didesak mengambil tindakan tegas terhadap aparat yang melarang atau…
  • Garda Revolusi Iran Siapkan Skenario Hadapi ‘Perang Ekonomi’ Baru Trump
  • Prabowo Mau Jual KRI Ki Hajar Dewantara Karena Sudah Tua, DPR Malah…
  • Prabowo Didesak Tindak Aparat yang Hadang Aksi Mahasiswa di Bundaran HI

Memasuki fase kedua, pemerintah mulai menerapkan kewajiban sebagian ekspor melalui BUMN ekspor, yang bertujuan memperkuat posisi tawar Indonesia dalam perdagangan global, sekaligus menekan praktik under invoicing atau manipulasi nilai ekspor yang selama ini dinilai mengurangi potensi penerimaan negara.

Sementata itu, mekanisme tersebut dinilai dapat memperkuat pengawasan terhadap devisa hasil ekspor (DHE) agar lebih banyak tersimpan di dalam negeri.

Dari data yang dipaparkan Prabowo, dalam Rapat Paripurna, mengklaim bahwa nilai kerugian akibat praktik under invoicing selama 34 tahun terakhir mencapai Rp15.400 triliun.

Bahlil Pastikan Migas Tak Tersentuh Kebijakan Ekspor Satu Pintu Prabowo

Kita tahu bahwa perbedaan antara yang dilaporkan dan yang tidak dilaporkan itu sering mencapai 50 persen,”

jelasnya.

Penerbitan peraturan ini adalah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola ekspor komunitas sumber daya alam kita,”

lanjutnya.

Selain itu, Prabowo juga menyampaikan aturan ini bisa menambah pemasukan negara yang selama ini mengalami “kebocoran”. Selanjutnya, dalam fase terakhir, implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap.

Baca juga:
Prabowo Kejar Produksi 2 Juta Motor Listrik, Ekonom Ingatkan Daya… Pemerintah akan memberikan insentif untuk 1 juta motor listrik buatan dalam negeri.…
Wacana Prabowo Bahasa Asing Masuk SD Jangan Sampai "Gusur" Bahasa… Wacana Presiden Prabowo Subianto terkait pengenalan bahasa asing kepada siswa sekolah dasar…
Guru Belum Merata, Kebijakan Bahasa Asing Sejak Kelas 1 SD… Rencana pemerintah menerapkan pembelajaran bahasa asing sejak kelas 1 sekolah dasar (SD)…
  • Prabowo Kejar Produksi 2 Juta Motor Listrik, Ekonom Ingatkan Daya Beli Masih…
  • Wacana Prabowo Bahasa Asing Masuk SD Jangan Sampai "Gusur" Bahasa Daerah
  • Guru Belum Merata, Kebijakan Bahasa Asing Sejak Kelas 1 SD Jangan Sembarangan

Tahap pertama berlaku pada 1 Juni hingga 31 Agustus 2026. Di tahap ini, perusahaan eksportir mengalihkan transaksi dagang ekspor-impor dengan pembeli di luar negeri kepada BUMN. 

Namun, ini masuk ke dalam tahap transisi. Kemudian, di tahap kedua, yang dimulai pada September 2026, transaksi dan kontrak dengan pembeli di luar negeri sepenuhnya di bawah BUMN.

Tag:Amerika SerikatDevisaeksporPrabowo SubiantoPresidenSumber Daya Alam
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Makin Parah, Malaysia dan Brunei Dorong ASEAN Turun Tangan
By Natania Longdong
Foto udara saat terjadi kebakaran lahan di kawasan Gunung Bahagia, Balikpapan, Kalimantan Timur.
1
BMKG Ramal Cuaca Selasa 25 Agustus: Cerah Mendominasi, Jaksel Diprediksi Tembus 34 Derajat
By Syifa Fauziah
Ilustrasi cuaca Jakarta cerah.
2
Saham Bank Mandiri Melemah di Tengah Isu Rekening Donasi Demo Diblokir
By Anisa Aulia
Saham Bank Mandiri Melemah usai isu Pemblokiran Rekening AMPB. (Gambar dibuat AI)
3
Polda Metro Blokir Rekening Bank Mandiri Koordinator AMPB Supriyono Selama 5 Hari
By Rahmat Baihaqi
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto.
4
Karhutla Semester I 2026 Naik 366 Persen, 202 Ribu Hektare Dilalap Api
By Ani Ratnasari
Petugas BPBD Kabupaten Batang Hari dan Manggala Agni Daops Muara Bulian memadamkan api yang membakar lahan di Jalan Pramuka, Muara Bulian, Batang Hari, Jambi, Minggu (23/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi emas batangan dan platinum. (Sumber: Unsplash/ Zlaťáky.cz)
Ekonomi Bisnis

Harga Emas Hari Ini 25 Agustus 2026: Antam Naik Rp18 Ribu, Global Berkilau 

Harga emas global naik pada Selasa, melanjutkan reli yang dipicu oleh pengumuman…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep Malik
36 menit lalu
Senja di pengeboran minyak. (Sumber: Unsplash/Zbynek Burival)
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Dunia Turun ke US$92,16 per Dolar AS di Tengah Sanksi AS ke Iran

Harga minyak dunia turun pada perdagangan Selasa, setelah anjlok lebih dari 2…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
Pekerja melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Ekonomi Bisnis

Tersandung Bunga Obligasi, Saham Adhi Karya Kena Gembok BEI

Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan alias suspensi saham PT Adhi…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
17 jam lalu
Warga berada di dekat anggota keluarganya yang terluka akibat gempa bumi di RSUD TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ekonomi Bisnis

Pemerintah Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Bantu Korban Bencana, NTT Dapat 6.800 Ton Beras

Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,2 triliun untuk penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP)…

Nisa-OWRITEHardani Triyoga
By
Anisa Aulia
Hardani Triyoga
17 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up