Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

AS Serang Iran Lagi, Harga Minyak Dunia Terbang ke US$96 per Barel

Serangan baru AS terhadap Iran, yang kembali memicu kekhawatiran terganggunya lalu lintas pelayaran komersial melalui Selat Hormuz.

Kilang minyak di lepas pantai.
Kilang minyak di lepas pantai. (esdm.go.id)

Harga minyak dunia naik 1,81 persen pada perdagangan Kamis. Kenaikan disebabkan serangan baru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, yang kembali memicu kekhawatiran terganggunya lalu lintas pelayaran komersial melalui Selat Hormuz.

Dilansir CNBC, Kamis, 28 Mei 2026, harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan internasional naik 1,81 persen menjadi US$96 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,86 persen menjadi US$90,33 per barel.

Salah seorang pejabat AS mengatakan, serangan baru yang dilancarkan pasukan AS di Iran menargetkan sebuah situs militer, yang diyakini mengancam pasukan AS dan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz. AS juga dilaporkan mencegat dan menembak jatuh beberapa drone Iran.

Iklan

Investor Kesampingkan Gangguan Pasokan 

Data pergerakan kapal di selat hormuz.
Data pergerakan kapal di selat hormuz. (Sumber: Istimewa)

Dalam catatan yang diterbitkan Rabu malam, Citi mengatakan pasar minyak mulai menemukan pijakan yang lebih kuat seiring investor semakin mengesampingkan skenario terburuk gangguan pasokan, di tengah tanda-tanda Washington dan Teheran semakin mendekati kesepakatan. 

Namun, bank tersebut memperingatkan bahwa ketidakpastian mengenai waktu kesepakatan apapun membuat bank sentral tetap waspada, dengan para pembuat kebijakan mempertimbangkan pengetatan kebijakan moneter sebagai respons terhadap risiko inflasi yang dipicu kenaikan harga energi.

Citi mengatakan, kenaikan harga minyak mentah yang berkepanjangan mulai berdampak pada tekanan inflasi yang lebih luas, terutama melalui efek putaran kedua, yang mendorong beberapa bank sentral untuk bersikap lebih hawkish atau agresif dalam kebijakan moneternya. 

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.