Harga minyak dunia naik 1,81 persen pada perdagangan Kamis. Kenaikan disebabkan serangan baru Amerika Serikat (AS) terhadap Iran, yang kembali memicu kekhawatiran terganggunya lalu lintas pelayaran komersial melalui Selat Hormuz.
Dilansir CNBC, Kamis, 28 Mei 2026, harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan internasional naik 1,81 persen menjadi US$96 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 1,86 persen menjadi US$90,33 per barel.
Salah seorang pejabat AS mengatakan, serangan baru yang dilancarkan pasukan AS di Iran menargetkan sebuah situs militer, yang diyakini mengancam pasukan AS dan pelayaran komersial melalui Selat Hormuz. AS juga dilaporkan mencegat dan menembak jatuh beberapa drone Iran.
Investor Kesampingkan Gangguan Pasokan

Dalam catatan yang diterbitkan Rabu malam, Citi mengatakan pasar minyak mulai menemukan pijakan yang lebih kuat seiring investor semakin mengesampingkan skenario terburuk gangguan pasokan, di tengah tanda-tanda Washington dan Teheran semakin mendekati kesepakatan.
Namun, bank tersebut memperingatkan bahwa ketidakpastian mengenai waktu kesepakatan apapun membuat bank sentral tetap waspada, dengan para pembuat kebijakan mempertimbangkan pengetatan kebijakan moneter sebagai respons terhadap risiko inflasi yang dipicu kenaikan harga energi.
Citi mengatakan, kenaikan harga minyak mentah yang berkepanjangan mulai berdampak pada tekanan inflasi yang lebih luas, terutama melalui efek putaran kedua, yang mendorong beberapa bank sentral untuk bersikap lebih hawkish atau agresif dalam kebijakan moneternya.




