Nilai tukar rupiah terperosok pada perdagangan Rabu pagi, 3 Juni 2026. Rupiah melemah sebesar 0,40 persen atau 71 poin, menembus level Rp17.910 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengungkapkan, pelemahan rupiah hari ini didominasi oleh eskalasi baru di Timur Tengah. Kondisi itu memicu kekhawatiran bahwa harga minyak dunia akan kembali melambung.
Rupiah melemah terhadap dolar AS oleh eskalasi baru di Timur Tengah memicu kekhawatiran akan harapan damai dan melonjakan harga minyak dunia,”
ujar Lukman saat dihubungi owrite.id Rabu, 3 Juni 2026.
Pencopotan Sentimen Positif
Lukman menilai, seharusnya pencopotan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) ) Dadan Hindayana dan dua Wakil Kepala BGN yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, bisa menjadi sentimen positif bagi para investor. Namun, saat ini sentimen dari eksternal mendominasi pergerakan rupiah.
Saya melihat pencopotan kepala dan wakil kepala BGN justru bisa dipandang positif investor, apabila pemerintah serius menangani permasalahan dalam proyek MBG,”
jelasnya.
Adapun untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan melemah ke level Rp17.800-Rp17.900.
Bila dibandingkan dengan mata uang negara Asia Tenggara lainnya, mayoritas mengalami pelemahan. Tercatat Ringgit Malaysia (MYR) melemah 0,30 persen, baht Thailand (THB) melemah sebesar 0,15 persen terhadap dolar AS, dan peso Filipina (PHP) melemah sebesar 0,04 persen melawan dolar AS.



