Nilai tukar rupiah anjlok pada perdagangan Selasa pagi, 2 Juni 2026. Rupiah melemah sebesar 0,48 persen atau 86 poin ke level Rp17.892 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan melemahnya mata uang garuda ini, karena respons dari Iran yang menghentikan perundingan damai dengan AS.
Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS yang menguat merespons pernyataan Iran yang menghentikan perundingan damai dengan AS dan berencana untuk sepenuhnya menutup Selat Hormuz,”
ujar Lukman saat dihubungi Owrite.id Selasa, 2 Juni 2026.
Dolar Menguat Karena Data Positif Manufaktur AS

Menguatnya dolar AS jelas Lukman, turut didukung oleh data manufaktur Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan.
Sedangkan dari dalam negeri, ambruknya rupiah pada pagi ini karena investor masih menantikan data inflasi dan neraca perdagangan yang akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada siang ini.
Investor menantikan data inflasi dan perdagangan Indonesia,”
jelasnya.
Adapun untuk hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan melemah di kisaran Rp17.800-Rp17.900.




