Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak fluktuatif pada pembukaan perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. IHSG sempat dibuka menguat, namun anjlok 1,51 persen ke level 6.101 pada pukul 09.12 WIB.
Nilai transaksi sebesar Rp2,5 triliun, dengan melibatkan 4,3 miliar saham dalam 328 ribu kali transaksi. Tercatat 390 saham turun, 161 tidak bergerak, dan 155 naik.
Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata mengatakan berdasarkan tren, IHSG menuju ke level terendah. Pasalnya, IHSG sudah mendekati titik harga terendah pada 2025 yakni level 5.882.
“(Kondisi) IHSG ibarat balik lagi ke kaki gunung, sama dengan sudah dekat ke titik low 2025 di 5.882. Dari naik-naik ke puncak gunung 9.000-an, sekarang kembali ke dasar,”
ujar Liza saat dihubungi Owrite.id, Rabu, 3 Juni 2026.
Liza menuturkan indikator Relative Strength Index (RSI) saat ini juga oversold atau turun tajam. Asing tercatat masih melakukan aksi jual besar-besaran, per Selasa, 2 Juni. Asing melakukan jual bersih atau foreign net sell sebesar Rp60 triliun secara year to date (ytd).
“Semoga saja potensi penurunan terbatas ,ya, secara P/E IHSG ini lebih rendah dari zaman Covid,”
ucap dia.
Pencopotan Kepala BGN
Perihal pencopotan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan dua Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, Liza mengatakan bahwa pencopotan akan mempengaruhi pergerakan IHSG hari ini.
“Kemarin presiden mencopot Kepala BGN, sebelumnya juga kurangi anggaran MBG tahun ini dari Rp355 triliun jadi Rp266 triliun. (Publik) liha aja sentimen market hari ini, pelaku pasar mau tahu juga penggantinya siapa,”
jelas Liza.
Berdasar analisisnya, pencopotan jajaran BGN merupakan sedikit dari isu yang disorot oleh pelaku pasar akhir-akhir ini. Dia mengatakan banyak isu-isu lain yang mengganjal pergerakan IHSG.
“Itu sih cuma segelintir isu yang disorot pelaku pasar belakangan ini, masih banyak isu-isu lain yang mengganjal seperti pelemahan rupiah, rebalancing FTSE Russell bulan ini, implementasi kebijakan DSI, DHE SDA, dan perubahan pajak untuk UMKM,”
terang Liza.



