Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 19 Jun 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Korupsi
  • Sepak Bola
  • Purbaya
  • DPR
  • MBG
  • prabowo
  • iran
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Usai Pertamax Naik 32 Persen, DPR Minta Pemerintah Jangan Sentuh Harga Pertalite
Ekonomi Bisnis

Usai Pertamax Naik 32 Persen, DPR Minta Pemerintah Jangan Sentuh Harga Pertalite

Rika PangestiIvan OWRITE
Last updated: Juni 13, 2026 7:11 pm
Rika Pangesti
Ivan Syahruna Lubis
Share
Petugas bersiap melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah
Petugas bersiap melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz)
SHARE

Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax hingga 32 persen memicu kekhawatiran akan merembet ke BBM subsidi.

Daftar isi Konten
  • Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
  • Pembenahan Sistem Distribusi

Namun, Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, meminta pemerintah tidak menjadikan lonjakan harga Pertamax sebagai alasan untuk menaikkan harga Pertalite.

Menurut Ateng, pemerintah masih memiliki ruang kebijakan untuk mempertahankan harga Pertalite selama distribusi BBM subsidi dapat dikendalikan secara tepat sasaran dan kondisi fiskal tetap dijaga.

Masyarakat perlu memahami bahwa kondisi tersebut tidak otomatis membuat Pertalite ikut naik. Pemerintah masih memiliki instrumen untuk mempertahankan harga BBM subsidi apabila pengelolaan distribusi dan fiskalnya dilakukan secara disiplin,”

kata Ateng, dikutip Sabtu, 13 Juni 2026.

Seperti diketahui, PT Pertamina Patra Niaga pada 10 Juni 2026 resmi menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Baca juga:
BI Waspada Harga Pertamax Kerek Inflasi 0,25 Persen, 13 Provinsi… Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, kenaikan harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green…
Walhi Tolak TNI Urus Sampah Jadi BBM: Ini Bukan Urusan… Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengkritisi rencana pelibatan TNI dalam program pengelolaan…
Pertamina Beri Sinyal Harga BBM Pertamax Bisa Kembali Turun, Asal… PT Pertamina Patra Niaga membuka peluang untuk menurunkan harga bahan bakar minyak…
  • BI Waspada Harga Pertamax Kerek Inflasi 0,25 Persen, 13 Provinsi Dipantau Khusus
  • Walhi Tolak TNI Urus Sampah Jadi BBM: Ini Bukan Urusan Keamanan Negara
  • Pertamina Beri Sinyal Harga BBM Pertamax Bisa Kembali Turun, Asal…

Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Kenaikan itu dipicu melonjaknya harga minyak mentah dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menekan biaya impor energi.

Meski demikian, Ateng menilai ancaman terbesar saat ini bukan sekadar kenaikan harga minyak dunia, melainkan potensi perpindahan besar-besaran pengguna Pertamax ke Pertalite karena selisih harga yang semakin lebar.

Jika tidak diantisipasi, akan terjadi migrasi konsumsi secara masif dari pengguna BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Inilah yang berpotensi membebani APBN dan mengganggu ketahanan pasokan Pertalite,”

tegasnya.

Menurut dia, kondisi tersebut bisa membuat kuota Pertalite tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 29,2 juta kiloliter terancam jebol sebelum akhir tahun.

Di sisi lain, tekanan terhadap APBN juga semakin besar. Pemerintah memperkirakan setiap kenaikan harga minyak mentah sebesar US$1 per barel di atas asumsi APBN dapat menambah beban fiskal sekitar Rp6,8 triliun.

Heboh Harga Pertamax Naik 32 Persen, Dirut Pertamina Akhirnya Speak Up

Sementara pelemahan rupiah Rp100 per dolar AS berpotensi menambah tekanan hingga Rp800 miliar.

Hingga April 2026, pemerintah tercatat telah menggelontorkan subsidi dan kompensasi energi sebesar Rp153,1 triliun untuk menjaga harga BBM dan energi strategis tetap terjangkau.

Pembenahan Sistem Distribusi

Karena itu, Ateng menilai solusi yang lebih tepat bukan menaikkan harga Pertalite, melainkan mempercepat pembenahan sistem distribusi agar subsidi benar-benar diterima kelompok yang berhak.

“Pemerintah harus memastikan subsidi tidak dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu membeli BBM nonsubsidi. Jangan sampai rakyat kecil yang menjadi korban akibat lemahnya pengawasan,” ujarnya.

Ia juga mendesak pemerintah segera menuntaskan revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 yang mengatur distribusi BBM subsidi.

Menurutnya, pembatasan penerima berdasarkan jenis kendaraan dan kemampuan ekonomi jauh lebih masuk akal dibanding menaikkan harga BBM subsidi.

Ateng menilai kendaraan mewah dan kendaraan dengan kapasitas mesin besar sudah seharusnya menggunakan BBM nonsubsidi.

Sementara kendaraan roda dua, kendaraan keluarga sederhana, LCGC, dan masyarakat berpenghasilan rendah tetap harus mendapat perlindungan negara.

Subsidi harus diarahkan kepada mereka yang membutuhkan. Kendaraan berkapasitas mesin besar dan masyarakat mampu sudah seharusnya menggunakan BBM nonsubsidi,”

tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan sistem digital seperti QR Code dan integrasi data konsumen melalui MyPertamina perlu dioptimalkan untuk menekan kebocoran subsidi.

Karena itu, selama harga minyak dunia belum bertahan lama di atas US$100 per barel dan distribusi subsidi masih bisa ditertibkan, Ateng menilai belum ada alasan mendesak bagi pemerintah untuk menaikkan harga Pertalite.

Pemerintah harus fokus memperbaiki ketepatan sasaran subsidi, mempercepat pembatasan distribusi, dan menjaga daya beli rakyat. Itu lebih penting,”

tambahnya.

Tag:Anggota Komisi XII DPR RIBBMBBM Bersubsidipertalitepertamax
Share This Article
Email Salin Tautan Print
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Alphard Tersangka Asep Yusuf Disita, Kejagung Buru Jejak Uang Haram Korupsi MBG
By Rahmat Baihaqi
Mobil mewah jenis Toyota Alphard yang disita Kejaksaan Agung.
1
Kongkalikong Dadan Hindayana-Glory Sihombing: Jual Titik SPPG, Rp100 Juta per Dapur
By Rahmat Baihaqi
Tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) Glory Harimas Sihombing (tengah) berjalan menuju mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
2
Terkuak! Begini Aliran Uang Panas ke Dadan Hindayana dari Bisnis Titik Dapur MBG
By Rahmat Baihaqi
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi.
3
Roy Suryo Ditangkap, Tim Advokasi: Hukum Sudah Melayani Kepentingan Politik Jokowi
By Hardani Triyoga
Pakar telematika Roy Suryo (tengah) bersama ahli Forensik Digital Rismon Sianipar (kiri)
4
Ceko Kena Comeback! Kemenangan di Depan Mata Buyar Usai Afrika Selatan Bangkit
By Hadi Febriansyah
Laga Afsel vs Ceko di Grup A Piala Dunia 2026.
5

BERITA LAINNYA

Ilustrasi KPR. (Sumber: Unsplash/Towfiqu barbhuiya)
Ekonomi Bisnis

BI Rate Naik 5,75 Persen, Apa Saja Dampaknya Buat Masyarakat?

Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan atau BI Rate sebesar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 menit lalu
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM/ Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani
Ekonomi Bisnis

Rosan Ungkap Tak Ada Arahan Prabowo Tahan Bunga Kredit Usai BI Rate Naik

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Perkasa Roeslani menyatakan tidak ada arahan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Pengeboran Minyal Lepas Pantai. (Sumber: Unsplash/Sheng Hu )
Ekonomi Bisnis

Harga Minyak Turun Tipis, Pasar Sambut Pemulihan Pelayaran di Selat Hormuz

Harga minyak dunia turun tipis pada perdagangan Jumat. Kenaikan ini seiring dengan…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
3 jam lalu
Pertambangan batu bara PT Kaltim Prima Coal (KPC), berlokasi di wilayah Sangatta, Kalimantan Timur, Indonesia
Ekonomi Bisnis

IESR Peringatkan Kenaikan Harga DMO Bisa Picu Lonjakan Biaya Listrik

Institute for Essential Services Reform (IESR) merespons rencana pemerintah untuk mengevaluasi harga…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
4 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up