Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 11 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Usai Pertamax Naik 32 Persen, DPR Minta Pemerintah Jangan Sentuh Harga Pertalite
Ekonomi Bisnis

Usai Pertamax Naik 32 Persen, DPR Minta Pemerintah Jangan Sentuh Harga Pertalite

Rika PangestiIvan OWRITE
Last updated: Juni 13, 2026 7:11 pm
By
Rika Pangesti
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan...
Follow:
Ivan Syahruna Lubis
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Petugas bersiap melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah
Petugas bersiap melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU Pertamina Jalan Veteran, Semarang, Jawa Tengah (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz)
SHARE

Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax hingga 32 persen memicu kekhawatiran akan merembet ke BBM subsidi.

Daftar isi Konten
  • Pelemahan Nilai Tukar Rupiah
  • Pembenahan Sistem Distribusi

Namun, Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi PKS, Ateng Sutisna, meminta pemerintah tidak menjadikan lonjakan harga Pertamax sebagai alasan untuk menaikkan harga Pertalite.

Menurut Ateng, pemerintah masih memiliki ruang kebijakan untuk mempertahankan harga Pertalite selama distribusi BBM subsidi dapat dikendalikan secara tepat sasaran dan kondisi fiskal tetap dijaga.

Masyarakat perlu memahami bahwa kondisi tersebut tidak otomatis membuat Pertalite ikut naik. Pemerintah masih memiliki instrumen untuk mempertahankan harga BBM subsidi apabila pengelolaan distribusi dan fiskalnya dilakukan secara disiplin,”

kata Ateng, dikutip Sabtu, 13 Juni 2026.

Seperti diketahui, PT Pertamina Patra Niaga pada 10 Juni 2026 resmi menaikkan harga Pertamax dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter. Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Baca juga:
Siap-siap, Pemerintah Bakal Perketat 'Orang Have' Beli Pertalite Pemerintah akan memperketat pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yakni Pertalite. Pengguna…
RI Bakal Kunci Pasokan Minyak Rusia Lewat Kontrak Jangka Panjang,… Pemerintah berencana mengamankan pasokan minyak mentah (crude oil) dari Rusia melalui skema…
Pertamax Turun Mengikuti Minyak Dunia, Bahlil Ingatkan Harga BBM Bisa… Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan penurunan harga…
  • Siap-siap, Pemerintah Bakal Perketat 'Orang Have' Beli Pertalite
  • RI Bakal Kunci Pasokan Minyak Rusia Lewat Kontrak Jangka Panjang, Ini Alasannya
  • Pertamax Turun Mengikuti Minyak Dunia, Bahlil Ingatkan Harga BBM Bisa Naik Lagi

Pelemahan Nilai Tukar Rupiah

Kenaikan itu dipicu melonjaknya harga minyak mentah dunia dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang menekan biaya impor energi.

Meski demikian, Ateng menilai ancaman terbesar saat ini bukan sekadar kenaikan harga minyak dunia, melainkan potensi perpindahan besar-besaran pengguna Pertamax ke Pertalite karena selisih harga yang semakin lebar.

Jika tidak diantisipasi, akan terjadi migrasi konsumsi secara masif dari pengguna BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Inilah yang berpotensi membebani APBN dan mengganggu ketahanan pasokan Pertalite,”

tegasnya.

Menurut dia, kondisi tersebut bisa membuat kuota Pertalite tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 29,2 juta kiloliter terancam jebol sebelum akhir tahun.

Di sisi lain, tekanan terhadap APBN juga semakin besar. Pemerintah memperkirakan setiap kenaikan harga minyak mentah sebesar US$1 per barel di atas asumsi APBN dapat menambah beban fiskal sekitar Rp6,8 triliun.

Heboh Harga Pertamax Naik 32 Persen, Dirut Pertamina Akhirnya Speak Up

Sementara pelemahan rupiah Rp100 per dolar AS berpotensi menambah tekanan hingga Rp800 miliar.

Hingga April 2026, pemerintah tercatat telah menggelontorkan subsidi dan kompensasi energi sebesar Rp153,1 triliun untuk menjaga harga BBM dan energi strategis tetap terjangkau.

Pembenahan Sistem Distribusi

Karena itu, Ateng menilai solusi yang lebih tepat bukan menaikkan harga Pertalite, melainkan mempercepat pembenahan sistem distribusi agar subsidi benar-benar diterima kelompok yang berhak.

“Pemerintah harus memastikan subsidi tidak dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu membeli BBM nonsubsidi. Jangan sampai rakyat kecil yang menjadi korban akibat lemahnya pengawasan,” ujarnya.

Ia juga mendesak pemerintah segera menuntaskan revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 yang mengatur distribusi BBM subsidi.

Menurutnya, pembatasan penerima berdasarkan jenis kendaraan dan kemampuan ekonomi jauh lebih masuk akal dibanding menaikkan harga BBM subsidi.

Ateng menilai kendaraan mewah dan kendaraan dengan kapasitas mesin besar sudah seharusnya menggunakan BBM nonsubsidi.

Sementara kendaraan roda dua, kendaraan keluarga sederhana, LCGC, dan masyarakat berpenghasilan rendah tetap harus mendapat perlindungan negara.

Subsidi harus diarahkan kepada mereka yang membutuhkan. Kendaraan berkapasitas mesin besar dan masyarakat mampu sudah seharusnya menggunakan BBM nonsubsidi,”

tegasnya.

Ia menambahkan, penguatan sistem digital seperti QR Code dan integrasi data konsumen melalui MyPertamina perlu dioptimalkan untuk menekan kebocoran subsidi.

Karena itu, selama harga minyak dunia belum bertahan lama di atas US$100 per barel dan distribusi subsidi masih bisa ditertibkan, Ateng menilai belum ada alasan mendesak bagi pemerintah untuk menaikkan harga Pertalite.

Pemerintah harus fokus memperbaiki ketepatan sasaran subsidi, mempercepat pembatasan distribusi, dan menjaga daya beli rakyat. Itu lebih penting,”

tambahnya.

Tag:Anggota Komisi XII DPR RIBBMBBM Bersubsidipertalitepertamax
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Rika Pangesti
ByRika Pangesti
Reporter
Follow:
Rika Pangesti adalah reporter di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu megapolitan dan berita nasional. Berlatar pendidikan Magister Ilmu Komunikasi Politik dari Universitas Paramadina, ia memadukan pemahaman akademis dengan pengalaman lapangan — termasuk meliput untuk tvOnenews.com sejak 2022.
Ivan OWRITE
ByIvan Syahruna Lubis
Redaktur
Follow:
Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Viral! Challenge Hafal Ayat Alquran Ditukar Miras di Booth Festival Musik, Ustaz Hilmi: Kelewatan
By Syifa Fauziah
Booth di acara festival musik yang menawarkan miras dengan syarat hafalan ayat surat Alquran.
1
Ojol Bakal Berstatus UMKM, Bukan Pekerja Formal! Begini Nasib Bonus hingga THR Driver
By Rika Pangesti
Ilustrasi pengemudi ojek daring siap mengantar penumpang di Lebak Bulus, Jakarta.
2
Challenge Hafal Surah Alquran Hadiah Miras Bikin Geram, Siapapun yang Terlibat Harus Ditindak Tegas!
By Rika Pangesti
Anggota Komisi VIII DPR sekaligus Ketua DPP PAN Sigit Purnomo alias Pasha.
3
Titik Lemah Kabinet Prabowo Bukan Cuma Menteri, Banyak Wamen Tak Jelas Kinerjanya
By Hardani Triyoga
Presiden Prabowo Subianto (kedua kiri) didampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan (kedua kanan), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (kiri), Wamen KKP Didit Herdiawan (kanan) saat meninjau panen raya udang di lokasi Tambak Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) Kebumen, Jawa Tengah, Sabtu (23/5/2026). (Sumber: Antara Foto/Galih Pradipta/foc)
4
KPK Tahan Empat Tersangka Dugaan Korupsi Iklan Bank BJB, Rugikan Negara Rp 223,6 Miliar
By Rahmat Baihaqi
Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres Suhendrik (ketiga kanan), Direktur PT Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan (kedua kanan), dan Komisaris PT Cipta Karya Sukses Bersama Elang Sophan Jaya Kusuma (kanan) berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta
5

BERITA LAINNYA

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu (Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Siap-siap, Pemerintah Bakal Perketat ‘Orang Have’ Beli Pertalite

Pemerintah akan memperketat pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi yakni Pertalite. Pengguna…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 menit lalu
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kemenkeu (Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Pengakuan Purbaya soal Destry Jadi Gubernur BI: Cukup Dekat dan Biasa Kerja Sama

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait pencalonan tunggal Destry Damayanti sebagai…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
52 menit lalu
Grafik pergerakan IHSG Kamis, 21 Mei 2026. (Sumber: Owrite/Dusep)
Ekonomi Bisnis

Kompak Lemes, Rupiah Ditutup Rp17.861 per Dolar AS dan IHSG Memerah 1,53 Persen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak ditutup melemah…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
Wisma Danantara Indonesia.
Ekonomi Bisnis

Target Ekspor Satu Pintu Makin Dekat, Publik Pertanyakan Kesiapan Tata Kelola Danantara

Target pemerintah menerapkan kebijakan ekspor satu pintu melalui PT Danantara Sumber Daya…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
1 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up