Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Pemerintah Belum Juga Tetapkan Asumsi ICP 2027, Bahlil Tegaskan Tunggu Hal Ini

Penetapan angka final ICP belum dilakukan karena Pemerintah masih mencermati perkembangan harga minyak dunia dan dinamika geopolitik global.

Pengeboran minyak lepas pantai milik PHI. (Sumber: Dok. Pertamina)
Pengeboran minyak lepas pantai milik PHI. (Sumber: Dok. Pertamina)

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa pihaknya masih mengkaji asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027. 

Diketahui, saat ini, rentang ICP yang dipertimbangkan berada di kisaran US$70 hingga US$95 per barel.

Menurut Bahlil, penetapan angka final ICP belum dilakukan karena Pemerintah masih mencermati perkembangan harga minyak dunia dan dinamika geopolitik global yang dapat memengaruhi pasar energi dalam beberapa bulan ke depan.

Iklan

Kisarannya batas minimum US$70 dan maksimalnya di angka US$95. Sambil kita lihat perkembangan dinamika nanti sampai dengan bulan Agustus, berapa angkanya akan kita letakkan,”

kata Bahlil dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR, dikutip Selasa, 16 Juni 2026.

Pemerintah Pilih Menunggu Perkembangan Pasar

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). Menteri ESDM melaporkan hasil pertemuan dengan utusan khusus Presiden Rusia Vladimir Putin dan Menteri ESDM Rusia kepada Presiden Prabowo Subianto, antara lain mengenai Indonesia akan mendapat pasokan minyak mentah Rusia serta kerja sama pembangunan infrastruktur strategis untuk meningkatkan cadangan dan ketahanan energi nasional.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (16/4/2026). (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S./kye)

Bahlil menjelaskan, penetapan asumsi ICP menjadi salah satu komponen penting dalam penyusunan kerangka makro ekonomi dan postur APBN 2027. 

Karena itu, pemerintah memilih menunggu perkembangan pasar minyak hingga mendekati pembahasan final RAPBN pada Agustus mendatang.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menilai terdapat peluang penurunan ICP apabila ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai mereda.

Menurut Laode, arah pergerakan harga minyak mentah global akan menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan pemerintah dalam menetapkan ICP ke depan.

Harga ICP Akan Update Setiap Bulan

Menanggapi tren harga minyak dunia yang kembali bergerak di kisaran US$80 per barel, Laode menegaskan pemerintah akan terus memantau perkembangan pasar dan mengumumkan ICP secara berkala setiap bulan.

Penyusunan harga ICP akan diumumkan berkala setiap bulan,”

jelasnya.

Pemerintah, sebelumnya, mengandalkan ICP sebagai salah satu asumsi dasar dalam penyusunan APBN karena berpengaruh terhadap penerimaan negara, subsidi energi, hingga belanja sektor energi. Oleh sebab itu, penetapan ICP 2027 akan mempertimbangkan kondisi pasar minyak global hingga perkembangan geopolitik yang terjadi menjelang pembahasan RAPBN.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.