Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 7 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • prabowo
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Paradoks Batu Bara RI: Produksi Melimpah, PLN Tetap Kelimpungan Cari Pasokan
Ekonomi Bisnis

Paradoks Batu Bara RI: Produksi Melimpah, PLN Tetap Kelimpungan Cari Pasokan

iren natania longdongdusep-malik
Last updated: Juni 19, 2026 6:45 pm
By
Natania Longdong
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id,...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Ilustrasi produksi batu bara RI. (Sumber: Dok. ESDM)
Ilustrasi produksi batu bara RI. (Sumber: Dok. ESDM)
SHARE

Kesulitan PT PLN (Persero) memperoleh pasokan batu bara kalori sedang dinilai bukan semata-mata akibat keterbatasan produksi nasional. Padahal, Indonesia merupakan salah satu produsen batu bara terbesar di dunia.

Pengamat Ekonomi dari Indonesia Strategic and Economic Action Institution (ISEAI) Ronny P. Sasmita menilai persoalan tersebut muncul karena adanya ketidaksesuaian antara jenis batu bara yang diproduksi, dengan kebutuhan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik PLN.

Paradoks ini sebenarnya klasik, kita kaya batu bara, tapi tidak semua jenis batu bara sesuai kebutuhan domestik, khususnya spesifikasi PLTU PLN yang banyak dirancang untuk medium calorific coal,”

kata Ronny pada Owrite, Jumat, 19 Juni 2026.
Baca juga:
Harga Batu Bara Merosot, ESDM Pangkas HBA Agustus Jadi US$124,44… Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan Harga Batu bara Acuan…
Batu Bara Sitaan Laku Keras, ESDM Keruk PNBP Rp20,98 Miliar… Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melelang 76.742 metrik ton (MT)…
Soal Kuota Nikel dan Batu Bara, Indef Minta Pemerintah 'Buka… Indef Green Transition Initiative (GTI) mendesak pemerintah membuka secara transparan dasar penentuan…
  • Harga Batu Bara Merosot, ESDM Pangkas HBA Agustus Jadi US$124,44 per Ton
  • Batu Bara Sitaan Laku Keras, ESDM Keruk PNBP Rp20,98 Miliar Lewat Lelang…
  • Soal Kuota Nikel dan Batu Bara, Indef Minta Pemerintah 'Buka Kartu' RKAB…

Produsen Fokus ke Batu Bara Kalori Tinggi

Produksi batu bara. (Sumber: Dok. ESDM)
Produksi batu bara. (Sumber: Dok. ESDM)

Menurut Ronny, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan pasokan batu bara kalori sedang untuk PLN menjadi terbatas. Pertama, banyak produsen yang lebih berfokus memproduksi batu bara kalori tinggi maupun rendah sesuai permintaan pasar ekspor.

Kedua, insentif ekonomi yang lebih besar di pasar internasional membuat perusahaan tambang cenderung mengalokasikan produksi terbaiknya untuk kebutuhan ekspor.

Perusahaan cenderung mengalokasikan produksi terbaiknya ke pasar ekspor yang lebih menguntungkan,”

ujarnya.

Selain itu, masalah logistik dan kontraktual juga menjadi tantangan. Ronny menilai tidak semua pasokan domestik didukung kontrak jangka panjang yang kuat sehingga rentan terganggu ketika terjadi gejolak di pasar global.

Di sisi lain, Ronny menilai kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) yang selama ini diterapkan pemerintah pada dasarnya telah memiliki tujuan yang tepat untuk menjamin kebutuhan batu bara dalam negeri. Namun, implementasinya dinilai belum sepenuhnya efektif.

DMO secara konsep sudah benar, menjamin pasokan dalam negeri. Tapi implementasinya belum sepenuhnya efektif. Masalahnya bukan di policy intent, tapi di enforcement dan design,”

ujarnya.

Harga DMO Terlalu Rendah

Ia menjelaskan, harga DMO yang ditetapkan jauh di bawah harga pasar menjadi salah satu penyebab kebijakan tersebut belum berjalan optimal. Kondisi itu, membuat produsen menghadapi insentif ekonomi yang lebih rendah ketika memasok kebutuhan domestik dibandingkan pasar ekspor.

Ketika harga DMO jauh di bawah harga pasar, maka secara alami akan muncul compliance fatigue dari produsen. Jadi DMO berjalan, tapi tidak optimal dalam menjamin kualitas dan kontinuitas pasokan yang dibutuhkan PLN,”

beber Ronny.

Selain itu, menurut dia, perbaikan desain dan pengawasan pelaksanaan DMO menjadi kunci agar kebijakan tersebut mampu menjamin ketersediaan pasokan batu bara yang sesuai kebutuhan PLN secara berkelanjutan.

Baca juga:
PNBP Kementerian ESDM 2025 Tembus Rp138 Triliun, Bahlil Garansi Tetap… Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral…
Kementerian ESDM Ungkap Alasan HIP Biodiesel Juli 2026 Tembus Rp14.562… Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap alasan di balik penetapan…
Revisi RKAB 2026: Indef Ingatkan Pemerintah Tak Sekadar Pembagian Kuota… Indef Green Transition Initiative (GTI) mengingatkan pemerintah agar revisi Rencana Kerja dan…
  • PNBP Kementerian ESDM 2025 Tembus Rp138 Triliun, Bahlil Garansi Tetap Akuntabel
  • Kementerian ESDM Ungkap Alasan HIP Biodiesel Juli 2026 Tembus Rp14.562 per Liter
  • Revisi RKAB 2026: Indef Ingatkan Pemerintah Tak Sekadar Pembagian Kuota Nikel dan…
Tag:Batu baraDMOESDMPLNPLTU
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
iren natania longdong
ByNatania Longdong
News Reporter
Follow:
Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat tahun meliput untuk Viva.co.id, Liputan6.com, dan Tirto.id, ia dikenal lewat reportase mendalam soal bisnis, pertambangan, dan dampak kebijakan energi terhadap masyarakat.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Prabowo Injak dan Banting Genteng Sabut Kelapa BRIN: Cikal Bakal ‘Gentengnisasi’ Rumah Rakyat?
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
1
Persib Gagal Adu Penalti! Persebaya Cetak Sejarah Jadi Juara Baru Piala Presiden 2026
By Hadi Febriansyah
Persebaya Juara Piala Presiden 2026. (Sumber: Media Piala Presiden)
2
Kapolresta Banda Aceh Diamankan Propam Mabes Polri, Dugaan Kasus Narkoba Bikin Geger!
By Rahmat Baihaqi
Ilustrasi Mabes Polri amankan perwira polisi.
3
Gianni Infantino Tertekan, FIFA Akui Kesalahan soal Rencana Jual Saham Piala Dunia
By Hadi Febriansyah
Gianni Infantino
4
Rupiah Dibuka Loyo ke Level Rp17.935! Ancaman dari Timur Tengah Mulai Menghantui Pasar
By Anisa Aulia
Petugas menunjukan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Bank BSI, Jakarta.
5

BERITA LAINNYA

Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dalam acara pertemuan dengan periset dan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di halaman Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Ekonomi Bisnis

Kepuasan terhadap Prabowo Anjlok, Publik Lebih Percaya Kondisi Ekonomi Riil daripada Angka Pemerintah

Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menurun tajam sekitar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
56 menit lalu
Karyawan menghitung uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/kye)
Ekonomi Bisnis

Akhir Pekan Ditutup Menghijau, Rupiah Menguat Rp17.897 per Dolar AS dan IHSG Naik 1,04 Persen

Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ditutup menguat…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
1 jam lalu
Ilustrasi Rumah Tapak.
Ekonomi Bisnis

Penjualan Rumah Membaik di Kuartal II-2026, Masih Ada 70 Persen Pembeli Andalkan KPR

Bank Indonesia (BI) mencatat, adanya perbaikan penjualan rumah dan kenaikan harga properti…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
2 jam lalu
Gedung Kementerian ESDM. (Sumber: Google Street View)
Ekonomi Bisnis

Harga Batu Bara Merosot, ESDM Pangkas HBA Agustus Jadi US$124,44 per Ton

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menurunkan Harga Batu bara Acuan…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
2 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up