Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Rupiah Nyaris Jebol Rp18.000 per Dolar AS, Sinyal Hawkish The Fed Tekan Pasar

Investor masih ragu masuk ke pasar saham Indonesia karena merespons dinamika perkembangan dolar AS. Ada kekhawatiran investor.

Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/kye)

Nilai tukar rupiah terus bergerak mendekati level Rp18.000 pada perdagangan Jumat, 26 Juni 2026. Rupiah melemah 0,25 persen atau 45 poin ke level Rp17.988 per dolar Amerika Serikat (AS).

Di kawasan Asia, rupiah bersama sejumlah mata uang negara lainnya mengalami pelemahan. Yuan Tiongkok (CNY) melemah 0,02 persen, Yen Jepang (JPY) melemah 0,01 persen.

Selanjutnya, Won Korea (KRW) anjlok 0,34 persen, Dolar Singapura (SGD) merosot 0,04 persen, serta Baht Thailand (THB) ambruk 0,26 persen melawan dolar AS.

Iklan

Data AS dan The Fed

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong menganalisa pelemahan rupiah ini salah satunya dipicu oleh rilis data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang naik.

Rupiah melemah terhadap dolar AS setelah data inflasi AS PCE yang menunjukkan kenaikan pada inflasi inti mecapai tingkat tertinggi sejak Oktober 2023, serta pernyataan hawkish pejabat the Fed pagi ini,”

kata Lukman kepada Owrite pada Jumat, 26 Juni 2026.

Adapun dua pejabat the Fed yakni Presiden Bank Federal Reserve Chicago Austan Goolsbee dan Presiden Bank Federal Reserve New York John Williiam sudah mengatakan bahwa inflasi AS masih terlalu tinggi. Pernyataan ini meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga oleh the Fed.

Pilihan EditorAnisa Aulia

Rupiah Ambruk Pagi Ini, Kembali Dekati Level Rp18.000 per Dolar AS

Investor Ragu

Dari dalam negeri, belum ada sentimen yang dominan mendorong pelemahan rupiah. Tapi, investor masih ragu masuk ke pasar saham Indonesia karena merespons perkembangan dolar AS.

Investor masih ragu untuk masuk ke ekuitas oleh kekhawatiran downgrade ke depannya. SBN mulai menarik investor. Namun, dinamika di pasar obligasi merespon cepat perkembangan dolar AS dan imbal hasil obligasi AS,”

jelas Lukman.

Dengan demikian, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini akan melemah di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Asisten Redaktur

    Hardani Triyoga adalah jurnalis di OWRITE yang berfokus pada peliputan isu nasional, politik, peristiwa, dan dinamika perkotaan.