Rupiah terus mendekati level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan Kamis pagi, 25 Juni 2026 rupiah melemah 0,13 persen atau 24 poin ke level Rp17.976 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan, melemahnya rupiah ini karena semakin meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral AS atau the Fed.
Rupiah melemah terhadap dolar AS di tengah semakin meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga oleh the Fed, membawa indeks dolar AS naik mencapai level tertinggi baru 13 bulan,”
ujar Lukman saat dihubungi Owrite pada Kamis, 25 Juni 2026.
Selain itu, investor juga mengantisipasi data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang diperkirakan akan naik 0,3 persen ke 3,4 persen.







