Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Ekonomi Bisnis

Bumi Boleh Gonjang-Ganjing, Purbaya Optimis Ekonomi RI Tembus 8%: Cuma Butuh Reformasi Fiskal?

Optimisme itu berdasar penguatan fondasi ekonomi nasional, reformasi birokrasi fiskal, serta peran swasta dan investasi dalam perekonomian.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) bersama Sekretaris Jenderal Kemenkeu Robert Leonard Marbun (kiri) mengikuti rapat kerja dengan Komite IV DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kanan) bersama Sekretaris Jenderal Kemenkeu Robert Leonard Marbun (kiri) mengikuti rapat kerja dengan Komite IV DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/wsj.)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai target pertumbuhan ekonomi 6 persen dan dapat dicapai oleh Indonesia. Langkah yang akan ditempuh yakni melalui reformasi fiskal dibidang perpajakan dan kepabeanan.

Purbaya meyakini ekonomi nasional mampu tumbuh 8 persen. Optimisme itu berdasar penguatan fondasi ekonomi nasional, reformasi birokrasi fiskal, serta meningkatnya peran sektor swasta dan investasi dalam mendorong aktivitas ekonomi.

“Ketika global gonjang-ganjing, (Indonesia) masih bisa tumbuh 5,61 persen. Mesin pertumbuhan ekonomi baru dipanaskan,”

kata Purbaya dalam keterangannya, Minggu, 28 Juni 2026.

Motor Penggerak

Purbaya mengatakan salah satu mesin pertumbuhan ekonomi yang terus didorong adalah lembaga di bawah Kementrian Keuangan, seperti Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), yang dapat menjadi salah satu motor penggerak ekspor.

Iklan

“Di Kemenkeu ada LPEI yang punya Program Pembiayaan Kawasan Ekonomi untuk UKM eksportir, kami menawarkan suku bunga maksimal 6 persen per tahun bahkan 4 persen jika diperlukan demi pertumbuhan,”

tutur dia.

Purbaya menilai pertumbuhan ekonomi dapat dipercepat secara bertahap, dimulai dengan membawa laju ekonomi menuju kisaran 6 persen, kemudian terus meningkat seiring membaiknya iklim investasi, ekspor, dan produktivitas nasional. 

Ia berpendapat target pertumbuhan 6 persen realistis melalui kerja sama fiskal dan moneter. Hal ini tercermin dari momentum pemulihan ekonomi sejak akhir 2025 dan diperkuat oleh berbagai kebijakan pemerintah yang berfokus pada peningkatan likuiditas, investasi, konsumsi masyarakat, serta percepatan belanja negara.

“Target tersebut realistis apabila seluruh instrumen kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil berjalan selaras,”

kata dia.

Reformasi Fiskal

Salah satu upaya Kementerian Keuangan dalam mendukung laju pertumbuhan ekonomi melalui reformasi fiskal.

“Salah satu upaya Kementerian Keuangan dalam mendukung laju pertumbuhan ekonomi tersebut adalah melalui reformasi fiskal, khususnya bidang perpajakan dan kepabeanan, yang diyakini akan memperkuat penerimaan negara sekaligus menciptakan ruang fiskal yang lebih besar untuk mendukung pembangunan,”

ucap Purbaya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.