Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kompak ambruk pada penutupan perdagangan Selasa, 30 Juni 2026. Rupiah melemah 0,31 persen menjadi Rp17.901 per dolar Amerika Serikat (AS), dan IHSG anjlok 3,05 persen ke level 5.643.
Nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp15,2 triliun dengan melibatkan 22,3 miliar saham dalam 1,6 juta kali transaksi. Sebanyak 136 saham naik, 99 tidak bergerak, dan 564 turun.
Dilansir dari Stockbit, sejumlah saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser yakni:
- PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk (SAME) sebesar 14,90 persen ke Rp354,
- PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) naik 14,84 persen ke Rp545,
- PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) naik 14,84 persen ke Rp69.
Sedangkan saham paling banyak dijual asing atau net foreign diantaranya:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak Rp423,6 miliar,
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebanyak Rp97,82 miliar,
- PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) Rp71,29 miliar.
Iran-AS Jadi Sentimen


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengungkapkan melemahnya rupiah ini karena pasar masih mengamati hasil potensi pembicaraan AS-Iran di Doha.
Pasar mengamati hasil potensi pembicaraan AS-Iran di Doha di tengah serangan rudal akhir pekan dari kedua belah pihak yang menguji gencatan senjata,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya.
Ibrahim menuturkan, pelemahan rupiah juga karena semakin besarnya peluang the Fed menaikkan suku bunga setidaknya sekali tahun ini. Hal ini terjadi setelah bank sentral menunjukkan sikap hawkish selama pertemuan Juni.
Perhatian sekarang beralih ke laporan pasar tenaga kerja AS bulan Juni, dengan rilis Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis pada hari Kamis,”
katanya.
Adapun untuk perdagangan besok mata uang rupiah diproyeksikan akan bergerak fluktuatif. Namun, akan ditutup melemah direntang Rp17.900 hingga Rp17.950.























