Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Selasa, 18 Agu 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • prabowo
  • Korupsi
  • MBG
  • Piala Dunia 2026
  • Prabowo Subianto
  • Purbaya
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Ekonom Ramal Neraca Dagang RI Bakal Defisit di Mei 2026, Gegara Hal Ini
Ekonomi Bisnis

Ekonom Ramal Neraca Dagang RI Bakal Defisit di Mei 2026, Gegara Hal Ini

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Juli 1, 2026 10:33 am
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
2 bulan lalu
Share
Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (5/1/2026). (Sumber: Antara Foto/Dhemas Reviyanto/nz)
SHARE

Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data neraca perdagangan Indonesia untuk bulan Mei 2026. Neraca dagang RI diperkirakan akan defisit, setelah surplus bulan sebelumnya mengalami penyusutan.

Daftar isi Konten
  • Diramal Surplus
  • Kinerja Ekspor-Impor Loyo

Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumual memperkirakan neraca perdagangan akan mencatat defisit sebesar US$1,04 miliar. Kondisi ini didorong oleh penurunan ekspor maupun impor secara bulanan.

Neraca perdagangan defisit US$1,04 miliar. Secara bulanan ekspor maupun impor turun karena hari kerja di Mei jauh lebih sedikit dibandingkan April,”

ujar David saat dihubungi Owrite pada Rabu, 1 Juli 2026.
Baca juga:
Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, Tapi 7,22 Juta Orang Menganggur… Pemerintah menilai perekonomian Indonesia saat ini masih tumbuh positif di tengah berbagai…
Popularitas Dedi Mulyadi Tembus 'Sidratul Muntaha', Kualitas Hidup Jabar Malah… Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menyorot popularitas dan elektabilitas…
IHSG dan Rupiah Kompak Ditutup Menguat Usai Ekonomi RI Tumbuh… Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kompak ditutup menguat…
  • Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen, Tapi 7,22 Juta Orang Menganggur dan 43.805…
  • Popularitas Dedi Mulyadi Tembus 'Sidratul Muntaha', Kualitas Hidup Jabar Malah 'Membumi'
  • IHSG dan Rupiah Kompak Ditutup Menguat Usai Ekonomi RI Tumbuh 5,29 Persen

David memproyeksikan, ekspor Mei 2026 akan turun di angka 13,07 persen secara year on year (yoy), dan 15,44 persen secara bulanan month to month (mtm). Sedangkan impor sebesar 10,50 persen secara yoy, dan turun menjadi 10,98 persen secara mtm.

Komoditas ekspor naik harganya lebih tinggi batu bara dan metals, CPO stagnan di bulan Mei,”

jelasnya.

Namun, David mengatakan bahwa indikasi awal dari data negara-negara lain yang menjadi importir utama produk-produk Indonesia, ekspor akan cenderung turun lebih dalam dibandingkan impor. Hal ini terutama untuk ekspor ke Malaysia, Thailand, dan China.

Diramal Surplus

Foto udara proses bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Kendari New Port, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (30/4/2026). PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat kinerja positif 10 Terminal Peti Kemas (TPK) domestik pada Triwulan I 2026 yang mampu melampaui target 100 persen hingga Maret 2026 termasuk TPK Kendari dengan capaian 107,03 persen, meskipun industri logistik global menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya energi, gangguan rantai pasok, serta ketegangan geopolitik.
Foto udara proses bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Kendari New Port, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (30/4/2026). (ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU)

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede justru memperkirakan RI akan mengalami surplus sebesar US$1,13 miliar, dibandingkan April yang hanya US$0,09 miliar. 

Namun, pelebaran surplus ini jangan dibaca terlalu optimistis karena penyebab utamanya adalah normalisasi impor setelah lonjakan pasca Lebaran pada April, bukan karena ekspor sedang kuat,”

ujar Josua kepada Owrite.

Josua meramal, ekspor pada bulan Mei akan turun 2,45 persen secara yoy, dan turun -5,11 persen mtm. Hal ini terutama akibat pelemahan harga batu bara, minyak sawit mentah, serta pelemahan permintaan dari China.

Lalu untuk impor, diperkirakan masih tumbuh 12,65 persen yoy, meskipun turun -9,25 persen mtm. Kondisi ini menunjukkan permintaan domestik masih cukup kuat, sekaligus memberi sinyal bahwa impor mulai tumbuh lebih cepat daripada ekspor.

Jadi, meskipun surplus perdagangan Mei membaik dibanding April, tren besarnya tetap mengarah pada penyempitan surplus perdagangan sepanjang 2026,”

terangnya.

Josua menuturkan, dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan impor bahan baku dan barang modal maka kebutuhan konsumsi berpotensi tetap tinggi. Sedangkan ekspor masih tertekan oleh harga komoditas dan permintaan global yang lemah.

Kinerja Ekspor-Impor Loyo

Di samping itu, Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro meramal surplus perdagangan Indonesia akan melebar menjadi US$451 juta pada Mei 2026. Dalam hal ini kinerja ekspor dan impor akan mengalami penurunan.

Ekspor diperkirakan mencapai US$24,3 miliar, turun 3,9 persen secara bulanan dan -1,2 persen secara tahunan. Sementara impor diproyeksikan turun lebih tajam sebesar 5,3 persen secara bulanan menjadi US$23,9 miliar, meskipun masih tumbuh 17,5 persen secara tahunan,”

kata Andry dalam keterangannya.

Andry menjelaskan, ekspor ke China tetap kuat dengan pertumbuhan 52,3 persen secara yoy, sementara ekspor ke Vietnam dan Taiwan juga meningkat masing-masing sebesar 10,2 persen yoy dan 25,1 persen yoy. 

Sementara itu, impor diperkirakan akan turun tajam sebesar 5,3 persen mtm menjadi US$23,9 miliar. Namun, impor masih relatif kuat secara tahunan tumbuh sebesar 17,5 persen yoy, yang menunjukkan bahwa permintaan impor belum sepenuhnya melemah meskipun terjadi perlambatan bulanan.

Secara keseluruhan, neraca perdagangan Indonesia diperkirakan tetap surplus pada Mei 2026, didukung oleh ekspor komoditas yang tetap tangguh dan kontraksi impor bulanan yang lebih dalam,”

imbuhnya.
Baca juga:
BPS Ungkap Kabar Baik dan Buruk: Kemiskinan RI Turun, Tapi… Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret…
Turun Jadi 7,22 Juta: BPS Klaim Pengangguran Mei 2026 Terendah… Jumlah pengangguran di Indonesia pada Mei 2026 mencapai 7,22 juta orang atau…
BPS Beberkan 'Mesin' Utama Ekonomi RI Kuartal II-2026 Tumbuh 5,29… Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 tumbuh sebesar…
  • BPS Ungkap Kabar Baik dan Buruk: Kemiskinan RI Turun, Tapi Ketimpangan Meroket
  • Turun Jadi 7,22 Juta: BPS Klaim Pengangguran Mei 2026 Terendah dalam 32…
  • BPS Beberkan 'Mesin' Utama Ekonomi RI Kuartal II-2026 Tumbuh 5,29 Persen
Tag:bank mandiriBank PermataBCABPSEkspor imporNeraca Perdagangan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Doa Menag di Istana Saat HUT RI ke-81 Viral, Netizen: “Kok Ada Persentase?”
By Ani Ratnasari
Menag Nasaruddin Umar dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI
1
Prabowo Diapit Jokowi-Gibran di HUT RI, Sinyal Hubungan Kertanegara-Solo Baik-Baik Saja?
By Hardani Triyoga
Presiden RI Prabowo Subianto duduk diapit Presiden ke-7 RI Jokowi dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Merdeka. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S).
2
BEM UI Demo, Bawa 8 Tuntutan “Merebut Kemerdekaan”
By Rahmat Baihaqi
Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Yatalathof Imawan.
3
Guru Honorer Lijan Sinaga Jadi Terdakwa: JPPI Sorot Garis Batas Disiplin dan Martabat Siswa
By Syifa Fauziah
Ilustrasi guru jadi terdakwa.
4
Praperadilan Febrie Adriansyah Dimulai: Prosedur Penetapan Tersangka Masuk Ruang Uji
By Rahmat Baihaqi
Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, Febri Diansyah (tengah) dan Firman Wijaya (kiri) menyampaikan keterangan pers di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
5

BERITA LAINNYA

Helikopter Presiden Prabowo di Kawasan Istana Negara IKN (sumber: Instagram @basukihadimuljono)
Ekonomi Bisnis

Nasib Warisan Jokowi, Prabowo Cuma Kasih Anggaran IKN Rp6,7 Triliun pada 2027

Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan anggaran untuk Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) sebesar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
Petugas kebersihan membersihkan kaca ruang Pusat Pelayanan Terpadu Badan Gizi Nasional (BGN) di kantor BGN Jakarta. (Sumber: Antara Foto/Muhammad Adimaja/wsj)
Ekonomi Bisnis

10 K/L Dapat Anggaran Jumbo di 2027, BGN Urutan Pertama Disusul Kemenhan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengalokasikan anggaran belanja Kementerian Lembaga (K/L) sebesar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
Ilustrasi Motor Listrik
Ekonomi Bisnis

Airlangga Buka-bukaan Soal Insentif 1 Juta Motor Listrik, Begini Perkembangan Barunya

Presiden Prabowo Subianto akan memberikan insentif kepada perusahaan yang mampu memproduksi 1…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
5 jam lalu
Ilustrasi industri nikel. (Sumber: Unsplash/Morteza Mohammadi)
Ekonomi Bisnis

APNI Klaim Bursa Mineral Bisa Persempit Praktik Underinvoicing Sektor Pertambangan

Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) menilai pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
6 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up