Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Rabu, 1 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • Korupsi
  • DPR
  • Purbaya
  • MBG
  • prabowo
  • Prabowo Subianto
  • iran
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Ekonomi Bisnis / Ekonom Ramal Neraca Dagang RI Bakal Defisit di Mei 2026, Gegara Hal Ini
Ekonomi Bisnis

Ekonom Ramal Neraca Dagang RI Bakal Defisit di Mei 2026, Gegara Hal Ini

Nisa-OWRITEdusep-malik
Last updated: Juli 1, 2026 10:33 am
By
Anisa Aulia
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro...
Follow:
Dusep Malik
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Follow:
3 jam lalu
Share
Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Suasana bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (5/1/2026). (Sumber: Antara Foto/Dhemas Reviyanto/nz)
SHARE

Badan Pusat Statistik (BPS) akan merilis data neraca perdagangan Indonesia untuk bulan Mei 2026. Neraca dagang RI diperkirakan akan defisit, setelah surplus bulan sebelumnya mengalami penyusutan.

Daftar isi Konten
  • Diramal Surplus
  • Kinerja Ekspor-Impor Loyo

Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk David Sumual memperkirakan neraca perdagangan akan mencatat defisit sebesar US$1,04 miliar. Kondisi ini didorong oleh penurunan ekspor maupun impor secara bulanan.

Neraca perdagangan defisit US$1,04 miliar. Secara bulanan ekspor maupun impor turun karena hari kerja di Mei jauh lebih sedikit dibandingkan April,”

ujar David saat dihubungi Owrite pada Rabu, 1 Juli 2026.
Baca juga:
Surplus Dagang Sejak Era Jokowi Putus, Neraca Perdagangan RI Kini… Neraca perdagangan RI mengalami defisit sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026. Penyumbang…
BPS Catat RI Inflasi 3,34 Persen pada Juni 2026 Gegara… Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juni 2026 Indonesia mengalami inflasi sebesar…
Ekonom Ramal Inflasi RI Juni 2026 Naik di Atas 3,4… Sejumlah ekonom memproyeksikan inflasi Juni 2026 naik. Salah satunya didorong oleh kenaikan…
  • Surplus Dagang Sejak Era Jokowi Putus, Neraca Perdagangan RI Kini Defisit US$1,61…
  • BPS Catat RI Inflasi 3,34 Persen pada Juni 2026 Gegara Harga BBM…
  • Ekonom Ramal Inflasi RI Juni 2026 Naik di Atas 3,4 Persen, Ini…

David memproyeksikan, ekspor Mei 2026 akan turun di angka 13,07 persen secara year on year (yoy), dan 15,44 persen secara bulanan month to month (mtm). Sedangkan impor sebesar 10,50 persen secara yoy, dan turun menjadi 10,98 persen secara mtm.

Komoditas ekspor naik harganya lebih tinggi batu bara dan metals, CPO stagnan di bulan Mei,”

jelasnya.

Namun, David mengatakan bahwa indikasi awal dari data negara-negara lain yang menjadi importir utama produk-produk Indonesia, ekspor akan cenderung turun lebih dalam dibandingkan impor. Hal ini terutama untuk ekspor ke Malaysia, Thailand, dan China.

Diramal Surplus

Foto udara proses bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Kendari New Port, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (30/4/2026). PT Pelindo Terminal Petikemas mencatat kinerja positif 10 Terminal Peti Kemas (TPK) domestik pada Triwulan I 2026 yang mampu melampaui target 100 persen hingga Maret 2026 termasuk TPK Kendari dengan capaian 107,03 persen, meskipun industri logistik global menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya energi, gangguan rantai pasok, serta ketegangan geopolitik.
Foto udara proses bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Kendari New Port, Kendari, Sulawesi Tenggara, Kamis (30/4/2026). (ANTARA FOTO/Andry Denisah/YU)

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede justru memperkirakan RI akan mengalami surplus sebesar US$1,13 miliar, dibandingkan April yang hanya US$0,09 miliar. 

Namun, pelebaran surplus ini jangan dibaca terlalu optimistis karena penyebab utamanya adalah normalisasi impor setelah lonjakan pasca Lebaran pada April, bukan karena ekspor sedang kuat,”

ujar Josua kepada Owrite.

Josua meramal, ekspor pada bulan Mei akan turun 2,45 persen secara yoy, dan turun -5,11 persen mtm. Hal ini terutama akibat pelemahan harga batu bara, minyak sawit mentah, serta pelemahan permintaan dari China.

Lalu untuk impor, diperkirakan masih tumbuh 12,65 persen yoy, meskipun turun -9,25 persen mtm. Kondisi ini menunjukkan permintaan domestik masih cukup kuat, sekaligus memberi sinyal bahwa impor mulai tumbuh lebih cepat daripada ekspor.

Jadi, meskipun surplus perdagangan Mei membaik dibanding April, tren besarnya tetap mengarah pada penyempitan surplus perdagangan sepanjang 2026,”

terangnya.

Josua menuturkan, dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pertumbuhan impor bahan baku dan barang modal maka kebutuhan konsumsi berpotensi tetap tinggi. Sedangkan ekspor masih tertekan oleh harga komoditas dan permintaan global yang lemah.

Kinerja Ekspor-Impor Loyo

Di samping itu, Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro meramal surplus perdagangan Indonesia akan melebar menjadi US$451 juta pada Mei 2026. Dalam hal ini kinerja ekspor dan impor akan mengalami penurunan.

Ekspor diperkirakan mencapai US$24,3 miliar, turun 3,9 persen secara bulanan dan -1,2 persen secara tahunan. Sementara impor diproyeksikan turun lebih tajam sebesar 5,3 persen secara bulanan menjadi US$23,9 miliar, meskipun masih tumbuh 17,5 persen secara tahunan,”

kata Andry dalam keterangannya.

Andry menjelaskan, ekspor ke China tetap kuat dengan pertumbuhan 52,3 persen secara yoy, sementara ekspor ke Vietnam dan Taiwan juga meningkat masing-masing sebesar 10,2 persen yoy dan 25,1 persen yoy. 

Sementara itu, impor diperkirakan akan turun tajam sebesar 5,3 persen mtm menjadi US$23,9 miliar. Namun, impor masih relatif kuat secara tahunan tumbuh sebesar 17,5 persen yoy, yang menunjukkan bahwa permintaan impor belum sepenuhnya melemah meskipun terjadi perlambatan bulanan.

Secara keseluruhan, neraca perdagangan Indonesia diperkirakan tetap surplus pada Mei 2026, didukung oleh ekspor komoditas yang tetap tangguh dan kontraksi impor bulanan yang lebih dalam,”

imbuhnya.
Baca juga:
Rupiah Amblas ke Rp17.968 per Dolar AS Jelang Pengumuman BPS Nilai tukar rupiah amblas pada perdagangan Rabu pagi, 1 Juli 2026. Rupiah…
Bank Mandiri Kantongi Laba Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026 PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp23,3 triliun selama…
Dasco Blak-blakan: Saham BCA Lagi Lumayan Agak Murah, Dibeli Aja! Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad menilai pelemahan pasar yang sempat…
  • Rupiah Amblas ke Rp17.968 per Dolar AS Jelang Pengumuman BPS
  • Bank Mandiri Kantongi Laba Rp23,3 Triliun hingga Mei 2026
  • Dasco Blak-blakan: Saham BCA Lagi Lumayan Agak Murah, Dibeli Aja!
Tag:bank mandiriBank PermataBCABPSEkspor imporNeraca Perdagangan
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
Nisa-OWRITE
ByAnisa Aulia
Reporter
Follow:
Anisa Aulia adalah jurnalis di OWRITE dengan pengalaman lebih dari 4 tahun di VIVA.co.id dan Liputan6.com. Selama karirinya meliput ekonomi bisnis, dengan fokus isu ekonomi makro serta berbagai kebijakan ekonomi yang memengaruhi dunia usaha dan perekonomian Indonesia.
dusep-malik
ByDusep Malik
Redaktur
Follow:
Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Anda harus masuk untuk berkomentar.

Trending di OWRITE
Feri Amsari Soroti Vonis 10 Tahun Nadiem: Perkara Ini dari Awal Unik dan Agak Aneh
By Hardani Triyoga
Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan di Kemendikbudristek Nadiem Anwar Makarim (tengah) menemui pengemudi gojek seusai mengikuti sidang pembacaan putusan (vonis) di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
1
Mbappe dan Barcola Bersinar, Prancis Melenggang Mulus ke Babak 16 Besar
By Hadi Febriansyah
Kylian Mbappe menggila, pepet Messi di daftar top skor Piala Dunia 2026
2
HUT ke-80 Polri: Bukan Cuma Tangkap Begal, Prabowo Puji Polisi Jago Bikin SPPG
By Rahmat Baihaqi
Presiden Prabowo Subianto (kiri) didampingi Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo (kanan) menginspeksi pasukan pada upacara HUT Ke-80 Bhayangkara di Pusat Latihan Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).
3
Harga Pertamax Turbo hingga Dexlite Turun Mulai 1 Juli, Ini Daftar Tarif Terbarunya
By Natania Longdong
Petugas SPBU melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) kepada pengendara motor.
4
Prabowo: Negara yang Gagal karena Tidak Mampu Memiliki Kepolisian yang Baik
By Rahmat Baihaqi
Presiden RI Prabowo Subianto dalam HUT Ke-80 Polri di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.
5

BERITA LAINNYA

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

Surplus Dagang Sejak Era Jokowi Putus, Neraca Perdagangan RI Kini Defisit US$1,61 Miliar

Neraca perdagangan RI mengalami defisit sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026. Penyumbang…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
15 menit lalu
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BPS (sumber: Owrite/Anisa Aulia)
Ekonomi Bisnis

BPS Catat RI Inflasi 3,34 Persen pada Juni 2026 Gegara Harga BBM Naik

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Juni 2026 Indonesia mengalami inflasi sebesar…

Nisa-OWRITEdusep-malik
By
Anisa Aulia
Dusep Malik
35 menit lalu
Pramuniaga menunjukkan emas batangan
Ekonomi Bisnis

Harga Emas Hari Ini 1 Juli 2026: Antam Turun Lagi, Dijual Rp2.625.000 per Gram

Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) pada Rabu, 1 Juli…

Syifa Fauziahdusep-malik
By
Syifa Fauziah
Dusep Malik
2 jam lalu
Perwira PGN saat melakukan pengecekan pipa gas. (Sumber: Dok. PGN)
Ekonomi Bisnis

LNG Industri Turun Jadi US$13 per MMBTU, Begini Dampaknya ke Keuangan PGN

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) mengatakan bahwa kebijakan pemerintah yang menurunkan harga…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
3 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up