Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak berlawanan pada penutupan perdagangan Rabu, 1 Juli 2026. Nilai tukar ambruk 0,25 persen ke level Rp17.952 per dolar Amerika Serikat (AS), sedangkan IHSG menguat tipis 0,92 persen ke level 5.695.
Nilai transaksi IHSG tercatat sebesar Rp10,2 triliun dengan melibatkan 18,5 miliar saham dalam 1,5 juta kali transaksi. Sebanyak 378 saham naik, 157 tidak bergerak, dan 248 turun.
Dilansir dari Stockbit terdapat saham yang mengalami penurunan terdalam alias top loser diantaranya:
- PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) anjlok 14,92 persen ke Rp154
- PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) melemah 14,86 persen ke Rp464
- PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) ambrul 13,56 persen ke Rp510
Sedangkan saham paling banyak dijual asing atau net foreign yakni:
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebanyak Rp766,36 miliar
- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) senilai Rp228,61 miliar
- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp157,70 miliar
Repons Negatif Pasar


Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah ini karena pasar merespons negatif terhadap rilis data neraca perdagangan Indonesia.
Pasar merespons negatif terhadap rilis data neraca perdagangan Indonesia pada Mei 2026 defisit US$1,61 miliar. Defisit ini merupakan defisit pertama sejak 6 tahun lalu,”
ujar Ibrahim dalam analisisnya.
Selain itu, pasar juga tidak menyambut baik data inflasi Indonesia yang naik menjadi 3,34 persen secara tahunan pada Juni. Sehingga, pada perdagangan besok, rupiah diperkirakan akan melemah.
Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp17.950-Rp18.010,”
tuturnya.






















