Nilai tukar rupiah melemah pada perdagangan Kamis, 2 Juli 2026. Rupiah anjlok 0,20 persen atau 36 poin ke level Rp17.988 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengungkapkan pelemahan rupiah karena kenaikan imbal hasil obligasi AS oleh ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed.
“Rupiah diperkirakan masih tertekan dolar AS di tengah kenaikan imbal hasil obligasi AS oleh ekspektasi kenaikan suku bunga oleh The Fed yang meningkat menjelang rilis data pekerjaan AS NFP malam ini,”
ujar Lukman saat dihubungi Owrite, Kamis, 2 Juli 2026.
Lukman menjelaskan pelemahan rupiah juga disebabkan oleh sentimen domestik yang belum juga pulih. Hal ini ditambah dengan data neraca perdagangan yang mencatatkan hasil negatif dengan defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026.
“Sentimen domestik juga masih belum pulih dari tekanan jual investor asing. Terutama data perdagangan yang menunjukkan impor yang meningkat tajam dan penurunan besar pada ekspor yang mengakhiri serentetan surplus sejak 2020,”
jelas dia.
Lantas untuk perdagangan hari ini, rupiah diperkirakan akan bergerak melemah di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS.
Mata Uang Asia
Berdasarkan data perdagangan pagi ini, rupiah bersama mata uang negara Asia mengalami pelemahan. Hal ini diantaranya Rupee India (INR) anjlok 0,61 persen dan Won Korea (KRW) melemah 0,25 persen.
Selanjutnya, Yen Jepang (JPY) menguat 0,03 persen, Peso Filipina (PHP) menguat tipis 0,04 persen, Dolar Singapura (SGD) menguat 0,05 persen, Yuan Tiongkok (CNY) menguat 0,07 persen, Baht Thailand (THB) perkasa 0,07 persen.


























