Nilai tukar rupiah masih bertahan di kisaran Rp18.100 per dolar Amerika Serikat. Pada perdagangan Selasa pagi, rupiah melemah 0,04 persen atau 7 poin ke level Rp18.116 per dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menganalisa melemahnya rupiah karena kembali memanasnya situasi di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dunia.
Rupiah diperkirakan kembali melemah terhadap dolar AS di tengah situasi di Timur Tengah yang memanas memicu kenaikan tajam pada harga minyak mentah dunia dan indeks dolar AS,”
kata Lukman kepada Owrite, Selasa, 14 Juli 2026.
S&P Tahan Pelemahan
Adapun dengan pengumuman S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang Indonesia diharapkan bisa menahan laju pelemahan rupiah.







