Nilai tukar rupiah diperdagangkan melemah pada Senin, 13 Juli 2026. Rupiah amblas 0,30 persen atau 54 poin ke level Rp18.119 per dolar Amerika Serikat (AS).
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah karena kembali meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini menyebabkan lonjakan pada harga minyak mentah dunia.
“Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang menguat terhadap seluruh mata uang di tengah kembali meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang menyebabkan lonjakan pada harga minyak mentah dunia,”
ujar Lukman kepada Owrite.id, Senin, 13 Juli 2026.
Sedangkan dari dalam negeri, Lukman mengatakan bahwa masih bertahannya rupiah di level Rp18.000 lantaran ekonomi domestik yang masih lemah. Hal ini didorong oleh penurunan pasar saham, defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, hingga penurunan cadangan devisa.
“(Investor menyoroti) seputar penurunan kelas klasifikasi pasar saham, kredit rating, defisit anggaran, penurunan cadangan devisa, melemahnya data-data ekonomi akhir-akhir ini,”
tutur Lukman.
Kemudian untuk perdagangan hari ini, Lukman memproyeksikan rupiah akan melemah di rentang Rp18.000 per dolar AS hingga Rp18.150 per dolar AS.



























